03 December 2018

Sering Mimisan, Hati-Hati 4 Penyakit Ini

Sering Mimisan, Hati-Hati 4 Penyakit Ini

Halodoc, Jakarta - Mimisan atau epitaksis merupakan suatu gejala yang ditandai dengan adanya pendarahan dari hidung akibat pecahnya pembuluh darah dalam hidung. Sebagian besar mimisan dapat berhenti sendiri tanpa perawatan medis yang serius. Namun, jika frekuensi mimisan terlalu sering, bisa jadi itu merupakan pertanda adanya penyakit serius, lho.

Berikut beberapa penyakit yang menyebabkan terjadinya mimisan:

1. Hemofilia

Meski tampak sederhana dan tidak berbahaya, mimisan yang terjadi terus-menerus bisa menjadi tanda hemofilia. Hemofilia adalah suatu kelainan yang menyebabkan tubuh kekurangan protein. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa protein sangat dibutuhkan dalam proses pembekuan darah apabila terjadi pendarahan, sehingga sering disebut juga sebagai faktor pembekuan atau koagulasi.

Dalam keadaan normal, protein yang menjadi faktor pembeku darah ini akan membentuk jaring penahan di sekitar sel darah, sehingga ketika mimisan terjadi, darah akan dapat membeku dengan cepat dan pendarahan pun berhenti. Namun, pada pengidap hemofilia, kekurangan protein tersebut mengakibatkan pendarahan berkepanjangan.

Pengidap hemofilia yang sedikit kekurangan protein pembeku darah, biasanya mengalami perdarahan karena terbentur atau iritasi. Sementara itu, pengidap yang banyak kekurangan protein pembeku darah, biasanya mengalami perdarahan spontan tanpa penyebab.

2. Karsinoma Nasofaring

Karsinoma nasofaring adalah kanker yang terjadi pada nasofaring, yang terletak di bagian atas faring (tenggorokan), tepatnya di belakang hidung. Karsinoma sel skuamosa atau squamous cell carcinoma (SCC) adalah jenis kanker yang paling umum di daerah ini, yang timbul dari jaringan lapisan hidung. Mimisan berulang adalah gejala umum dari karsinoma nasofaring. Kanker ini tak hanya menyebabkan mimisan, tapi juga menyebabkan ingus yang keluar selalu mengandung bercak darah.

Mimisan karena karsinoma nasofaring terjadi pada salah satu sisi hidung dan biasanya tidak menyebabkan perdarahan berat. Sulit untuk mendeteksi karsinoma nasofaring pada tahap awal. Hal ini dikarenakan nasofaring tidak mudah dikenali dan gejalanya mirip dengan kondisi lain yang umum terjadi. Kanker ini bisa menyebar ke bagian lain melalui jaringan, sistem limfa, dan aliran darah dan ke bagian tulang, paru-paru, dan hati (liver).

3. Leukemia

Mimisan yang terus-menerus terjadi juga bisa menjadi gejala leukimia. Orang dengan leukimia sering pula mengalami memar dan juga mudah berdarah. Leukimia merupakan kanker sel darah putih, yang menghambat darah putih dalam melawan infeksi. Ketika seseorang memiliki leukemia, sumsum tulangnya tidak mampu memproduksi sel-sel darah merah yang cukup dan trombosit untuk memasok kebutuhan tubuh.

Leukimia dapat berujung menjadi kondisi akut atau juga disebut dengan acute myeloid leukemia (AML) dan kronis atau chronic lymphocytic leukemia (CLL). Leukimia kronis jauh lebih berbahaya dan sulit untuk diobati. Ini adalah jenis yang paling umum dari kanker darah.

Mimisan karena leukimia mungkin sulit dihentikan, meski perdarahan yang terjadi biasanya tidak begitu berat. Selain mimisan dan mudah memar atau berdarah, kemungkinan gejala leukimia lainnya meliputi demam, berkeringat di malam hari, nyeri tulang, pembengkakan kelenjar getah bening, merasa lemas, serta berat badan menurun tanpa penyebab yang jelas.

4. Limfoma

Limfoma berkembang pada limfosit (tipe sel darah putih) yang melawan infeksi. Oleh karena itu, limfosit yang abnormal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Hal ini akan mengurangi ketahanan terhadap faktor berbahaya dari luar. Penyakit hodgkin limfoma dan non-hodgkin limfoma (NHL) adalah dua jenis utama limfoma.

Karena kelenjar getah bening dan jaringan limfatik lainnya terjadi di seluruh tubuh, limfoma dapat muncul di hampir semua bagian tubuh, termasuk hidung atau sinus (bagian rongga hidung yang berisi udara di belakang tulang wajah). Pertumbuhan jaringan limfoid di hidung atau sinus dapat mengikis bagian dalam pembuluh darah dan menyebabkan mimisan.

Itu lah sedikit penjelasan tentang penyakit-penyakit yang dapat ditimbulkan akibat sering mimisan. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: