• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah COVID-19 Second Wave Lebih Rentan Menyerang Usia Muda?

Benarkah COVID-19 Second Wave Lebih Rentan Menyerang Usia Muda?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah COVID-19 Second Wave Lebih Rentan Menyerang Usia Muda?

Halodoc, Jakarta – Pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Malah sekarang ini, banyak negara sedang berjuang melewati gelombang kedua COVID-19. Namun, nampaknya virus corona lebih banyak menyerang orang-orang muda pada gelombang kedua ini.

Di India, tepatnya di Agra Uttar Pradesh, jumlah orang berusia antara 21 dan 40 tahun yang meninggal karena infeksi virus corona lebih banyak daripada pada gelombang pertama pandemi. Berdasarkan data pemerintah tentang COVID-19 di Agra, dari 6695 kasus COVID-19 selama gelombang kedua pandemi, 47 orang berusia antara 21 dan 40 tahun sudah meninggal karena infeksi.

Sedangkan pada gelombang pertama pandemi, jumlah orang dari kategori usia yang sama yang meninggal akibat virus corona adalah sebanyak 21 orang dari 4408 orang yang terinfeksi virus tersebut. Mengapa gelombang kedua COVID-19 lebih berdampak pada orang-orang muda?

Baca juga: Waspadai Gelombang Kedua Corona

Mutasi Membuat Virus Corona Lebih Menular

Rajiv Puri, kepala ICU Covid di SN Medical College di India mengungkapkan kepada India Today TV bahwa sebanyak 800 orang dibawa ke rumah sakit COVID karena gangguan pernapasan dalam dua bulan terakhir, 300 di antaranya berakhir di ICU. Hampir setengah dari pasien ICU ini berusia antara 32 dan 40 tahun.

Dr. Sanjiv Singh, kepala departemen mikrobiologi menjelaskan bahwa setelah gelombang pertama, virus mengalami mutasi. Virus yang bermutasi ini terbukti jauh lebih menular dan meningkatkan kejadian rawat inap. Bila jenis virus sebelumnya hanya berdampak pada satu atau dua anggota keluarga, jenis virus yang bermutasi jauh lebih ganas dan bisa menyerang seluruh keluarga sekaligus pada satu waktu.

Selain itu, bila pada gelombang pertama, sebagian besar orang yang terinfeksi COVID-19 bisa sembuh dengan melakukan isolasi mandiri di rumah, pada gelombang kedua COVID-19, virus mencapai paru-paru dan dalam seminggu, hampir 50 persen orang yang terinfeksi berakhir dengan infeksi paru-paru sedang hingga parah. Pengidap yang mengalami hal tersebut perlu dirawat di ICU dengan suplai oksigen yang konstan.

Baca juga: Mutasi Virus Corona N439K Kebal Terhadap Vaksin COVID-19

Efek Samping yang Lebih Banyak pada Gelombang Kedua

Tidak hanya lebih menular, dokter senior lainnya di SN Medical College mengatakan bahwa strain virus yang bermutasi juga bisa menyebabkan efek samping yang jauh lebih banyak setelah pemulihan daripada gelombang pertama.

Masalah mata, kehilangan ingatan sementara dan kelelahan adalah efek samping yang paling umum dari jenis virus yang bermutasi.

Kasus Jamur Hitam di Agra

Kasus jamur hitam di Agra juga semakin bertambah. Menurut Dr. A P Singh, ini adalah komplikasi pasca pemulihan utama dalam kasus COVID pada gelombang kedua. Dr AP Singh mengungkapkan bahwa banyak dari pasien ini harus menjalani operasi untuk menghilangkan jamur dari hidung, sinus, dan bahkan mata mereka. 

Keganasan Virus Pada Gelombang Kedua Membuat Orang Mudah Mudah Tertular

Orang-orang yang berusia muda sering dianggap memiliki kemungkinan yang kecil untuk tertular virus Corona. Hal itu karena mereka memiliki daya tahan tubuh yang masih kuat. Namun, pada gelombang kedua COVID-19, virus sudah bermutasi dan berkembang semakin ganas, sehingga bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. 

Virus corona pada gelombang kedua lebih mudah menular, sehingga orang muda pun tidak luput dari serangan virus tersebut. Selain itu, virus juga bisa menyebabkan komplikasi dan efek samping yang cukup parah, tidak hanya pada orang tua dan orang dengan penyakit penyerta, tapi juga pada orang muda yang memiliki tubuh yang kuat.

Baca juga: Waspada, Ini Gejala Positif COVID-19 Varian Baru

Oleh karena itu, jangan pernah menyepelekan virus Corona yang masih ada sampai saat ini dan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Menjaga sistem kekebalan tubuh juga sangat penting untuk membantu meningkatkan proteksi tubuh terhadap serangan virus. Selain mengonsumsi makanan sehat dan berolahraga secara teratur, kamu bisa mengonsumsi suplemen dan vitamin yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh. 

Kamu bisa membeli suplemen dan vitamin di Halodoc. Tinggal order lewat aplikasi dan pesanan kamu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download aplikasinya sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
India Today. Diakses pada 2021. Doctors explain why young people are more affected in second wave of Covid-19