Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Akhirnya, Penyebab Penyakit Lupus Kini Terungkap

Halodoc, Jakarta – Lupus lama dikenal sebagai penyakit autoimun yang tidak diketahui secara pasti penyebabnya. Namun, belakangan sebuah penelitian akhirnya mengungkap apa penyebab utama penyakit ini bisa menyerang seseorang. Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan sejumlah pengidap lupus untuk diamati.

Selama ini, penyakit lupus sering dikaitkan dengan beberapa faktor, mulai dari gangguan pada hormon, masalah genetika, pengaruh lingkungan, hingga karena serangan bakteri tertentu. Namun, baru-baru ini sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Australian National University mengungkap jawaban pasti penyebab penyakit ini. Dari hasil penelitian, dipastikan bahwa penyebab utama lupus adalah mutasi genetika langka. 

Baca juga: Lupus Tidak Bisa Disembuhkan, Mitos atau Fakta

Lupus sebenarnya bukan penyakit mematikan, selama pengidapnya menjalani perawatan dengan benar. Sayangnya, penyakit ini sering telat dideteksi, sehingga terlambat pula untuk mendapatkan pengobatan. Penyakit lupus menyebabkan sistem imun atau kekebalan tubuh menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri alias autoimun. Penyakit yang satu ini sangat bisa menyerang berbagai bagian tubuh, mulai dari kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, otak, dan sumsum tulang belakang.

Penyakit lupus sering ditandai dengan gejala yang khas, yaitu tubuh mudah merasa lelah dan muncul rasa sakit yang meninggalkan bekas ruam berbentuk kupu-kupu di pipi dan hidung. Selama ini sebenarnya sudah banyak teori yang mengatakan bahwa penyakit ini sangat mungkin terjadi karena faktor genetik, sebab lupus diketahui bisa “menular” dalam keluarga. 

Baca juga: Ini Dia Penyakit Autoimun yang Mungkin Menyerang Wanita

Wanita Lebih Berisiko Terkena Lupus? 

Lupus merupakan salah satu jenis penyakit autoimun, yaitu penyakit yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang. Dalam keadaan normal, sistem imun dalam tubuh berfungsi untuk melindungi dari infeksi atau serangan penyakit tertentu. Namun pada pengidap lupus, sistem imun tubuh justru aktif menyerang dan memicu kerusakan pada berbagai bagian dan organ tubuh. 

Ada penelitian yang menyebut bahwa penyakit ini lebih sering menyerang wanita dibanding pria. Meski begitu, lupus sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja. Gejala yang bersifat umum menjadi salah satu alasan penyakit lupus sering terlambat terdeteksi. Selain itu, gejala penyakit ini pun bisa dengan mudah datang kemudian pergi.

Selain gejala berupa munculnya ruam berbentuk kupu-kupu, lupus juga sering disertai dengan gejala lain, mulai dari yang bersifat ringan hingga gejala berat. Gejala sering muncul secara bergantian sehingga menyebabkan kondisi ini sering disalahartikan sebagai penyakit lain. 

Beberapa gejala yang sering muncul sebagai tanda penyakit lupus adalah nyeri atau pembengkakan pada persendian, terutama pada bagian lengan dan tungkai. Biasanya, rasa nyeri yang muncul akan menyerang lebih dari dua sendi dan sering terjadi dalam jangka waktu yang lama. Rasa nyeri juga bisa terjadi pada otot-otot yang ada di tubuh. 

Lupus juga sering menimbulkan gejala seperti nyeri pada bagian dada, rambut rontok, sensitif terhadap matahari, sariawan yang tak kunjung sembuh, pembengkakan yang terjadi pada kelenjar, kaki, atau sekitar mata. Pengidap lupus juga biasanya menjadi lebih mudah merasa lelah dan lemah, serta sering mengalami kejang atau kelainan saraf lainnya. 

Baca juga: Jenis Penyakit Lupus dan Cara Mengatasinya

Masih penasaran dan butuh informasi seputar penyakit lupus dan apa penyebabnya? Tanya dokter di aplikasi Halodoc saja! Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!