• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Limfoma Hodgkin Bisa Sebabkan Gangguan Kesuburan?

Benarkah Limfoma Hodgkin Bisa Sebabkan Gangguan Kesuburan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Limfoma Hodgkin adalah kanker yang menyerang sistem limfatik, yakni bagian dari sistem kekebalan. Kondisi ini dapat memengaruhi orang-orang dari segala usia, tetapi paling sering terjadi pada orang-orang yang berusia antara 20 dan 40 tahun dan mereka yang berusia di atas 55 tahun.

Pada limfoma Hodgkin, sel-sel dalam sistem limfatik tumbuh secara tidak normal dan dapat menyebar ke luarnya. Untungnya kemajuan kemajuan dalam diagnosis dan pengobatan limfoma Hodgkin telah membantu memberi orang dengan penyakit ini kesempatan untuk sembuh total. Namun, beredar kabar bahwa penyakit ini bisa sebabkan gangguan kesuburan, apakah hal tersebut benar? Cari tahu jawabannya melalui ulasan berikut!

Baca juga: Benarkah Limfoma Hodgkin Bisa Pengaruhi Mood Pengidapnya?

Limfoma Hodgkin dan Gangguan Kesuburan

Sebetulnya tidak ada alasan fisik mengapa limfoma Hodgkin atau pengobatannya memengaruhi kehidupan seks. Namun, pengidapnya mungkin akan mengalami saat-saat ketika tidak ingin berhubungan seks karena mereka terlalu lelah. Selain itu, mereka yang sedang dalam pengobatan juga tidak diperkenankan untuk hamil, karena pengobatan yang dilakukan bisa membahayakan calon bayi. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan kontrasepsi yang andal selama perawatan. 

Pada wanita, perawatn limfoma hodgkin seperti kemoterapi dapat memengaruhi kesuburan wanita dengan menghentikan produksi sel telur di ovarium. Jika ini terjadi, ia tidak akan bisa hamil dan mungkin mengalami gejala menopause. Meskipun jika menstruasi berhenti, atau menjadi tidak teratur selama kemoterapi, ini tidak berarti ia akan mandul. Jika pengidapnya mengalami menopause dini, dokter mungkin menawarkan terapi penggantian hormon (HRT) untuk mengurangi gejala menopause.

Baca juga: Mandul Bisa Dipastikan dengan Tes Kesuburan

Sementara pada pria, kemoterapi dapat memengaruhi kesuburan pria dengan cara:

  • Mengurangi jumlah sperma yang dibuat.
  • Memengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

Kondisi ini mungkin bersifat sementara atau mungkin berarti seorang pria bisa saja tidak bisa lagi menjadi ayah dari seorang anak. Jika seorang pria berencana memiliki anak, mungkin perawatan akan menghentikannya memproduksi sperma. Oleh karena itu, mungkin saja sperma akan dibekukan dan disimpan sebelum memulai perawatan. Ini disebut bank sperma, sehingga kelak kamu masih bisa memiliki anak di masa yang akan datang. 

Jika kamu atau orang terdekat kamu mengidap limfoma Hodgkin dan berencana memiliki keturunan, sebaiknya tanyakan pada dokter di Halodoc untuk solusi yang bisa dilakukan. Dokter di Halodoc akan selalu siaga memberikan informasi kesehatan yang tepat untuk setiap kondisi kesehatan yang kamu alami.

Baca juga: 5 Faktor yang Tingkatkan Risiko Limfoma Hodgkin

Menghadapi Gangguan Kesuburan Saat Mengidap Limfoma Hodgkin

Rasanya pasti akan sangat menyedihkan mengetahui bahwa perawatan limfoma Hodgkin akan membuat kamu tidak bisa memiliki anak. Meskipun kamu tidak pernah berpikir untuk memiliki anak sebelumnya, kehilangan kesuburan bisa jadi sangat sulit untuk diatasi. Itu juga dapat memengaruhi perasaan kamu tentang diri sendiri. Perlu waktu untuk menyesuaikan diri dan kamu perlu memberi diri waktu untuk menerimanya.

Berbicara dengan teman dan kerabat tentang kanker untuk dapat membantu dan mendukungmu. Namun, beberapa orang bisa jadi takut dengan emosi yang mungkin timbul dan tidak ingin berbicara. Mereka mungkin khawatir kamu tidak dapat mengatasi situasi dengan baik. Hubungan dapat menjadi tegang jika keluarga atau teman tidak ingin berbicara. Namun, kamu perlu ingat bahwa berbicara dapat membantu meningkatkan kepercayaan dan dukungan di antara kalian. 

Bantu keluarga dan teman dengan memberi tahu mereka bahwa kamu ingin membicarakan apa yang terjadi dan apa yang dirasakan. Kamu mungkin juga akan lebih mudah berbicara dengan seseorang di luar teman dan keluarga sendiri seperti misalnya berbicara dengan terapis atau konselor.

Referensi:
Cancer Research UK. Diakses pada 2020. Sex, Fertility and Hodgkin Lymphoma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Hodgkin's Lymphoma (Hodgkin's Disease).
The Leukemia & Lymphoma Society of Canada. Diakses pada 2020. Fertility.