• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Makanan Organik Berarti Lebih Sehat?

Benarkah Makanan Organik Berarti Lebih Sehat?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Jika kamu berbelanja di pasar atau supermarket, mungkin kamu pernah melihat terdapat area tertentu memberikan pilihan makanan organik. Makanan organik adalah makanan yang ditanam tanpa penggunaan pupuk dan pestisida sintetis, serta produk hewani yang bebas antibiotik dan hormon. 

Mungkin beberapa waktu belakangan ini peminat makanan organik mulai meningkat. Pilihan produknya kian berkembang, mulai dari usaha lokal hingga impor. Hal ini karena banyak orang yang percaya bahwa makanan organik lebih baik untuk kesehatan. Lantas, benarkah makanan organik lebih sehat?

Baca juga: Tips Aman Jika Ingin Mengonsumsi Makanan Mentah

Benarkan Makanan Organik Lebih Aman dan Bernutrisi

Banyak bukti yang menunjukkan bahwa makanan organik memiliki manfaat kesehatan dibandingkan makanan yang ditanam secara konvensional. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan dalam kualitas nutrisi makanan.

Namun, ada informasi terbatas untuk menyimpulkan tentang perbedaan makanan organik dan anorganik (makanan konvensional) bermanfaat untuk kesehatan secara keseluruhan:

  1. Nutrisi. Penelitian menunjukkan peningkatan kecil hingga sedang pada beberapa nutrisi dalam produk organik. Peningkatan nutrisi yang signifikan terdapat pada jenis flavonoid tertentu, yang memiliki sifat antioksidan. 
  2. Asam Lemak Omega-3. Kebutuhan pakan untuk peternakan organik, seperti penggunaan utama rumput dan alfalfa untuk ternak, biasanya menghasilkan kadar asam lemak omega-3 yang lebih tinggi, sejenis lemak yang lebih menyehatkan jantung dibanding lemak lainnya. Asam lemak omega-3 yang lebih tinggi ini ditemukan dalam daging organik, produk susu, dan telur. 
  3. Logam Beracun. Kadmium adalah bahan kimia beracun yang secara alami terdapat dalam tanah dan diserap oleh tanaman. Penelitian menunjukkan tingkat kadmium jauh lebih rendah dalam biji-bijian organik. Namun, tidak pada buah dan sayuran apabila dibandingkan dengan tanaman yang ditanam secara konvensional. Kadar kadmium yang lebih rendah dalam biji-bijian organik mungkin terkait dengan larangan penggunaan pupuk sintetis dalam pertanian organik. 
  4. Residu Pestisida. Dibandingkan dengan produk makanan yang ditanam secara konvensional, produk yang ditanam secara organik memiliki tingkat residu pestisida yang terdeteksi lebih rendah. Produk organik memiliki residu karena pestisida diperbolehkan untuk pertanian organik atau pestisida terbawa udara dari pertanian konvensional. Perbedaan mengenai mana yang lebih sehat tidak begitu jelas, karena peraturan keselamatan untuk tingkat residu maksimum yang diperbolehkan pada produk konvensional. 
  5. Bakteri. Daging yang diproduksi secara konvensional mungkin memiliki bakteri resisten yang lebih tinggi terhadap pengobatan antibiotik. Sementara itu, risiko keseluruhan kontaminasi bakteri pada makanan organik sama dengan makanan konvensional. 

Baca juga: Lebih Sehat dengan Clean Eating, Benarkah?

Perbedaan Makanan Organik dan Konvensional Tidak Signifikan

Sementara beberapa penelitian menemukan makanan organik mengandung lebih banyak nutrisi, namun lebih banyak penelitian yang membuktikan bahwa perbedaan tidak begitu signifikan sehingga harus merekomendasikan makanan organik dibanding anorganik.

Dilansir dari laman Healthline, ada studi observasi yang membandingkan asupan nutrisi dari hampir 4.000 orang dewasa yang mengonsumsi sayuran organik atau konvensional justru menemukan hasil yang bertentangan. 

Meskipun asupan nutrisi tertentu terlihat sedikit lebih tinggi pada makanan organik, hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh konsumsi sayuran secara keseluruhan yang lebih tinggi. 

Tinjauan yang dilakukan oleh 55 penelitian tidak menemukan perbedaan dalam kandungan nutrisi tanaman organik dibanding tanaman biasa, kecuali pada kadar nitrat yang lebih rendah dalam produk organik. 

Sementara itu sebanyak 233 studi meninjau ditemukan kurangnya bukti kuat untuk menyimpulkan bahwa makanan organik lebih bergizi dibanding makanan biasa. Meskipun begitu, penting untuk diingat bahwa hasil penelitian sangat bervariasi. Pasalnya, kandungan nutrisi pangan bergantung pada banyak faktor, seperti kualitas tanah, kondisi cuaca, dan waktu panen. 

Baca juga: Ini 5 Manfaat Mengonsumsi Makanan Organik

Misalnya, komposisi produk susu dan daging dapat dipengaruhi oleh perbedaan genetik hewan dan jenis hewan, apa yang dimakan hewan, waktu tahun dan jenis peternakan. Variasi alami dalam produksi dan penanganan makanan membuat perbandingan kedua jenis makanan ini jadi sulit atau membingungkan. 

Maka itu, jika kamu ingin memilih makanan organik atau anorganik, sebaiknya cobalah berdiskusi dulu pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Apakah pilihan makanan kamu cukup mendesak untuk alasan kesehatan atau tidak. Yuk, download aplikasi Halodoc agar sehat lebih nyaman. 

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2020. Is Organic Food Better for You?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Organic foods: Are they safer? More nutritious?
Healthline. Diakses pada 2020. What is Organic Food, and is it Better Than Non-Organic?