• Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Penyakit Parkinson
  • Beranda
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Penyakit ParkinsonPenyakit Parkinson

Pengertian Penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson menyerang sel saraf yang bertanggung jawab untuk mengendalikan gerakan. Pengidap penyakit ini mengalami penurunan produksi dopamin akibat sel saraf dopaminergik mengalami degenerasi sehingga tubuh kehilangan kontrol gerak dan keseimbangan.

Penyebab Penyakit Parkinson

Belum diketahui penyebab utama parkinson ini hadir. Namun demikian, ada beberapa faktor utama yang mendasari seseorang bisa terjangkit:  

  • Gen. Para peneliti telah mengidentifikasi mutasi genetik spesifik yang dapat menyebabkan penyakit 
  • Lingkungan. Faktor lingkungan dapat meningkatkan risiko penyakit di kemudian hari, tetapi risikonya relatif kecil. [pilih salah satu]

Para peneliti juga mencatat, ada perubahan yang terjadi pada otak pengidap parkinson. Salah satunya, gumpalan dalam otak yang tak bisa dipecahkan oleh sel. 

Faktor Risiko Penyakit Parkinson

Faktor risiko parkinson meliputi:

  • Usia. Orang berusia 60 tahun ke atas berisiko mengalaminya. 
  • Keturunan. Orang tua atau saudara yang punya riwayat parkinson berpotensi menurunkannya.
  • Seks. Pria berpotensi menularkan parkinson ketimbang wanita saat berhubungan intim. 
  • Paparan racun

Gejala Penyakit Parkinson

Gejala yang dialami oleh pengidap parkinson berbeda-beda. Salah satunya, kondisi fisik akan memburuk seiring berjalannya waktu. Namun demikian, perhatikan ciri gejala penyakit parkinson:

  • Gemetar. Getaran bermula dari tangan meliputi jari. Situasi ini kadang muncul bahkan saat beristirahat.
  • Gerakan melambat (bradikinesia). Penyakit dapat memperlambat gerakan anggota tubuh seiring berjalannya waktu.
  • Otot kaku. Nyaris di seluruh bagian tubuh, otot akan menjadi kaku dan menjurus menyakitkan.
  • Gangguan postur dan keseimbangan. Postur tubuh akan terlihat bungkuk dan memiliki masalah keseimbangan saat beraktivitas.
  • Hilangnya refleks. Pengidap akan mengalami penurunan kemampuan refleks. Beberapa di antaranya, mengedipkan mata, tersenyum, dan mengayunkan tangan saat berjalan.
  • Perubahan ucapan. Gejala yang dialami pengidap untuk poin ini beragam. Misalnya, berbicara dengan nada lembut, intonasi terlalu cepat, atau ragu-ragu sebelum berbicara. 
  • Perubahan tulisan. Pengidap sulit saat menulis sehingga tulisan tampak lebih kecil.

Dikutip The Parkinson’s Disease Foundation, gejala parkinson yang sering terjadi terbagi menjadi 5 tahapan, antara lain:

  • Stadium 1. Gejala ringan dan tidak mengganggu kualitas hidup pengidap.
  • Stadium 2. Gejala mulai memburuk. Kondisi ditandai dengan sulitnya melakukan kegiatan sehari-hari dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikannya.
  • Stadium 3 atau stadium menengah. Pengidap mulai kehilangan keseimbangan, gerakan mulai lambat, dan mudah terjatuh. Pengidap juga semakin sulit melakukan aktivitas ringan sehari-hari seperti berpakaian, makan, dan menyikat gigi.
  • Stadium 4, gejala lebih berat. Pengidap membutuhkan bantuan ketika berjalan dan melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Stadium 5 adalah stadium akut. Pengidap sudah tidak bisa berjalan dan membutuhkan bantuan seumur hidupnya.

Diagnosis Penyakit Parkinson

Tidak ada tes khusus untuk mendiagnosis penyakit parkinson. Namun demikian, Neurologis (ahli saraf) akan mendiagnosis penyakit ini berdasarkan riwayat medis, peninjauan tanda dan gejala, serta pemeriksaan saraf fisik:

Jika berkonsultasi ke dokter, mereka akan menyarankan beberapa tindakan. Pertama, dengan specific single-photon emission computerized tomography atau pemindai dopamine transporter (DAT). Namun, perlu digarisbawahi, tindakan ini bukan penentu diagnosis yang tepat. Kedua, dokter akan menyarankan tes laboratorium seperti tes darah.

