• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mengatasi Sindrom Mallory Weiss

Begini Cara Mengatasi Sindrom Mallory Weiss

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Kerongkongan adalah saluran makanan yang mengalir dari mulut hingga ke lambung. Maka dari itu, peran bagian tersebut untuk membuat tubuh dapat mencerna makanan sangat penting. Salah satu hal yang dapat mengganggu kerongkongan adalah sindrom Mallory Weiss.

Hal tersebut terjadi ketika salah satu jaringan pada kerongkongan, yang disebut mukosa, mengalami robek. Robekan tersebut terjadi di antara kerongkongan dan lambung. Sindrom ini dapat menyebabkan muntah darah, sehingga disebut berbahaya. Pembahasan ini akan mencari tahu cara untuk mengatasi sindrom Mallory Weiss.

Baca juga: 3 Cara Mendiagnosis Sindrom Mallory Weiss

Cara Mengatasi Sindrom Mallory Weiss

Sindrom Mallory Weiss adalah terjadinya robekan pada selaput lendir, yaitu bagian esofagus dan perut bertemu disebut dengan persimpangan gastroesofageal. Robekan tersebut dapat menyebabkan perdarahan hebat dari saluran pencernaan. Walau begitu, kelainan ini dapat sembuh dengan sendirinya.

Seseorang dapat mengidap sindrom Mallory Weiss disebabkan oleh periode muntah yang terjadi tidak sebentar. Selain itu, gangguan ini juga dapat terjadi karena penyalahgunaan alkohol. Penyakit ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita, terlebih lagi jika usianya sekitar 40 hingga 60 tahun.

Sindrom Mallory Weiss yang menyerang paling umum menimbulkan gejala, seperti nyeri perut, muntah darah, dan muntah yang tidak tertahankan. Darah yang keluar mungkin telah membeku sehingga berwarna gelap. Jika penyakit ini telah menyebabkan banyak darah hilang, mungkin syok dan kolaps dapat terjadi.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait Sindrom Mallory Weiss, dokter dari Halodoc dapat membantu untuk menjawabnya. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan! Kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar rumah dengan aplikasi ini.

Baca juga: Ini Penyebab Sindrom Mallory Weiss yang Perlu Diketahui

Lalu, bagaimana cara mengatasi sindrom Mallory Weiss yang terjadi? Gangguan yang disebabkan oleh robekan pada kerongkongan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, sekitar 80-90 persen dari total kasus yang telah terjadi. Penyembuhan tersebut umumnya terjadi dalam beberapa hari dan butuh perawatan. Namun, jika perdarahan tidak berhenti, kamu mungkin akan mendapatkan perawatan, seperti:

  1. Terapi Endoskopi

Salah satu cara mengatasi sindrom Mallory Weiss adalah dengan melakukan terapi endoskopi. Dokter yang melakukan perawatan EGD dapat menjalankan terapi ini. Beberapa terapi yang dapat dilakukan adalah:

  • Terapi injeksi (sclerotherapy), yaitu dengan memberikan obat pada robekan agar dapat menutup pembuluh darah dan menghentikan pendarahan.

  • Terapi koagulasi, yaitu memberikan panas untuk menutup pembuluh yang robek.

  • Kehilangan darah yang berlebih dan mungkin perlu diberikan transfusi untuk menggantikan darah yang hilang.

  1. Metode Bedah

Terkadang, satu metode saja tidak cukup untuk mengatasi perdarahan yang terjadi. Jadi, cara lain untuk menghentikannya adalah dengan melakukan operasi, seperti laparoskopi untuk menjahit robekan agar tidak mengeluarkan darah. Selain operasi, dokter mungkin menggunakan arteriografi untuk mengidentifikasi pembuluh darah dan menyumbatnya agar perdarahan berhenti.

Baca juga: Alasan Kecanduan Alkohol Berisiko Terkena Sindrom Mallory Weiss

  1. Obat-obatan

Hal terakhir yang dilakukan untuk menyembuhkan sindrom yang menyebabkan robekan pada kerongkongan adalah dengan mengonsumsi obat-obatan. Beberapa obat pengurang produksi asam lambung, seperti famotidine atau lansoprazole dapat dikonsumsi. Walau begitu, keefektivitasan obat tersebut masih dalam perdebatan para ahli medis.

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi sindrom Mallory Weiss apabila tidak kunjung sembuh. Selain itu, agar kamu dapat mencegah gangguan ini, kebiasaan hidup juga harus diubah agar kerongkongan kamu tetap sehat. Hal yang paling baik adalah mencegah dibandingkan mengobati, bukan?

Referensi:
Health Line. Diakses pada 2019. Mallory-Weiss Syndrome
RareDisease.org. Diakses pada 2019. Mallory Weiss Syndrome