• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Gejala Usus Buntu, Kapan Harus Periksa ke Dokter?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Idap Gejala Usus Buntu, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Idap Gejala Usus Buntu, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 03 Juni 2021
Idap Gejala Usus Buntu, Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Halodoc, Jakarta - Apakah kamu atau Si Kecil pernah atau sedang mengalami rasa sakit yang amat menyakitkan pada perut kanan bagian bawah? Nah, kondisi tersebut bisa menjadi tanda penyakit usus buntu dalam tubuh.

Waspada, bila dibiarkan tanpa penanganan, radang usus buntu bisa menimbulkan komplikasi yang mengancam nyawa. Lantas, seperti apa sih gejala usus buntu yang dialami pengidapnya? Lalu, kapan sebaiknya pengidapnya perlu menemui dokter? 

Baca juga: Penyakit Usus Buntu Hanya Bisa Sembuh dengan Operasi?

Kenali Gejala Awal, Segera Temui Dokter

Penyakit usus buntu biasanya akan menimbulkan beberapa keluhan pada pengidapnya. Namun, ada satu gejala usus buntu yang amat khas, yaitu nyeri pada perut atau kolik abdomen.

Gejala awal usus buntu biasanya berupa rasa nyeri pada bagian pusar, dan bergerak ke bagian kanan bawah perut. Posisi nyeri ini bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya. Posisi nyerinya bergantung pada posisi dari usus buntu dan usia pengidapnya. 

Menurut ahli di National Institutes of Health (NIH), gejala penyakit usus buntu sangat bervariasi. Di samping itu, dalam beberapa kasus sulit untuk mendeteksi usus buntu pada anak kecil, orang tua, dan wanita subur.

Meski begitu, hampir sebagian besar pengidapnya mengalami rasa sakit di sekitar pusar dan perut bagian atas. Rasa sakit ini akan semakin menjadi-jadi ketika berjalan, batuk, atau melakukan gerakan secara tiba-tiba. 

Kembali ke pertanyaan di atas, kapan kamu perlu memeriksakan penyakit usus buntu ke dokter? Menurut pakar di NIH dan National Health Service - UK, bila kamu mengalami sakit perut yang semakin memburuk, segeralah temui dokter. Jika opsi tersebut tidak tersedia, cobalah langsung tanyakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc

Namun, bila dirimu merasakan nyeri yang tiba-tiba bertambah parah dan menyebar ke seluruh perut, segeralah hubungi rumah sakit terdekat dan mintalah ambulans bila diperlukan. Ingat, penyakit usus buntu merupakan kondisi yang membutuhkan perhatian dan tindakan medis segera.

Di samping itu, bila rasa nyerinya mereda untuk sementara waktu, tetapi kemudian bertambah parah, tetaplah untuk menemui dokter. Usus buntu bisa pecah sewaktu-waktu dan mengakibatkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Menurut NIH, alangkah lebih baik bila dirimu segera menemui dokter bila mengalami nyeri di bagian kanan bawah perut, atau gejala usus buntu lainnya. 

Baca juga: Sering Makan Pedas? Ini Dampaknya pada Usus Buntu

Gejala yang Berbeda pada Anak-Anak

Lain gejala pada orang dewasa, lain pula gejala usus buntu pada anak-anak. 

Hal yang perlu diingat, gejala penyakit usus buntu pada anak dan orang dewasa tidak selalu sama. Nah, berikut beberapa gejala penyakit usus buntu pada anak yang perlu diketahui:

  • Demam ringan dan nyeri di sekitar pusar.
  • Rasa sakit di bagian tengah perut, mungkin hilang timbul.
  • Rasa sakit biasanya semakin parah dan bergerak ke sisi kanan bawah perut, sebagian pengidapnya mengalami penjalaran nyeri hingga perut kanan atas, pinggul, dan punggung.
  • Dalam beberapa jam, rasa sakit bergerak ke sisi kanan bawah perut, di mana usus buntu biasanya berada, dan menjadi menetap serta bertambah parah. Bila ditekan atau ketika anak batuk atau berjalan kaki, nyerinya bisa bertambah sakit. 
  • Mual dan muntah.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Peningkatan jumlah sel darah putih, yang merupakan tanda terdapatnya infeksi lain pada tubuh.
  • Sementara pada bayi dan anak yang berusia kurang dari 2 tahun, gejala penyakit usus buntu biasanya muntah, kembung, sakit perut, tidak mau makan atau minum, terjadi demam, bahkan diare.

Baca juga: Inilah Perbedaan Usus Buntu dan Mag

Nah, andaikan Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan dirinya ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit. Praktis, kan? 



Referensi:
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Appendicitis
Kids Health. Diakses pada 2021. For Parents. Appendicitis. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Appendicitis.
National Health Service - UK. Diakses pada 2021. Appendicitis