• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Proses Cek Sperma untuk Mendeteksi Masalah Genetik

Begini Proses Cek Sperma untuk Mendeteksi Masalah Genetik

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta – Cek sperma untuk mendeteksi masalah genetik disebut juga dengan Sperm Aneuploidy Test (SAT). Ini adalah tes diagnostik untuk mempelajari etiologi genetik dari infertilitas pria. Dengan melakukan tes ini, memungkinkan untuk evaluasi keberadaan sejumlah kromosom abnormal dalam sperma. Mulai dari kromosom yang sering terlibat dalam keguguran spontan dan kromosom yang dapat menyebabkan anak-anak yang terkena sindrom, seperti sindrom Down (kromosom 13, 18, 21, X dan Y). Bagaimana proses cek sperma dilakukan? Simak di sini!

Baca juga: Manfaat Cek Sperma Sebelum Program Kehamilan

Cek Sperma untuk Deteksi Masalah Genetik

Prosedur yang dilakukan pertama adalah: 

1. Pengambilan contoh sperma.

2. Sperma dicuci dengan dengan culture media.

3. Dilakukan fiksasi dengan larutan carnoy’s solution.

4. Sperma dipisahkan.

5. Kondensasi sperma.

6. Hibridisasi.

7. Pendeteksian. 

8. Analisis.

Pria dengan hasil pemeriksaan SAT abnormal dapat memengaruhi beberapa hal yang pada akhirnya berdampak pada genetik, yaitu: 

1. Tingkat Embrio

Spermatozoa dengan kelainan kromosom seks atau kelainan pada kromosom 13, 18, atau 21 akan menghasilkan embrio aneuploid (embrio tidak berkembang).

2. Peluang Kehamilan

Hasil SAT juga dapat menunjukkan penurunan angka kehamilan dan peningkatan angka keguguran.

3. Kualitas embrio

Hasil SAT juga menunjukkan peningkatan risiko keturunan dengan ketidakseimbangan kromosom (misalnya sindrom Down, Klinefelter, atau Turner).

Baca juga: Rencakan Kehamilan, Perlukah Suami Cek Sperma?

Cek sperma tidak hanya mendeteksi masalah genetika, tetapi juga kemungkinan infertilitas, infeksi, ketidakseimbangan hormon, penyakit seperti diabetes, dan paparan radiasi. Informasi selengkapnya mengenai proses cek sperma bisa dicari tahu langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Meningkatkan Kualitas Sperma

Jika kualitas sperma terkait dengan genetik memang sulit dihindarkan, tetapi jika genetik bukan problem utama, kamu bisa meningkatkan kualitas sperma melalui perubahan pola hidup.

1. Olahraga Rutin

Olahraga secara teratur dapat meningkatkan kadar testosteron dan kesuburan. Studi menunjukkan bahwa pria yang berolahraga secara teratur memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi dan kualitas air mani yang lebih baik daripada pria yang tidak aktif. Meski demikian, terlalu banyak olahraga juga dapat dapat berdampak sebaliknya, berpotensi menurunkan kadar testosterone.

Baca juga: Apakah Boleh Berhubungan Intim Sebelum Cek Sperma?

2. Mengonsumsi Vitamin C

Vitamin C dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan radikal bebas serta meningkatkan kualitas air mani. Suplemen vitamin C juga secara signifikan dapat meningkatkan jumlah dan motilitas sperma, sekaligus mengurangi jumlah sel sperma yang cacat.

3. Meminimalkan Stres 

Stres dapat mengurangi kepuasan seksual dan mengganggu kesuburan. Stres yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan kadar kortisol, yang memiliki efek negatif yang kuat pada testosteron. Saat kortisol naik, kadar testosteron cenderung turun. 

4. Cukupi Asupan Vitamin D 

Vitamin D penting untuk kesuburan pria dan wanita, karena ini adalah nutrisi lain yang dapat meningkatkan kadar testosteron. Kadar vitamin D yang tinggi terkait dengan motilitas sperma yang lebih besar, selain untuk kualitas sperma, keberadaan vitamin D memang dibutuhkan untuk mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.

Referensi:
Igenomix. Diakses pada 2020. SAT Sperm aneuploidy test.
Laboratorium Riset Fakultas Kedokteran Unsoed. Diakses pada 2020. Larutan Fiksatif Pilihan untuk Histopatologi.
Healthline. Diakses pada 2020. 10 Ways to Boost Male Fertility and Increase Sperm Count.