• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Pencegahan Gangguan Dismorfik Tubuh pada Remaja

Begini Pencegahan Gangguan Dismorfik Tubuh pada Remaja

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Memasuki masa remaja, wajar bila anak mulai memperhatikan penampilannya. Ia mungkin menjadi lebih sering berkaca, mencoba berbagai gaya rambut, atau bahkan mulai berdiet untuk menjaga tubuhnya tetap ideal. 

Namun, orangtua perlu berhati-hati bila anak remaja mulai sering mengeluhkan kekurangan penampilannya. Soalnya, hal tersebut bisa menjadi tanda-tanda gangguan dismorfik tubuh atau body dysmorphic disorder (BDD). Karena itu, yuk ketahui cara mencegah gangguan dismorfik tubuh pada remaja di sini.

Memahami Tentang Gangguan Dismorfik Tubuh

Gangguan dismorfik tubuh adalah gangguan kesehatan mental ketika seseorang tidak bisa berhenti memikirkan satu atau lebih cacat atau kekurangan yang dirasakan dalam penampilannya. Kekurangan tersebut mungkin tampak kecil, bahkan tidak disadari oleh orang lain.

Namun, orang dengan gangguan dismorfik tubuh dapat merasa sangat malu dan cemas akan kekurangan tersebut, sehingga ia menghindari banyak situasi sosial. Gangguan dismorfik tubuh bisa terjadi pada siapa saja dari segala usia, namun paling sering ditemukan pada anak remaja dan dewasa muda. Gangguan ini bisa terjadi pada pria dan wanita.

Penyebab dan Faktor Risiko Gangguan Dismorfik Tubuh

Penyebab gangguan dismorfik tubuh belum diketahui secara spesifik. Gangguan dismorfik tubuh bisa disebabkan oleh kombinasi berbagai masalah, seperti adanya riwayat keluarga dengan gangguan tersebut, kelainan pada otak, atau pengalaman negatif tentang tubuh atau citra diri. 

Selain itu, beberapa faktor berikut tampaknya juga meningkatkan risiko atau memicu terjadinya gangguan dismorfik tubuh, yaitu:

  • Memiliki kerabat darah dengan gangguan dismorfik tubuh atau gangguan obsesif-kompulsif.
  • Pengalaman hidup yang buruk, seperti sering diejek, tidak dianggap atau dilecehkan pada masa kecil.
  • Memiliki ciri kepribadian tertentu, seperti perfeksionisme.
  • Mendapatkan tekanan sosial atau diharapkan untuk tampil cantik.
  • Memiliki kondisi kesehatan mental lainnya, seperti kecemasan atau depresi.

Baca juga: Pengaruh Body Image pada Kesehatan Mental

Cara Mencegah Gangguan Dismorfik Tubuh

Sayangnya, belum diketahui cara untuk mencegah gangguan dismorfik tubuh pada remaja. Namun, kamu dianjurkan untuk memulai pengobatan segera setelah anak remaja kamu mulai menunjukkan gejala-gejala dismorfik tubuh. Dengan melakukan pengobatan sedini mungkin, peluang anak remaja untuk sembuh pun lebih besar. 

Mengajarkan dan mendorong sikap yang sehat dan realistis tentang citra tubuh pada anak remaja juga membantu mencegah gangguan dismorfik tubuh atau mencegahnya menjadi lebih buruk. Selain itu, memberikan dukungan pada anak juga mampu meringankan gejala dan membantu anak untuk mengelola gangguan tersebut.

Orangtua, Kenali Gejalanya 

Penting bagi orangtua untuk mewaspadai gangguan dismorfik tubuh pada anak remaja dengan cara mengenali gejalanya, agar memberikan pengobatan pada anak. Berikut gejala-gejala yang mungkin ditunjukkan anak remaja yang mengalami gangguan dismorfik tubuh:

  • Terlalu sibuk memikirkan kekurangan yang ia rasakan dalam penampilannya yang bagi orang lain tampak kecil atau tidak kelihatan.
  • Sangat yakin bahwa cacat dalam penampilannya akan membuat ia jelek.
  • Percaya bahwa orang lain memperhatikan penampilannya secara negatif atau mengejeknya.
  • Melakukan berbagai macam upaya untuk memperbaiki atau menyembunyikan kekurangannya, seperti sering melihat cermin selama berjam-jam setiap hari.
  • Mencoba menyembunyikan kekurangan yang dirasakannya dengan riasan, pakaian, dan lain-lain.
  • Sering membandingkan penampilannya dengan orang lain.
  • Sering bertanya tentang penampilannya pada orang lain.
  • Memiliki kecenderungan perfeksionis.
  • Menghindari situasi sosial.

Anak remaja dengan gangguan dismorfik tubuh dapat sibuk memikirkan dan berusaha menyempurnakan penampilannya secara berlebihan hingga memakan waktu sangat banyak, sehingga ia dapat mengalami masalah dalam studi dan kehidupan sosialnya.

Fitur tubuh yang biasanya difokuskan atau sangat diperhatikan oleh anak remaja dengan gangguan dismorfik tubuh, antara lain wajah (seperti hidung, kulit, atau jerawat), rambut (seperti gaya rambut, atau rambut rontok), penampilan kulit, dan ukuran payudara.

Baca juga: Pengaruh Body Dysmorphic Disorder pada Kesehatan Fisik

Pengobatan untuk Gangguan Dismorfik Tubuh

Kabar baiknya, gejala gangguan dismorfik tubuh bisa membaik dengan melakukan pengobatan. Bila anak remaja kamu memiliki gejala gangguan dismorfik tubuh yang relatif ringan, ia mungkin akan disarankan untuk menjalani jenis terapi bicara yang disebut terapi perilaku kognitif atau CBT. Terapi ini bisa dilakukan secara berkelompok atau sendiri.

Bila anak mengalami gejala yang sedang, ia akan disarankan untuk menjalani CBT atau diberikan jenis obat antidepresan yang disebut selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI). Namun, bila anak remaja kamu mengalami gejala gangguan dismorfik tubuh yang parah atau perawatan lainnya tidak berhasil, dokter akan memberikan kombinasi CBT dan SSRI.

Baca juga: Pengaruh Sosial Media pada Remaja

Untuk membicarakan masalah kesehatan mental yang dialami anak remaja kamu, jangan ragu untuk minta saran kesehatan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Body dysmorphic disorder.
WebMD. Diakses pada 2020. How can you prevent body dysmorphic disorder (BDD)?