Advertisement

Benarkah Tes MBTI Personality Akurat? Ini Faktanya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Januari 2026

MBTI adalah indikator preferensi kepribadian yang populer namun memiliki keterbatasan ilmiah dibandingkan model spektrum Big Five.

Benarkah Tes MBTI Personality Akurat? Ini FaktanyaBenarkah Tes MBTI Personality Akurat? Ini Faktanya

DAFTAR ISI


Test Myers-Briggs Type Indicator atau tes MBTI adalah berbentuk kuesioner laporan diri introspektif. Pemeriksaan ini dirancang untuk mengetahui sejumlah aspek. Mulai dari kekuatan, preferensi hingga gambaran umum kepribadian seseorang. 

Adapun pemeriksaan ini dibuat oleh dua orang psikolog yaitu Katharine Cook Briggs dan putrinya, Isabel Briggs Myers. Keduanya terinspirasi dan mengembangkan tes tersebut berdasarkan teori kepribadian Carl Jung. 

Banyak orang yang menggunakan tes ini untuk mengetahui kepribadian mereka. Namun sampai saat ini akurasi atau validitas hasil dari tes MBTI masih menjadi perdebatan. Sebaiknya ketahui fakta keakuratan test MBTI personality

Fakta Mengenai Keakuratan Tes MBTI

Test Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) merupakan merupakan salah satu tes kepribadian paling populer di dunia.

Namun, terlepas dari popularitas tes tersebut, banyak psikolog mengkritiknya dengan mengatakan bahwa Myers-Brigg tidak ilmiah, tidak berarti, atau palsu.

Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan MBTI tidak dapat diandalkan. 

Lantaran orang yang sama bisa mendapatkan hasil yang berbeda saat mengulang tes tersebut. Studi lain mempertanyakan validitas MBTI, yang merupakan kemampuan tes untuk secara akurat menghubungkan “tipe” dengan hasil di dunia nyata. Misalnya, seberapa baik orang yang diklasifikasikan sebagai tipe tertentu akan tampil dalam pekerjaan tertentu.

Di sisi lain, Aqualus M Gordon Ph.D. seorang ahli dari Psychology Today menyatakan pandangan yang berbeda.

Sebab, dirinya berpikiran bahwa Indikator Tipe Myers-Briggs (MBTI) tidak kalah valid atau andal dari tes kepribadian lainnya.

Desas-desus yang mengatakan kalau tes MBTI tidaklah akurat  tidak dapat diandalkan karena tidak didasarkan pada penelitian.

Tetapi ada orang lain yang mengambil pandangan yang lebih ringan dari tes tersebut. Salah satunya adalah Michael Ashton, seorang profesor psikologi dari Brock University di Ontario, Kanada.

Dirinya menjelaskan bahwa banyak psikolog yang memiliki spesialisasi ilmu di kepribadian menganggap MBTI menjadi ukuran yang cukup valid dari beberapa karakteristik kepribadian. Namun, tes ini tetap dianggap memiliki beberapa keterbatasan. 

Empat Dimensi Utama MBTI

Tipe kepribadian dalam MBTI ditentukan oleh kombinasi dari empat pasangan preferensi (dikotomi):

  • Energi: Extraversion (E) vs Introversion (I) – Bagaimana kamu mendapatkan energi?
  • Informasi: Sensing (S) vs Intuition (N) – Bagaimana kamu memproses informasi?
  • Keputusan: Thinking (T) vs Feeling (F) – Bagaimana kamu membuat keputusan?
  • Gaya Hidup: Judging (J) vs Perceiving (P) – Bagaimana kamu menjalani hidup?

Kombinasi dari preferensi-preferensi ini menghasilkan 16 tipe kepribadian yang unik, seperti ISTJ, ENFP, dan sebagainya. Setiap tipe memiliki karakteristik, kekuatan, dan kelemahan yang berbeda.

Yuk, ketahui juga informasi lain seputar Psikologi – Kondisi Psikis dan Informasi Lengkapnya di sini.

