• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Perokok Pasif Bisa Terkena Batuk Kronis?

Benarkah Perokok Pasif Bisa Terkena Batuk Kronis?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Merokok adalah suatu kegiatan yang bukan hanya dapat merugikan seseorang yang melakukannya, tetapi juga orang yang ada di sekitarnya. Banyak dampak buruk yang dapat terjadi saat seseorang menjadi perokok pasif. Hal tersebut terjadi karena paparan dari asap rokok yang tidak sengaja terhisap karena berada dekat dengan perokok.

Salah satu dampak yang dapat terjadi saat kamu menjadi seorang perokok pasif adalah batuk kronis. Gangguan ini dapat menyebabkan kamu mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh meski sudah sering minum obat. Maka dari itu, ketahui penjelasan lebih detailnya terkait gangguan yang dapat terjadi saat kamu menjadi perokok pasif. Berikut ulasan lengkapnya!

Baca juga: Alasan Perokok Pasif Lebih Berbahaya dari yang Aktif

Batuk Kronis saat Menjadi Perokok Pasif

Perokok pasif sendiri adalah kombinasi asap dari rokok yang terbakar dan asap yang diembuskan oleh perokok lalu terhisap oleh orang yang berada di dekatnya. Hal yang harus kamu ketahui adalah asap yang membakar ujung rokok sebenarnya mengandung lebih banyak zat berbahaya dibandingkan asap yang dihirup oleh perokok itu sendiri, karena tidak ada filter yang harus dilewatinya.

Jika kamu bukan perokok tetapi terpapar asap rokok secara teratur, tubuh akan menyerap nikotin dan zat berbahaya lainnya. Asap mengandung lebih dari 4.000 senyawa kimia, 250 di antaranya beracun dan lebih dari 50 lainnya dapat menyebabkan kanker. Semua zat berbahaya yang terkandung pada rokok tersebut dapat bertahan di udara selama kurang lebih 4 jam. Dengan menghirup zat tersebut beberapa menit dapat membahayakan nyawa.

Lalu, benarkah jika seorang perokok pasif dapat mengalami batuk kronis? Benar, seseorang dapat mengalami batuk yang tidak kunjung sembuh dalam waktu yang lama, bahkan lebih dari satu bulan. Seiring dengan berjalannya waktu, batuk yang menyerang dapat menjadi lebih parah, sehingga butuh penanganan medis dan diperiksa secara mendalam. Biasanya, gangguan batuk kronis ini terjadi akibat kelainan yang terjadi pada paru-paru yang membuat kesulitan untuk berfungsi dengan normal.

Baca juga: Perokok Pasif juga Berisiko Terkena Kanker Paru

Salah satu gangguan pada paru-paru yang dapat membuat kamu mengalami batuk kronis adalah pneumonia. Gangguan ini dapat menyebabkan peradangan pada kantung udara di salah satu bagian atau bahkan kedua bagian dari organ pernapasan tersebut. Selain batuk kronis, kamu juga dapat mengalami sesak napas, nyeri dada, hingga mengeluarkan dahak yang berwarna kuning dan bahkan hijau.

Maka dari itu, jika kamu seorang perokok pasif, ada baiknya untuk menghindari paparan asap rokok setiap ada keluarga atau teman yang merokok di dekatmu. Gangguan dari asap rokok ini lebih rentan untuk terjadi pada anak-anak dan wanita hamil. Dengan begitu, jika kamu seorang perokok dan terdapat anak kecil di dalam rumah, ada baiknya hindari melakukan kebiasaan buruk tersebut di area rumah agar dapat mengurangi risiko bahaya dari perokok pasif.

Itulah pembahasan mengenai batuk kronis yang dapat terjadi saat seseorang menjadi perokok pasif. Jagalah selalu kesehatan orang-orang yang kamu sayangi agar tidak menjadi korban dari dampak buruk rokok. Alangkah baiknya jika kamu seorang perokok agar berhenti melakukannya.

Baca juga: Alasan Pengidap Asma Berisiko Terkena Batuk Kronis

Lalu, jika kamu mempunyai pertanyaan terkait dampak apa saja yang dapat terjadi saat menjadi perokok pasif, dokter di Halodoc dapat menjawab semua pertanyaanmu. Caranya mudah sekali, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store atau Playstore pada smartphone kamu!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Secondhand Smoke: Dangers.
On Health. Diakses pada 2020. Effects of Secondhand Smoke: Facts.