• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Penyakit Parkinson Tidak Dapat Disembuhkan?

Benarkah Penyakit Parkinson Tidak Dapat Disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Penyakit Parkinson Tidak Dapat Disembuhkan?

Halodoc, Jakarta - Penyakit parkinson adalah kelainan sistem saraf progresif yang memengaruhi gerakan tubuh. Gejala parkinson muncul secara bertahap, terkadang diawali dengan getaran atau tremor yang hampir tidak terlihat hanya di satu tangan. Gemetar atau tremor sering terjadi, tapi kelainan ini sering menyebabkan kaku atau lambatnya gerakan. 

Pada tahap awal, wajah pengidap parkinson mungkin menunjukkan sedikit atau tidak ada ekspresi sama sekali. Lengan sulit berayun saat berjalan, atau cadel saat berbicara. Penyakit ini bisa memburuk seiring dengan perkembangan kondisi pengidap dari waktu ke waktu. Memang benar, penyakit parkinson tidak bisa disembuhkan. Hanya saja, obat-obatan bisa memperbaiki gejala secara signifikan. 

Baca juga: Gejalanya Mirip, Ini Perbedaan Antara Parkinson dan Dystonia

Perawatan yang Perlu Dijalani Pengidap Parkinson

Penyakit parkinson tidak bisa disembuhkan, tapi obat-obatan bisa mengendalikan gejalanya. Pada beberapa kasus, pembedahan mungkin disarankan untuk pengidap parkinson. 

Dokter mungkin juga merekomendasikan perubahan gaya hidup, terutama olahraga aerobik. Terapi fisik yang berfokus pada keseimbangan dan peregangan juga penting dilakukan, begitu juga dengan terapi bicara.

Berikut ini pengobatan yang perlu dijalani pengidap parkinson:

  • Levodopa. Pengobatan paling umum untuk membantu mengisi dopamin pada pengidap parkinson. Umumnya, mereka akan diberikan dengan karbidopa, untuk menunda pemecahan levodopa yang akan meningkatkan ketersediaan levodopa di darah pada otak. 
  • Agonis Dopamin. Obat ini bisa meniru aksi dopamin di otak, hanya saja tidak seefektif levodopa. Namun, obat ini bisa berguna sebagai obat penghubung jika levodopa kurang efektif. 
  • Antikolinergik. Digunakan untuk memblokir sistem saraf parasimpatis yang bisa membantu mengatasi kekakuan. 
  • Amantadine (Symmetrel). Obat penghambat glutamat yang membantu dalam jangka pendek pada gerakan tak sadar (dyskinesia).
  • Penghambat Katekol O-metiltransferase (COMT). Membantu memperpanjang efek levodopa. 
  • Penghambat MAO B. Berfungsi menghambat enzim monoamine oxidase B. Enzim ini memecah dopamin di otak. 

Operasi untuk Pengidap Parkinson

Operasi atau pembedahan dilakukan untuk orang yang tidak mampu merespons pengobatan, terapi, dan perubahan gaya hidup. Dua jenis operasi utama yang digunakan untuk merawat parkinson, yaitu:

  • Simulasi otak dalam. Ini adalah proses penanaman elektroda di bagian tertentu. Operasi ini berfungsi untuk mengurangi gejala.
  • Pump deliver therapy. Operasi dilakukan dengan meletakkan pompa di dekat usus kecil. Pompa menghasilkan kombinasi levodopa dan karbidopa. 

Bagaimana Menjalani Hidup dengan Parkinson?

Komplikasi dari parkinson bisa sangat menurunkan kualitas hidup dan prognosis. Misalnya, pengidap parkinson bisa mengalami jatuh yang berbahaya, serta pembekuan darah di paru-paru dan kaki. Komplikasi bisa berakibat fatal. Itulah pentingnya perawatan yang tepat untuk meningkatkan prognosis dan harapan hidup. 

Mungkin akan sulit memperlambat perkembangan parkinson, tapi dengan perawatan dan pencegahan komplikasi, pengidap bisa mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik selama mungkin. 

Hingga saat ini, masih banyak ahli yang belum memahami penyebab parkinson dan mengapa perkembangan pada setiap orang bisa berbeda. Hal ini menyebabkan sulit mencegah penyakit ini.

Setiap tahun, para peneliti menyelidiki mengapa parkinson terjadi dan apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya. Penelitian terbaru menunjukkan faktor gaya hidup, seperti rutin berolahraga dan diet kaya antioksidan, mungkin memberikan efek perlindungan. 

Baca juga: George Bush, Mantan Presiden Ke-41 AS Meninggal karena Parkinson

Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan parkinson, sebaiknya pertimbangkan untuk melakukan uji genetik. Gen tertentu telah dikaitkan dengan parkinson. Namun penting untuk diketahui, bahwa memiliki mutasi gen tidak berarti seseorang pasti akan memiliki penyakit tersebut. 

Bicarakan dengan dokter melalui aplikasi Halodoc tentang risiko dan manfaat pengujian genetik. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2021. Everything You Want to Know About Parkinson’s Disease
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Parkinson's disease