Faktor yang Mempengaruhi Akurasi MBTI

Akurasi tes MBTI sering menjadi perdebatan. Penting untuk dipahami bahwa MBTI bukanlah alat diagnostik, melainkan sebuah indikator preferensi. Beberapa faktor dapat memengaruhi akurasi hasil tes MBTI, diantaranya:

  • Kejujuran diri: Jawaban yang jujur dan reflektif sangat penting.
  • Kondisi mental dan emosional: Kondisi saat mengerjakan tes dapat memengaruhi hasil.
  • Pemahaman pertanyaan: Interpretasi yang salah terhadap pertanyaan dapat menghasilkan hasil yang tidak akurat.
  • Perubahan kepribadian: Kepribadian dapat berkembang seiring waktu dan pengalaman.

Menurut American Psychological Association, tes kepribadian seperti MBTI sebaiknya digunakan sebagai salah satu alat bantu dalam memahami diri, bukan sebagai penentu mutlak.

Keterbatasan Tes MBTI

Tes ini memiliki sejumlah keterbatasan, yaitu: 

1. Kurang landasan ilmiah. Keterbatasan Ini menjadi masalah utama dari MBTI. Sebab, tes ini sudah ada sebelum psikologi menjadi ilmu empiris.

2. Bersifat hitam atau putih. Desain MBTI mengelompokkan seseorang secara hitam atau putih. Termasuk diantaranya ekstrovert atau introvert, dan judger atau feeler. Padahal, kebanyakan orang tidak bisa dipisahkan secara spesifik ke dalam dua kategori pada setiap dimensi kepribadian.

3. Tidak memiliki dimensi kepribadian yang cukup. MBTI hanya menyertakan empat dimensi kepribadian. Padahal, para ahli memastikan bahwa dimensi kepribadian setidaknya ada lima. 

Bukan Berarti Tidak Bermanfaat

Menurut David Pincus, seorang profesor psikologi dari Universitas Chapman di California, psikolog lebih memilih alat lain.

Adapun alat atau tes lain disebut the big five yang menilai kepribadian berdasarkan letak individu pada spektrum lima sifat: 

  • Keramahan.
  • Kesadaran.
  • Ekstraversi.
  • Keterbukaan terhadap pengalaman.
  • Neurotisme sebagai istilah bagi seseoang yang mengalami disfungsional emosi. 

Model Lima Besar memiliki catatan validasi ilmiah yang lebih baik daripada MBTI, kata para ahli. Meski begitu, MBTI tidak sepenuhnya sia-sia.

Orang tertarik pada tes seperti MBTI karena keinginan untuk memahami diri sendiri dan orang lain.

Sebab, empat dimensi yang ada pada tes tipe MBTI  berguna untuk menggambarkan kepribadian orang. Bahkan ketika hasil MBTI tidak sesuai dengan intuisi seseorang tentang dirinya, hasil tesnya tetap dapat memberikan wawasan.

Jika kamu butuh teman bicara, Ini Rekomendasi Psikolog Online Berpengalaman di Halodoc yang bisa dihubungi kapan pun dan di mana pun.

Tips Mendapatkan Hasil Tes MBTI yang Akurat

Untuk mendapatkan hasil tes MBTI yang lebih akurat, pertimbangkan tips berikut:

  • Jujur pada diri sendiri: Jawab pertanyaan berdasarkan siapa kamu sebenarnya, bukan siapa yang kamu inginkan.
  • Kondisi rileks: Luangkan waktu 10-15 menit di lingkungan yang tenang tanpa gangguan.
  • Pahami dinamika: Kepribadian bisa berkembang seiring waktu; hasil tes saat ini mungkin berbeda dari hasil beberapa tahun lalu.

Penting untuk diingat bahwa hasil tes MBTI adalah potret diri pada waktu tertentu dan dapat berubah seiring berjalannya waktu.

Itulah penjelasan mengenai keakuratan tes MBTI. Jika kamu masih memiliki pertanyaan seputar tes kepribadian atau sedang merasa terpuruk, jangan ragu untuk bicara dengan psikolog di Halodoc.

Jangan khawatir, psikolog di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi: 
Psychology Today. Diakses pada 2026. In Defense of the Myers-Briggs. 
Psycom. Diakses pada 2026. Why Your Myers-Briggs Personality Type Is Meaningless. 
Live Science. Diakses pada 2026. How Accurate Is the Myers-Briggs Personality Test?
Kompas. Diakses pada 2026. Apakah Tes MBTI Akurat dan Bisa Dipercaya?