• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Alami Sendawa Terus-terusan, Apakah Normal?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Alami Sendawa Terus-terusan, Apakah Normal?

Bayi Alami Sendawa Terus-terusan, Apakah Normal?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 25 September 2020
Bayi Alami Sendawa Terus-terusan, Apakah Normal?Bayi Alami Sendawa Terus-terusan, Apakah Normal?

Halodoc, Jakarta - Umumnya, sendawa yang dialami bayi adalah hal yang normal tidak perlu dikhawatirkan. Sendawa bahkan baik untuk mengeluarkan kelebihan gas dari dalam lambung bayi. Saat bayi bernapas, udara yang dihirupnya mengandung gas-gas, seperti nitrogen dan oksigen. Begitu juga ketika bayi makan dan minum, mulut tidak hanya memasukkan makanan dan air, tapi juga gas. 

Sendawa adalah pelepasan gelembung gas ke kerongkongan dan keluar dari mulut. Gelembung gas juga dapat dilepaskan dari lubang lain di tubuh, namun akan menghasilkan suara dan bau yang berbeda. Terdapat beberapa jenis sendawa, misalnya sendawa basah atau erps, yang mengeluarkan sebagian isi perut bayi. 

Baca juga: Perkembangan Bayi 16 Bulan

Pentingnya Sendawa Bagi Bayi

Gelembung gas yang menempel di perut bayi menyebabkan rasa kenyang dan tidak nyaman. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi menggeliat atau menangis. Bayi menggunakan tangisan sebagai sinyal untuk memberitahukan hampir semua perasaannya. Entah dia lapar, popoknya penuh, atau bosan. 

Jadi, mungkin sulit untuk mengetahui apakah tangisan bayi disebabkan oleh ketidaknyamanan gas. Itulah mengapa American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar bayi bersendawa secara teratur. Meskipun bayi tidak menunjukkan ketidaknyamanan atau mengeluarkan gas saat bersendawa.

Bagi orang dewasa, sendawa mungkin kondisi yang sederhana, namun pada bayi ini adalah hal yang penting dilakukan. Saat bayi minum, maka terjadi gelembung udara di dalam minumannya yang masuk dan berkumpul di lambung. Dengan membuat bayi bersendawa akan mencegah kembung pada perut bayi. Sendawa bisa meringankan keluhan pada bayi, seperti kolik, gumoh, cegukan, dan asam lambung. 

Perlu ibu ketahui, bayi yang minum susu dari botol harus lebih sering bersendawa dibanding bayi yang menyusu ASI di payudara. Ini karena gelembung udara lebih banyak terdapat dalam susu botol dibanding jika menyusu dari payudara. Hal-hal berikut dapat dilakukan untuk mengurangi risiko perut kembung pada bayi:

  • Pilih botol susu berlabel antikolik yang dirancang untuk mengurangi kadar udara yang terdapat di dalam susu dan botol. 
  • Sesuaikan ukuran botol dengan mulut bayi.
  • Posisikan bayi dalam keadaan duduk saat minum dan makan supaya udara yang ikut tertelan berkurang. 

Ibu bisa membuat bayi bersendawa kapan saja ketika ia terlihat tidak nyaman atau menangis. Khususnya setelah bayi menyusu atau makan. Jika bayi menyusu, ibu bisa membuatnya bersendawa saat pindah dari satu payudara ke payudara lain.

Apabila bayi minum dari botol, maka cobalah untuk menepuk lembut punggungnya untuk memicu sendawa setelah bayi minum setengah botol atau setelah selesai. 

Baca juga: Berapa Suhu Tubuh Normal pada Bayi?

Cara Menyendawakan Bayi

Biasanya bayi yang bersendawa akan mengeluarkan sedikit cairan. Maka itu, siapkan kain atau handuk kecil sebelum menyendawakan bayi. Ada beberapa cara untuk membuat bayi bersendawa, yaitu:

  • Letakkan Bayi Di Dada

Cara ini dilakukan pada bayi baru lahir, karena bayi belum dapat menyangga kepalanya sendiri. Letakkan bayi di dada ibu, pastikan dagunya berada di pundak. Sangga kepala dan pundaknya dengan tangan. Kemudian, usap dan tepuk punggungnya dengan lembut. 

  • Dudukan Bayi Di Pangkuan

Cara ini bisa dilakukan jika bayi sudah dapat duduk di pangkuan ibu. Gunakan salah satu tangan untuk menopang tubuh bayi, lalu tempatkan di salah satu telapak tangan untuk menyangga dadanya. Sangga rahang dan dagunya dengan jari-jari ibu, tapi jangan sampai mencekik lehernya. Biarkan bayi bersandar ke salah satu tangan, sementara tangan lain ibu menepuk lembut punggungnya. 

Baca juga: Memang Menggemaskan, tapi Jangan Asal Sentuh dan Cium Bayi

  • Tengkurapkan Di pangkuan

Posisikan bayi tengkurap secara melintang di pangkuan ibu. Sangga dagunya dengan salah satu tangan, lalu posisikan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari tubuhnya. Tepuk atau usap punggungnya dengan lembut dengan tangan yang lain. 

Itulah yang perlu ibu ketahui mengenai pentingnya sendawa bayi bayi. Jika terjadi gangguan kesehatan pada bayi yang berkaitan dengan kembung atau masuk angin, segeralah bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2020. Breastfeeding and Burping Your Baby
Parents. Diakses pada 2020. Baby Burping: What You Should Know