Ketiga adalah tes pencitraan lainnya. Ini diperlukkan untuk membantu menyingkirkan risiko gangguan lainnya. Berikut ini beberapa tes pencitraan yang dilakukan:

  • MRI. Prosedur ini dilakukan menggunakan magnet besar dan gelombang radio untuk melihat organ dan struktur di dalam tubuh. MRI sangat berguna untuk memeriksa otak dan sumsum tulang belakang.
  • CT scan. Prosedur ini dilakukan dengan menggabungkan serangkaian gambar sinar-X yang diambil dari berbagai sudut di tubuh menggunakan pemrosesan komputer untuk membuat gambar penampang.
  • USG otak. Prosedur ini dilakukan dengan mengirimkan gelombang suara ke kepala dan gambar dapat ditampilkan pada komputer. Gambar hitam-putih menunjukkan struktur internal otak, termasuk ventrikel (rongga berisi cairan di otak) dan pembuluh darah.
  • PET scan. Prosedur ini dapat mengevaluasi organ atau jaringan untuk mengetahui adanya penyakit atau kondisi lain. PET juga digunakan untuk mengevaluasi fungsi organ seperti jantung atau otak. 

Pengobatan Penyakit Parkinson

Parkinson tidak dapat disembuhkan. Namun demikian, dengan mengonsumsi obat-obatan pendamping bisa menurunkan gejala. Bisa juga ditunjang dengan gaya hidup sehat. Jika sudah dalam level akut, dokter akan menyarankan untuk melakukan pembedahan.

Dalam beberapa kasus, terapi fisik juga dilakukan. Tujuannya, untuk menjaga keseimbangan tubuh dan membantu memperbaiki masalah bicara. 

Pemberian Obat-Obatan

Obat-obatan dapat membantu mengatasi masalah berjalan, bergerak, dan gemetar. Obat-obat yang disarankan ini bisa meningkatkan atau menggantikan dopamin. Obat-obatan yang mungkin diresepkan dokter meliputi:

  • Carbidopa levodopa yaitu obat yang akan diubah menjadi dopamin dalam otak.
  • Levodopa dikombinasikan dengan carbidopa (Lodosyn) yang berfungsi untuk mencegah atau mengurangi efek samping seperti mual.
  • Carbidopa levodopa inhalasi yang dapat membantu mengelola gejala yang muncul tiba-tiba akibat hilangnya efektivitas obat sebelumnya.
  • Infus carbidopa levodopa yang diberikan melalui selang makanan agar obat langsung masuk ke dalam usus kecil.
  • Agonis dopamin yang meniru efek dopamin di dalam otak.
  • Penghambat MAO B yang berguna untuk membantu mencegah kerusakan dopamin otak dengan menghambat enzim otak monoamine oxidase B (MAO B).
  • Antikolinergik yang digunakan untuk membantu mengendalikan getaran yang terkait dengan penyakit.
  • Amantadin yang diberikan untuk mengontrol gerakan tak sadar (diskinesia) yang disebabkan oleh penggunaan carbidopa levodopa.

Prosedur Operasi

Ahli bedah menanamkan elektroda ke bagian tertentu dari otak. Elektroda terhubung ke generator yang ditanamkan di dada dekat tulang selangka. Alat ini akan  mengirimkan listrik ke otak, sehingga dapat mengurangi gejala penyakit. Dokter akan menyesuaikan pengaturan pada alat sesuai dengan kondisi pasien.

Komplikasi Penyakit Parkinson

Komplikasi berikut ini bisa saja muncul jika gejala tidak diatasi dengan langkah yang tepat:

  • Kesulitan berpikir. Ini biasanya terjadi pada tahap akhir penyakit. Masalah kognitif seperti itu tidak terlalu responsif terhadap obat-obatan.
  • Depresi dan perubahan emosi. Pengidap mungkin mengalami depresi dan perubahan emosional lainnya seperti ketakutan, kecemasan, atau kehilangan motivasi.
  • Masalah mengunyah dan makan. Penyakit stadium akhir memengaruhi otot-otot di dalam mulut sehingga proses mengunyah menjadi lebih sulit.
  • Masalah tidur dan gangguan tidur. Pengidap akan mengalami masalah tidur termasuk sering terbangun sepanjang malam, bangun lebih awal, atau tertidur di siang hari.
  • Masalah kandung kemih. Penyakit dapat menyebabkan masalah kandung kemih termasuk tidak dapat mengontrol urin atau kesulitan buang air kecil.
  • Sembelit. Banyak pengidap mengalami sembelit akibat saluran pencernaan yang bergerak dengan lebih lambat.

Pencegahan Penyakit Parkinson

Hingga kini belum ada langkah pasti terkait dengan pencegahan penyakit. Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi kafein lebih jarang terkena penyakit parkinson ketimbang mereka yang tidak meminumnya. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera buat janji medis jika memiliki salah satu gejala yang terkait dengan penyakit Parkinson. Prosedur yang dilakukan bukan hanya mendiagnosis kondisi saja, tetapi juga untuk menyingkirkan penyebab lain dari gejala. Jika kamu membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Parkinson’s Disease and Its Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Parkinson’s Disease.
National Health Service UK. Diakses pada 2022. Parkinson’s disease.