• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Lupus lama dikenal sebagai penyakit autoimun yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, belakangan sebuah penelitian akhirnya mengungkap apa penyebab utama penyakit ini bisa menyerang seseorang. Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah pengidap lupus untuk diamati.

Selama ini, penyakit lupus sering dikaitkan dengan beberapa faktor, mulai dari gangguan pada hormon, masalah genetika, pengaruh lingkungan, hingga karena serangan bakteri tertentu. Namun, baru-baru ini sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Australian National University mengungkap jawaban pasti penyebab penyakit ini. Dari hasil penelitian, dipastikan bahwa penyebab utama lupus adalah mutasi genetika langka.

Baca juga: Lupus Tidak Bisa Disembuhkan, Mitos atau Fakta

Lupus sebenarnya bukan penyakit mematikan, selama pengidapnya menjalani perawatan dengan benar. Sayangnya, penyakit ini sering telat dideteksi, sehingga terlambat pula untuk mendapatkan pengobatan. Penyakit lupus menyebabkan sistem imun atau kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri alias autoimun. Penyakit yang satu ini sangat bisa menyerang berbagai bagian tubuh, mulai dari kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, otak, dan sumsum tulang belakang.

Penyakit lupus sering ditandai dengan gejala yang khas, yaitu tubuh mudah merasa lelah dan muncul rasa sakit yang meninggalkan bekas ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung. Selama ini sebenarnya sudah banyak teori yang mengatakan bahwa penyakit ini sangat mungkin terjadi karena faktor genetik, sebab lupus diketahui bisa “menular” dalam keluarga.

Baca juga: Jenis Penyakit Lupus dan Cara Mengatasinya

Penyebab dan Faktor Risiko Lupus

Lupus merupakan salah satu jenis penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang. Dalam keadaan normal, sistem imun dalam tubuh berfungsi untuk melindungi dari infeksi atau serangan penyakit tertentu. Namun pada pengidap lupus, sistem imun tubuh justru aktif menyerang dan memicu kerusakan pada berbagai bagian dan organ tubuh.

Ada kemungkinan juga bahwa lupus dapat terjadi akibat kombinasi genetika dan faktor lingkungan. Orang dengan kecenderungan terkena lupus dapat terserang penyakit tersebut ketika mereka bersentuhan dengan sesuatu yang ada di lingkungan yang dapat memicu lupus. Berikut ini beberapa pemicu potensial lupus:

  • Sinar matahari. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan lesi kulit lupus atau memicu respons internal pada orang yang rentan terkena lupus.

  • Infeksi. Terkena infeksi juga dapat menyebabkan lupus atau kambuhnya penyakit tersebut pada beberapa orang.

  • Obat-obatan. Lupus juga dapat dipicu oleh beberapa jenis obat, seperti obat tekanan darah, obat anti-kejang dan antibiotik. Orang yang mengalami lupus akibat mengonsumsi obat biasanya dapat membaik setelah mereka berhenti minum obat tersebut.

Selain faktor pemicu di atas, terdapat juga faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena lupus, antara lain:

  • Jenis Kelamin. Ada penelitian yang menyebut bahwa penyakit ini lebih sering menyerang wanita dibanding pria. Meski begitu, lupus sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja.

  • Usia. Meskipun lupus dapat terjadi pada orang dari berbagai usia, tetapi penyakit autoimun ini lebih sering ditemukan pada orang-orang di antara usia 15-45 tahun.

  • Ras. Lupus merupakan penyakit yang lebih umum terjadi pada orang-orang Afrika-Amerika, Hispanik, dan Asia-Amerika.

Baca juga: Ini Dia Penyakit Autoimun yang Mungkin Menyerang Wanita

Masih penasaran dan butuh informasi seputar penyakit lupus dan apa penyebabnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi:
Australian National University. Diakses pada 2020. Groundbreaking genetic discovery shows why Lupus develops.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lupus.