• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Mainan Anak Bisa Sebabkan Keracunan Timbal?

Benarkah Mainan Anak Bisa Sebabkan Keracunan Timbal?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Paparan debu dan kotoran yang terlalu pada tubuh dapat memengaruhi kesehatan seseorang. Tidak hanya itu, sebaiknya waspada juga dengan paparan bahan kimia, seperti timbal yang berasal dari benda-benda yang berada di sekeliling kita. Paparan timbal dalam jangka waktu yang cukup panjang dapat menyebabkan seseorang mengalami keracunan timbal.

Baca juga: Pengendapan Timbal dalam Tubuh Sebabkan Efek Samping Ini

Keracunan timbal terjadi ketika ada pengendapan bahan kimia timbal di dalam tubuh seseorang. Tentunya racun timbal yang mengendap menyebabkan beragam gangguan kesehatan. Keracunan timbal tidak hanya dapat terjadi pada orang dewasa, melainkan juga pada anak-anak. Lantas, benarkah mainan anak menjadi salah satu faktor pemicu keracunan timbal?

Mainan Anak Sebabkan Keracunan Timbal

Melansir Mayo Clinic, paparan racun timbal dalam jumlah yang sedikit memang tidak akan menimbulkan gejala, tapi kondisi ini dapat menyebabkan pengendapan kandungan timbal dalam tubuh jika terjadi dalam waktu yang cukup lama meskipun jumlah sedikit. Timbal yang mengendap dalam tubuh dapat memengaruhi fungsi kerja beberapa organ, seperti otak, ginjal, dan hati. 

Unsur timbal sendiri banyak sekali terkandung dalam benda-benda yang berada di lingkungan kita, misalnya batu baterai, cat rumah, bensin, kosmetik, makanan kaleng, tanah, hingga debu peralatan rumah tinggi. Namun, risiko utama yang paling besar ketika seseorang mengonsumsi air yang terhubung dengan pipa atau tangki yang mengandung logam. 

Baca juga: Pemeriksaan Untuk Mendeteksi Keracunan Timbal

Air berpotensi untuk terkontaminasi dan menyebabkan pengendapan timbal jika air dikonsumsi dalam jangka waktu yang cukup panjang. Tidak hanya itu, ada risiko lainnya yang menyebabkan seseorang mengalami keracunan timbal, seperti:

  1. Mainan anak menjadi faktor pemicu terbesar anak-anak mengalami keracunan timbal. Hal ini disebabkan mainan anak mengandung logam atau cat yang mengandung bahan kimia. Sebaiknya ibu lebih memerhatikan mainan yang digunakan untuk anak bermain agar kesehatan anak tetap terjaga.

  2. Seseorang yang bekerja di pabrik pembuatan baterai, senjata api, pengolahan minyak dan gas, juga sangat berisiko mengalami keracunan timbal. Selalu gunakan pelindung diri ketika kamu melakukan pekerjaan tersebut.

  3. Penggunaan cat rumah yang masih mengandung timbal dan bahan kimia lainnya juga meningkatkan risiko pemilik rumah mengalami keracunan timbal. Jika kondisi ini tidak diatasi sejak awal dan terakumulasi, maka bukan tidak mungkin seseorang mengalami gejala keracunan timbal.

Kenali Gejala Keracunan Timbal

Ada beberapa gejala yang dialami oleh seseorang ketika mengalami keracunan timbal. Bagi orang dewasa, keracunan timbal dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi sakit kepala, hipertensi, nyeri otot, nyeri sendi, sulit berkonsentrasi, nyeri perut, dan perubahan suasana hati. Sedangkan, anak-anak yang mengalami keracunan timbal mengalami gejala yang berbeda dengan orang dewasa.

Melansir dari Healthline, anak-anak dengan kondisi keracunan timbal dapat mengalami konstipasi, gelisah, muntah, dan sering mengalami kelelahan. Nafsu makan yang menurun dan disertai dengan penurunan berat badan juga kerap terjadi pada kondisi ini. Sebaiknya segera bawa anak ke rumah sakit terdekat ketika mengalami beberapa gejala tersebut. Ibu bisa lebih mudah melakukan pemeriksaan dengan membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca juga: Langkah Pengobatan saat Anak Mengalami Keracunan Timbal

Keracunan timbal yang tidak diatasi pada anak dapat sebabkan anak mengalami gangguan tumbuh kembang di usianya, gangguan saraf, kerusakan otak, nilai IQ yang rendah, hingga kehilangan kemampuan mendengar.

Dilansir dari Mayo Clinic, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah anak mengalami keracunan timbal, seperti rajin menjaga kebersihan diri maupun lingkungan tempat anak bermain. Selain itu, berikan anak asupan makanan yang bergizi, dan sering untuk membersihkan mainan anak khususnya jika anak bermain di luar rumah.

Referensi: 
Healthline. Diakses pada 2020. Lead Poisoning
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Lead Poisoning
Kids Health. Diakses pada 2020. Lead Poisoning