• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Lupus adalah Penyakit Menular?

Benarkah Lupus adalah Penyakit Menular?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Lupus merupakan penyakit autoimun sistemik yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat memengaruhi banyak sistem tubuh yang berbeda, termasuk persendian, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung, dan paru-paru.

Lupus dapat menjadi sulit untuk didiagnosis karena tanda-tanda dan gejalanya sering menyerupai penyakit lain. Tanda lupus yang paling khas yaitu muncul ruam wajah yang menyerupai sayap kupu-kupu yang membentang di kedua pipi (tidak semua kasus lupus mengalaminya).

Beberapa orang dilahirkan dengan kecenderungan mengembangkan lupus, yang mungkin dipicu oleh infeksi, obat-obatan tertentu atau bahkan sinar matahari. Meskipun tidak ada obat untuk lupus, terdapat perawatan dapat membantu mengendalikan gejala.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Lupus yang Perlu Diketahui

Apakah Lupus Menular?

Lupus tidak menular. Kamu tidak dapat mendapatkannya dari orang lain, bahkan melalui kontak atau seks yang sangat dekat. Kemungkinan penyakit autoimun ini dimulai karena kombinasi gen dan lingkungan. Penyakit ini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh mengalami salah arah dan menyerang jaringan seperti persendian, kulit, ginjal, paru-paru, dan jantung. Serangan ini menghasilkan peradangan yang dapat merusak organ-organ tersebut. 

Biasanya, sistem kekebalan melindungi tubuh terhadap penjajah asing seperti bakteri dan virus. Ketika mendeteksi kuman-kuman ini, ia menyerang dengan kombinasi sel-sel kekebalan dan protein spesifik yang disebut antibodi. Beberapa faktor yang berbeda memicu serangan sistem kekebalan ini, termasuk:

  • Gen. Lupus terjadi karena gen dalam keluarga. Para peneliti telah menemukan lebih dari 50 gen yang mereka yakini terkait dengan kondisi tersebut. Meskipun sebagian besar bukan hanya gen yang menyebabkan lupus, mereka mungkin membuat seseorang lebih rentan terkena lupus jika terpapar faktor-faktor risiko lain.

  • Lingkungan. Jika kamu menderita lupus, faktor-faktor tertentu di sekitar kamu dapat memicu gejala. Ini termasuk sinar ultraviolet dari matahari, infeksi seperti virus Epstein-Barr, dan paparan bahan kimia atau obat-obatan tertentu.

  • Hormon. Karena lupus jauh lebih umum pada wanita, diduga hormon wanita mungkin ada hubungannya dengan penyakit ini. Wanita cenderung memiliki gejala yang lebih buruk sebelum periode menstruasi mereka, ketika kadar estrogen meningkat. Namun, hubungan antara estrogen dan lupus belum terbukti.

  • Usia antara 15 dan 44 tahun. Ini adalah rentang usia di mana lupus paling sering dimulai.

Baca juga: 10 Fakta Tentang Lupus yang Perlu Diketahui 

Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat memengaruhi banyak area tubuh, termasuk:

  • Ginjal. Lupus dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius, dan gagal ginjal adalah salah satu penyebab utama kematian di antara orang-orang dengan lupus.

  • Otak dan sistem saraf pusat. Jika otak mengalami lupus, kamu mungkin mengalami sakit kepala, pusing, perubahan perilaku, masalah penglihatan, serta stroke atau kejang. Banyak orang dengan lupus mengalami masalah memori dan mungkin mengalami kesulitan mengekspresikan pikiran mereka.

  • Darah dan pembuluh darah. Lupus dapat menyebabkan masalah darah, termasuk anemia dan peningkatan risiko perdarahan atau pembekuan darah. Ini juga dapat menyebabkan peradangan pada pembuluh darah (vaskulitis).

  • Paru-paru. Memiliki lupus meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami radang selaput rongga dada (radang selaput dada), yang dapat membuat pernapasan menjadi menyakitkan. Pendarahan ke paru-paru dan pneumonia juga mungkin terjadi.

  • Jantung. Lupus dapat menyebabkan radang otot jantung, arteri, atau membran jantung (perikarditis). Risiko penyakit kardiovaskular dan serangan jantung juga meningkat pesat.

Baca juga: Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Apabila kamu merasakan gejala yang tidak nyaman yang tidak dikenali, sebaiknya jangan mendiagnosisnya sendiri. Komunikasikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan dapat segera dilakukan tindakan perawatan jika diperlukan.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lupus

Health Line. Diakses pada 2019. Is Lupus Contagious? Tips for Identification and Prevention