Ad Placeholder Image

Begini Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Adryansyah Can, SpU   07 April 2026

Kencing terus menerus atau frekuensi urine yang tinggi sering kali disebabkan oleh gaya hidup, infeksi saluran kemih, atau kondisi medis seperti diabetes.

Begini Cara Mengatasi Sering Buang Air KecilBegini Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil

DAFTAR ISI


Jumlah normal untuk buang air kecil per hari yaitu 6–7 kali dalam kurun waktu 24 jam. Frekuensi buang air kecil yang normal ini biasanya tergantung dari jenis cairan, serta seberapa banyak cairan yang kamu minum dalam sehari. 

Buang air kecil bisa dikatakan bermasalah ketika frekuensinya melebihi dari angka normal, serta terdapat perubahan warna dan aroma pada urine.

Jika kamu mengalaminya, ada sejumlah cara untuk mengatasi sering buang air kecil. Simak selengkapnya pada artikel berikut ini!

Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil

Masalah sering buang air kecil bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. 

Pada beberapa kondisi, masalah yang satu ini bisa menjadi gejala dari kondisi medis seperti infeksi saluran kemih, batu ginjal, infeksi ginjal, diabetes, hingga gangguan prostat. 

Ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi sering buang air kecil, seperti: 

1. Menghindari terlalu banyak minum pada malam hari

Mudah haus saat malam hari sangat wajar terjadi. Ini bisa disebabkan karena kamu menjalani aktivitas yang berat selama seharian, sehingga banyak berkeringat dan tubuh membutuhkan lebih banyak cairan.

Namun, minum air terlalu intens di malam hari, terutama 2–3 jam sebelum tidur bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Ada baiknya, kamu membatasi konsumsi air di malam hari untuk menghindari terbangun karena ingin pipis.

Apabila muncul perasaan ingin buang air kecil terus menerus, kamu bisa mengatasinya dengan mengonsumsi obat. Rekomendasi obatnya bisa kamu cari tahu pada artikel berikut: Ini Berbagai Obat Anyang-Anyangan yang Bisa Dipilih

Obat-obatan tersebut bisa kamu dapatkan dengan mudah di Toko Kesehatan Halodoc

2. Membatasi alkohol dan kafein

Minum terlalu banyak alkohol dan kafein juga bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil. 

Sebab, alkohol dan kafein memiliki efek diuretik sehingga membuatmu lebih sering pipis.

Selain itu, alkohol juga bisa mengganggu sinyal yang dikirimkan otak ke kandung kemih. Padahal, sinyal ini berfungsi mengatur kapan seseorang harus buang air kecil. 

3. Melakukan latihan kegel

Selain melakukan perubahan pada gaya hidup melalui pola makan dan minum tertentu, latihan kegel juga bisa jadi cara mengatasi sering buang air kecil. 

Latihan kegel dapat membangun kekuatan dasar panggul. Otot-otot ini bertugas menopang organ-organ di panggul, termasuk kandung kemih. Melatih otot dasar panggul dapat membantu tubuh mengontrol keinginan buang air kecil.

Agar kamu lebih waspada, yuk, “Kenali 5 Penyebab Sering Buang Air Kecil”.

4. Kombinasi olahraga

Olahraga memang baik untuk kesehatan tubuh. Tetapi jenis olahraga dengan intensitas tinggi, seperti aerobik, angkat beban, dan jogging, dapat membuat otot panggul kurang bisa menahan keinginan berkemih. Apalagi jika kamu tidak ‘mengunci’ perut dan panggul saat melakukan latihan-latihan tersebut.

Ada baiknya, kamu mengombinasikan olahraga tersebut dengan jenis olahraga lain. Contohnya pilates, yoga, ataupun renang.

5. Menurunkan berat badan

Kelebihan berat badan dapat melemahkan otot dasar panggul, yang menyebabkan inkontinensia karena tekanan jaringan lemak pada kandung kemih.

Gejala akan membaik atau bahkan bisa hilang sepenuhnya, jika kamu menurunkan berat badan berlebih. 

