5 Kelainan Darah yang Terkait dengan Trombosit

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Trombosit, kelainan trombosit

Halodoc, Jakarta - Penyakit kelainan darah merupakan gangguan yang terjadi pada salah satu atau beberapa jenis darah, sehingga memengaruhi kuantitas dan fungsinya. Darah sendiri mengandung zat cair dan padat yang terdiri dari plasma darah, sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit. 

Baca juga: 4 Jenis Kelainan Darah yang Memengaruhi Sel Darah Merah

Penyakit kelainan darah terdiri dari beberapa jenis, tergantung pada bagian darah yang mengalami kerusakan, dan penyebab yang mendasarinya. Kelainan darah tidak hanya memengaruhi sel darah merah dan sel darah putih saja. Kelainan darah juga dapat terjadi pada trombosit. Berikut jenis-jenis kelainan yang terkait dengan trombosit dan proses pembekuan darah:

  • Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

ITP merupakan kelainan autoimun yang menyebabkan tubuh menjadi mudah memar atau berdarah. Hal ini terjadi karena jumlah trombosit dalam tubuh rendah, sehingga proses penggumpalan darah untuk menghentikan terjadinya pendarahan tidak dapat berfungsi.

Gejala utama ITP ditandai dengan munculnya ruam merah atau memar. Selain itu, gejala umum yang terjadi yaitu mimisan, rasa lelah yang berlebihan, adanya bercak darah pada urine atau tinja, gusi berdarah, serta volume darah yang berlebihan saat menstruasi.

  • Penyakit von Willebrand

Penyakit ini merupakan penyakit bawaan yang membuat pengidapnya menjadi lebih mudah berdarah. Gangguan yang satu ini terjadi karena kurangnya protein yang bernama von Willebrand, yang dibutuhkan saat proses pembekuan darah. Meski tidak dapat disembuhkan, perawatan yang tepat dapat membuat pengidapnya hidup dengan normal.

Gejala umum yang terjadi, yaitu pendarahan hebat setelah mencabut gigi, mimisan yang berlangsung lama, adanya kandungan darah pada urine dan feses, menstruasi dengan volume darah yang sangat banyak, serta muncul gejala anemia, seperti lemas, lelah, atau sesak napas.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Kelainan Darah

  • Hemofilia

Hemofilia merupakan penyakit yang menyebabkan gangguan pendarahan karena  karena kekurangan protein yang menjadi faktor pembekuan darah. Akibatnya, pengidap hemofilia akan mengalami pendarahan yang berlangsung lebih lama saat tubuh sedang terluka.

Gejala utama pengidap hemofilia ditandai dengan pendarahan yang sulit berhenti atau pendarahan berlangsung lama dengan volume darah yang sangat banyak. Selain itu, gejala ditandai dengan kulit mudah memar, pendarahan di area sekitar sendi, serta kesemutan dan nyeri pada area siku, pergelangan kaki, dan lutut.

  • Essential Thrombocythemia

Penyakit yang satu ini terjadi ketika terlalu banyak trombosit yang dihasilkan oleh sumsum tulang belakang. Akibatnya, terjadi penggumpalan darah dalam tubuh karena meningkatnya proses pembekuan darah.

Penyakit ini ditandai dengan gejala, seperti nyeri pada dada, sakit kepala, tubuh merasa lemas, gangguan penglihatan, memar pada kulit, kesemutan pada tungkai atau lengan, serta terjadinya pendarahan dari dalam mulut, hidung, gusi, dan saluran pencernaan.

  • Sindrom antifosfolipid

Sindrom yang satu ini merupakan kondisi ketika terjadinya gangguan pada sistem imun yang menjadi pemicu terjadinya penggumpalan darah. Pengidap sindrom antifosfolipid akan menghasilkan antibodi abnormal yang bernama antibodi antifosfolipid yang menyerang protein lemak, sehingga menyebabkan darah lebih cepat menggumpal.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Kelainan Darah Thalassemia

Jenis penyakit kelainan darah yang terkait dengan trombosit akan berbeda-beda. Oleh karena itu, upaya pengobatan, pencegahan, serta komplikasi yang terjadi akan sangat beragam. Jika kamu menemui serangkaian gejalanya, segera membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc untuk melakukan diagnosis dan penangan dini, agar komplikasi dari kelainan darah dapat dihindari.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Blood Diseases: White and Red Blood Cells, Platelets and Plasma.
Cancer and Blood Disorders overview. Diakses pada 2019. Red Blood Cell Disorders Overview.