• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bedanya Operasi Usus Buntu dengan Laparoskopi

Bedanya Operasi Usus Buntu dengan Laparoskopi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu sering mengonsumsi makanan bercabai? Hati-hati, kamu bisa terkena penyakit usus buntu. Seseorang yang mengalami gangguan ini akan merasakan nyeri pada perut, terutama pada pusar. Jika kamu mengidap gangguan ini, pastikan untuk segera mengobatinya karena usus buntu dapat pecah yang menyebabkan penyebaran bakteri di dalam tubuh. Hal paling parah yang dapat terjadi adalah kematian.

Maka dari itu, kamu harus tahu beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit usus buntu. Dua pengobatan yang biasa dilakukan agar gangguan tersebut dapat diatasi adalah dengan operasi usus buntu dan laparoskopi. Meski begitu, kedua penanganan ini memiliki perbedaan terkait cara melaksanakannya dan lainnya. Ketahui perbedaan tersebut di bawah ini!

Baca juga: Dapatkah Usus Buntu Ditangani Tanpa Operasi?

Perbedaan Antara Operasi Usus Buntu dan Laparoskopi

Penyakit usus buntu adalah gangguan yang terjadi ketika bagian tersebut meradang dan bengkak, sehingga bakteri dapat dengan cepat berkembang biak di dalam organ. Gangguan tersebut juga dapat menyebabkan pembentukan nanah. Bakteri yang menumpuk dapat menyebabkan perasaan nyeri pada area pusar yang menyebar ke bagian kanan bawah perut. Selain itu, kamu juga dapat mengalami mual, muntah, hingga diare.

Maka dari itu, kamu harus tahu dua cara yang umum dilakukan untuk mengatasi penyakit usus buntu. Metode penanganan tersebut antara lain operasi usus buntu dan laparoskopi. Berikut ini pembahasan mengenai perbedaan dari kedua metode tersebut:

  • Operasi Usus Buntu

Salah satu cara untuk mengatasi penyakit usus buntu adalah dengan melakukan operasi usus buntu atau apendektomi. Metode ini adalah pengobatan standar yang digunakan untuk mengatasi apendisitis. Seseorang yang mengalami gangguan tersebut harus segera mendapatkan penanganan sebelum usus buntu menjadi pecah. Setelah operasi dilakukan, kebanyakan orang akan pulih tanpa mengalami komplikasi.

Hal ini dapat mengobati penyakit usus buntu dengan cara mengangkat usus buntu keluar dari tubuh. Ahli bedah akan membuat satu sayatan di sisi kanan bawah perut untuk mengangkat bagian tersebut dan menutup luka dengan jahitan. Cara ini juga dapat memungkinkan dokter untuk membersihkan rongga perut jika usus buntu ternyata sudah pecah. Dokter mungkin lebih memilih operasi usus buntu jika usus buntu sudah pecah dan infeksi telah menyebar ke organ lain.

Baca juga: Penyakit Usus Buntu Hanya Bisa Sembuh dengan Operasi?

  • Laparoskopi

Laparoskopi juga termasuk salah satu pilihan untuk mengatasi penyakit usus buntu. Hal ini diawali dengan membuat beberapa sayatan kecil pada perut. Setelah itu, sebuah tabung kecil yang disebut kanula kemudian dimasukkan. Alat tersebut untuk mengembangkan perut dengan gas karbon dioksida. Cara ini dilakukan agar ahli beda dapat melihat usus buntu dengan lebih jelas.

Setelah membengkak, alat bernama laparoskop dimasukkan ke dalam sayatan tersebut. Laparoskop adalah tabung dengan cahaya intensitas tinggi dan kamera resolusi tinggi di bagian depannya. Kamera akan menampilkan gambar di layar sehingga mampu menemukan penyakit usus buntu. Dengan cara ini, penyakit tersebut dapat diatasi dengan sayatan yang minimum sehingga tidak ada bekas luka yang besar pada perut.

Itulah perbedaan antara operasi usus buntu biasa dengan metode laparoskopi. Keduanya memang dapat mengatasi penyakit usus buntu, tetapi laparoskopi terbilang lebih efektif karena hanya membutuhkan sayatan kecil. Meski begitu, dokter yang akan menentukan metode yang mana yang lebih baik untuk diterapkan, terlebih lagi jika usus buntu sudah pecah.

Baca juga: Menjalani Laparoskopi, Apa yang Perlu Disiapkan?

Lalu, apabila kamu masih memiliki pertanyaan terkait perbedaan dari kedua metode tersebut, dokter dari Halodoc dapat menjelaskannya lebih detail. Kamu dapat memanfaatkan fitur Chat atau Voice/Video Call, pada aplikasi Halodoc. Maka dari itu, download aplikasinya sekarang dan dapatkan kemudahan pada akses kesehatan!

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Appendectomy.
Healthline. Diakses pada 2020. Laparoscopy.