Gejala yang Menyertai Kencing Berlebih

Fenomena kencing terus menerus jarang muncul sebagai gejala tunggal. Biasanya, kondisi ini disertai dengan beberapa tanda lain yang membantu tenaga medis menentukan diagnosis.

Gejala tersebut meliputi rasa tidak nyaman di area panggul, urgensi (keinginan mendadak yang kuat untuk berkemih), hingga inkontinensia atau ketidakmampuan menahan urine.

Penderita juga mungkin mengalami perubahan karakteristik urine, seperti warna yang lebih keruh atau bau yang menyengat.

Jika terdapat sensasi terbakar saat mengeluarkan urine (disuria), hal ini sering menjadi indikasi adanya peradangan.

Kemenkes RI dalam pedoman kesehatan nasional menekankan agar masyarakat waspada jika frekuensi berkemih meningkat secara drastis tanpa perubahan pola minum yang jelas.

Ketahui tentang Inkontinensia Urine – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya di sini.

Penyebab Kencing Terus Menerus

Beberapa faktor dapat memicu kencing terus menerus, mulai dari faktor eksternal hingga kondisi patologis internal.

Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah penyebab paling umum, di mana bakteri mengiritasi dinding kandung kemih dan memicu kontraksi berlebih.

Selain itu, penderita Diabetes Mellitus sering mengalami hal ini karena tubuh berusaha membuang kelebihan glukosa melalui urine.

Pembesaran prostat (BPH) pada pria atau melemahnya otot dasar panggul setelah persalinan pada wanita juga berperan besar.

Konsumsi zat diuretik seperti kafein, alkohol, dan obat-obatan hipertensi tertentu juga dapat merangsang ginjal memproduksi urine lebih cepat.

Kondisi psikologis seperti kecemasan berlebih juga diketahui dapat memicu aktivitas kandung kemih yang terlalu aktif (overactive bladder).

Langkah Pencegahan dan Kesehatan Kandung Kemih

Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga pola makan dan hidrasi yang tepat. Hindari konsumsi minuman yang bersifat iritan bagi kandung kemih, seperti minuman berkarbonasi, pemanis buatan, dan makanan yang terlalu pedas.

Mengatur jadwal minum, terutama mengurangi asupan cairan menjelang waktu tidur, sangat efektif untuk mengatasi gangguan nokturia.

Menjaga berat badan ideal juga penting karena obesitas dapat memberikan tekanan tambahan pada kandung kemih.

Selain itu, menjaga kebersihan area genital adalah langkah krusial untuk mencegah infeksi saluran kemih yang menjadi pemicu utama kencing terus menerus.

Edukasi mengenai cara membasuh yang benar (dari depan ke belakang) harus dipahami untuk meminimalkan perpindahan bakteri.

Itulah informasi mengenai cara mengatasi sering buang air kecil. 

Jika frekuensi buang air kecil semakin intens dan mengganggu aktivitas, segeralah konsultasikan diri ke dokter. Karena faktanya, “Sering Buang Air Kecil, Bisa Disebabkan Oleh 6 Penyakit Ini”.

Kini, konsultasi dengan dokter bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui Halodoc. Yuk, hubungi dokter dengan klik banner di bawah ini!

Referensi:
Bladder & Bowel Community. Diakses pada 2026. Urinary Frequency – How Often Should You Pee?
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Urination: Frequent Urination.
National Health Service. Diakses pada 2026. 10 ways to stop leaks -Urinary incontinence.

FAQ

1. Apakah kencing terus menerus selalu menandakan penyakit ginjal?

Tidak selalu. Meski ginjal berperan dalam produksi urine, frekuensi berkemih lebih sering berkaitan dengan masalah kandung kemih, prostat, atau kondisi sistemik seperti diabetes.

2. Kapan frekuensi kencing dianggap tidak normal?

Jika seseorang berkemih lebih dari 8 kali dalam 24 jam atau harus terbangun lebih dari 2 kali di malam hari tanpa peningkatan asupan cairan yang signifikan.

3. Bagaimana kafein memengaruhi keinginan kencing?

Kafein adalah zat diuretik yang meningkatkan aliran darah ke ginjal dan merangsang kandung kemih, sehingga mempercepat proses pengosongan urine.