• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Sering Mimisan Tanda Idap Penyakit Von Willebrand?

Benarkah Sering Mimisan Tanda Idap Penyakit Von Willebrand?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Penyakit Von Willebrand mungkin terdengar asing ditelinga. Hal ini merupakan penyakit yang berhubungan dengan gangguan perdarahan akibat kekurangan von Willebrand factor (VWF), sejenis protein yang membantu pembekuan darah. Namun, Von Willebrand berbeda dengan hemofilia, jenis gangguan perdarahan lainnya. Pendarahan terjadi ketika salah satu pembuluh darah pecah. 

Trombosit adalah jenis sel yang bersirkulasi dalam darah yang akan menggumpal dan menyumbat pembuluh darah yang rusak untuk menghentikan pendarahan. Pada kasus Von Willebrand, protein VWF yang membantu trombosit menggumpal jumlahnya terlalu rendah, sehingga trombosit tidak dapat membeku dengan baik. Akibatnya, pengidap Von Willebrand bisa mengalami pendarahan yang berkepanjangan. Lantas, benarkah sering mimisan adalah tanda dari penyakit Von Willebrand?

Baca juga: 5 Kelainan Darah yang Terkait dengan Trombosit

Benarkah Sering Mimisan adalah Tanda dari Penyakit Ini?

Jawabannya adalah ya. Sering mimisan adalah salah satu tanda dari penyakit Von Willebrand. Meski begitu, mimisan juga bisa menandakan kondisi lainnya. Pada penyakit Von Willebrand, mimisan disertai gejala lain yang bervariasi tergantung pada tipe penyakit Von Willebrand. Melansir dari Mayo Clinic, gejala umumnya meliputi:

  • Mudah memar;

  • Mimisan berlebihan;

  • Perdarahan pada gusi;

  • Pendarahan berat yang tidak normal selama menstruasi.

Penyakit Von Willebrand Tipe 3 adalah bentuk kondisi yang paling parah. Seseorang yang mengidap tipe ini tidak memiliki protein VWF sama sekali, sehingga perdarahan sulit dikendalikan. Kondisi ini meningkatkan risiko perdarahan internal, termasuk pendarahan di persendian dan sistem pencernaan.

Pria dan wanita mengembangkan penyakit Von Willebrand pada tingkat yang sama. Tetapi wanita  cenderung mengalami gejala dan komplikasi lebih berat karena punya risiko perdarahan berlebih selama menstruasi, kehamilan, dan melahirkan.

Apakah Penyakit ini Bisa Diobati?

Perawatan penyakit Von Willebrand tersedia dalam berbagai variasi tergantung pada jenis kondisi yang dimiliki. Dikutip dari Healthline, berikut jenis pengobatan untuk penyakit Von Willebrand:

  1. Terapi Non-Penggantian

Dokter mungkin meresepkan desmopressin (DDAVP), obat yang sering dianjurkan untuk Von Willebrand tipe 1 dan 2A. DDAVP merangsang pelepasan VWF dari sel-sel tubuh. Namun, ada sejumlah efek samping yang dihasilkan dari obat ini seperti sakit kepala, tekanan darah rendah, dan detak jantung yang cepat.

Baca juga: Sering Mimisan, Hati-Hati 4 Penyakit Ini

  1. Terapi Penggantian

Dokter juga dapat merekomendasikan terapi penggantian menggunakan Humate-P atau Alphanate Solvent Detergent / Heat Treated (SD / HT). Ini adalah dua jenis biologik atau protein hasil rekayasa genetika. Protein rekayasa ini dikembangkan dari plasma manusia. Ini dapat membantu mengganti VWF yang tidak ada. Namun, terapi penggantian ini tidak identik dan pengidap tidak boleh menggunakannya secara bergantian. 

Dokter mungkin meresepkan Humate-P jika pengidapnya mengidap penyakit Von Willebrand tipe 2 dan tidak dapat mentolerir DDAVP. Dokter juga dapat meresepkannya jika seseorang mengidap penyakit Von Willebrand tipe 3 yang parah. Efek samping umum dari terapi ini termasuk sesak dada, ruam, dan pembengkakan.

  1. Perawatan Topikal

Untuk mengobati perdarahan ringan dari kapiler atau vena kecil, dokter biasanya merekomendasikan penggunaan Thrombin-JMI secara topikal. Dokter juga dapat menggunakan Tisseel VH secara topikal setelah pengidap Von Willebrand menjalani operasi. Namun, obat topikal  tidak dapat menghentikan pendarahan hebat.

  1. Terapi Obat Lainnya

Asam aminocaproic dan asam traneksamat adalah obat yang membantu membentuk gumpalan trombosit. Dokter sering meresepkannya untuk orang yang menjalani operasi invasif. Dokter  juga bisa meresepkannya pada pengidap penyakit Von Willebrand tipe 1. Efek samping yang umum termasuk mual, muntah, dan komplikasi bekuan darah.

Baca juga: Ketahui Prosedur Melakukan Tes Darah

Perlu diingat bahwa pengidap Von Willebrand harus menghindari obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko perdarahan dan komplikasi. Misalnya, hindari aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid, seperti ibuprofen dan naproxen. Kalau kamu punya pertanyaan mengenai penyakit ini, kamu bisa berdiskusi dengan dokter Halodoc. Lewat aplikasi, kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2020. Von Willebrand Disease: Types, Causes, and Symptoms.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Von Willebrand disease.