• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Biduran Bisa Menular? Ini Faktanya

Benarkah Biduran Bisa Menular? Ini Faktanya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Rasa gatal yang ditandai dengan benjolan merah bisa menjadi ciri penyakit tertentu, salah satunya biduran. Biduran umumnya ditandai dengan benjolan merah yang sedikit terangkat di kulit dan terasa gatal. Biduran memang bukan penyakit serius dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa perawatan khusus. 

Meski begitu, kondisi ini tetap tidak boleh disepelekan karena bisa menimbulkan infeksi kalau digaruk terus menerus. Penyakit kulit biasanya mudah menular, apakah biduran juga bisa menular? Begini penjelasannya. 

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Biduran yang Perlu Diketahui

Apakah Biduran Bisa Menular?

Berbeda dengan penyakit kulit kebanyakan, menurut Healthline, biduran tidak akan menular, termasuk ketika kamu menyentuh kulit orang yang mengalami biduran. Kalau pun menular, penularan ini dipicu oleh penyebab biduran itu sendiri. Biduran bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari infeksi bakteri, virus, radang tenggorokan atau flu biasa. 

Nah, gejala biduran terkadang mirip dengan penyakit lainnya yang mungkin saja mudah menular. Untuk itu, ketahui gejala biduran berikut ini agar kamu bisa membedakannya.

Gejala Biduran

Gejala dari biduran bisa berlangsung sebentar yakni hanya beberapa menit atau berlangsung lama sampai berbulan-bulan. Gejala biduran umumnya  meliputi :

  • Benjolan dapat muncul di area tubuh mana saja. Benjolan dapat berubah bentuk, bergerak, menghilang dan muncul kembali dalam waktu singkat.
  • Benjolan bisa berwarna merah atau berwarna kulit dengan tepi yang jernih.
  • Biasanya muncul tiba-tiba dan menghilang dengan cepat. Jika ditekan, benjolan yang merah menjadi berwarna putih.

Jika biduran yang kamu alami tidak kunjung hilang dan bertahan lebih dari sebulan atau sering sekali kambuh dari waktu ke waktu, segera temui dokter ahli kulit. Dokter akan bertanya seputar riwayat penyakit yang kamu miliki dan melanjutkannya dengan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh untuk mencari penyebab gejala. Tes kulit mungkin diperlukan untuk mengidentifikasi pemicu.

Baca juga: Tidak Kena Air Bisa Jadi Obat Biduran Ampuh?

Kalau kamu berencana mengunjungi rumah sakit untuk memeriksakan kondisi kulit yang kamu alami, kamu bisa membuat janji terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter yang tepat sesuai aplikasi.

Pengobatan Biduran

Sebagian besar kasus biduran tidak berbahaya biasanya hilang dengan sendirinya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat gatal-gatal biduran, yaitu:

  • Segera minum antihistamin;
  • Hindari menggaruk area yang gatal;
  • Oleskan krim anti-gatal;
  • Tutupi area yang gatal dengan dengan kain dingin;
  • Mandi air hangat jika biduran disebabkan oleh udara dingin;
  • Pakailah pakaian yang longgar;
  • Hindari alkohol, tembakau, dan olahraga (keringat mengiritasi gatal-gatal).

Baca juga: Kunyit Ampuh untuk Usir Biduran, Apa Kata Dokter?

Biduran tidak dapat dicegah, kecuali kamu paham pemicunya. Tapi, umumnya biduran dipicu oleh makanan atau bahan yang membuat kamu alergi, memakai pakaian ketat dalam waktu lama, dan stres atau kelelahan. Pastikan kamu tahu apa makanan dan bahan apa saja yang bisa membuat biduran kambuh, jangan memakai pakaian ketat, cukup istirahat, rutin cuci tangan, dan hindari beraktivitas terlalu berat saat suhu yang terlalu ekstrem.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2020. Are Hives Contagious?.
Family Doctor. Diakses pada 2020. Hives (Urticaria).
American College of Alergy Asthma & Immunology. Diakses pada 2020. Hives (Urticaria).