• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Sebabkan Keracunan, Kenali Bahaya Timbal

Sebabkan Keracunan, Kenali Bahaya Timbal

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Halodoc, Jakarta - Setiap orang harus menjaga tubuhnya agar tidak menyebabkan unsur kimia masuk ke dalam karena dapat menyebabkan bahaya. Salah satu unsur kimia yang dapat menyebabkan keracunan adalah timbal. Kandungan yang berbentuk logam tersebut mengandung racun yang terbilang tinggi, sehingga dampak buruk mudah terjadi.

Kandungan timbal mungkin saja terbang di udara dan dapat lebih mudah untuk menyebabkan kontaminasi pada darah manusia. Timbal yang telah berada di tubuh akan menyebabkan gangguan pada tubuh hingga saraf. Berikut adalah beberapa bahaya dari keracunan timbal ketika bertumpuk di dalam tubuh!

Baca juga: Keracunan Timbal Bisa Sebabkan Meningitis?

Bahaya dari Keracunan Timbal

Timbal adalah unsur logam berat yang terbentuk secara alami dan dapat menyebar ketika terjadi letusan gunung merapi. Logam ini terbilang resisten terhadap korosi atau karatan, sehingga banyak benda yang dicampur dengan unsur ini. Namun, jika kandungan ini masuk ke tubuh, gangguan yang berbahaya dapat terjadi.

Manusia dapat menghirup timbal melalui udara, air, hingga makanan. Pada beberapa bahan bakar dengan nilai oktan rendah, logam tersebut dapat bercampur, sehingga timbal dapat menyebar di udara dan dengan mudah masuk ke tubuh. Berikut adalah bahaya timbal ketika masuk ke dalam tubuh:

  1. Gangguan Sistem Saraf

Salah satu bahaya timbal pada kesehatan adalah terjadinya gangguan sistem saraf. Seseorang yang kerap terpapar kandungan logam tersebut dapat mengalami kehilangan nafsu makan, depresi, hingga menurunnya kecepatan saraf untuk merespons. Pada anak-anak, hal ini dapat menurunkan IQ secara berkesinambungan.

  1. Gangguan Sistemik

Seseorang yang mengalami keracunan timbal juga dapat mengalami gangguan pada sistemiknya, seperti kelainan gastrointestinal. Hal ini dapat menyebabkan kamu mengalami sakit perut, konstipasi, anoreksia, hingga berat badan yang turun drastis. Kandungan logam tersebut juga dapat meningkatkan tekanan darah.

Baca juga: Waspadai Keracunan Timbal pada Anak

  1. Gangguan Tulang

Tulang kamu juga dapat terganggu yang merupakan bahaya dari timbal. Hal tersebut dapat menyebabkan tulang dapat mengandung timbal yang menggantikan kalsium. Cara mengatasi hal ini adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi kalsium agar timbal yang bertumpuk pada tulang akan berkurang.

Faktanya, tubuh tiap orang dapat mengeluarkan timbal tetapi membutuhkan waktu sekitar 35 hari. Walau begitu, jika kamu mengalami paparan timbal setiap hari pada waktu yang lama, akan sulit untuk mengeluarkannya. Hasilnya, timbal akan bertumpuk pada darah dan menyebabkan banyak gangguan berbahaya tersebut.

Jika kamu mempunyai pertanyaan terkait gangguan yang disebabkan oleh keracunan timbal, dokter dari Halodoc siap membantu. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan! Selain itu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar rumah dengan aplikasi ini.

Baca juga: Langkah Pencegahan Keracunan Timbal Pada Anak

Pengobatan untuk Keracunan Timbal

Langkah awal yang dilakukan untuk mengatasi bahaya dari timbal yang bertumpuk pada tubuh adalah dengan menghilangkan kandungan logam tersebut. Jika kamu sulit untuk menghindari kandungan tersebut dari lingkungan, akan sulit juga untuk tubuh kamu terhindar dari gangguan yang disebabkan oleh keracunan ini.

Untuk menghindari paparan timbal pada anak-anak dan orang dewasa, caranya adalah dengan menghindari paparan tersebut sebisa mungkin. Hal tersebut agar dapat mengurangi kadar timbal yang bertumpuk pada darah. Selain itu, beberapa pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan:

  • Terapi Khelasi

Salah satunya adalah dengan terapi khelasi yang dilakukan dengan mengonsumsi obat untuk mengeluarkan timbal melalui urine. Terapi ini dapat dilakukan untuk anak-anak dengan tingkat darah 45 mcg/dL atau lebih. Orang dewasa yang kadar timbalnya tinggi juga dapat diatasi dengan cara ini.

  • Terapi Khelasi EDTA

Dokter juga dapat mengobati orang dewasa dengan kadar timbal lebih dari 45 mcg/dL pada darah dan anak yang tidak dapat mengonsumsi obat sebelumnya. EDTA akan diberikan melalui injeksi ke tubuh.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Lead poisoning
Health Line. Diakses pada 2019. Lead Poisoning