• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Beragam Obat Diare dan Cara Menggunakannya

Beragam Obat Diare dan Cara Menggunakannya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Beragam Obat Diare dan Cara Menggunakannya

Halodoc, Jakarta – Diare menyebabkan pengidapnya mengalami peningkatan frekuensi buang air besar dengan tinja atau feses yang encer. Kondisi ini juga ditandai dengan gejala kram perut, mual dan muntah, hingga demam. Karena sering buang air besar, pengidap diare biasanya merasa lemas, bahkan kesulitan untuk melakukan aktivitas harian. 

Maka dari itu, pengobatan perlu segera dilakukan. Tujuannya untuk mengatasi diare dan mencegah terjadinya komplikasi. Mau tahu apa saja jenis dan ragam obat diare yang bisa digunakan? Bagaimana cara menggunakannya? 

Baca juga: Benarkah Obat Diare Anak Sebaiknya Harus Dihabiskan?

Obat Diare yang Ampuh 

Obat diare dikonsumsi untuk mengatasi diare, sehingga tidak memburuk dengan cepat. Konsumsi obat diare juga bisa dilakukan untuk mengatasi diare yang tak kunjung sembuh setelah beberapa hari. Namun, tahukah kamu apa saja jenis obat diare yang ampuh dan bagaimana cara menggunakannya? 

Saat mengonsumsi obat diare, disarankan untuk selalu memperhatikan petunjuk penggunaannya. Hal ini dilakukan agar obat bisa bekerja secara optimal dan cepat meredakan gejala penyakit. Pemberian obat diare disesuaikan dengan kondisi tubuh dan penyebab diare. Perlu diketahui, ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kondisi ini, mulai dari infeksi virus, bakteri, hingga efek samping obat tertentu. 

Ada beberapa jenis obat diare yang bisa digunakan, di antaranya: 

1.Oralit 

Diare meningkatkan risiko dehidrasi alias kekurangan cairan di dalam tubuh. Nah, salah satu obat diare yang bisa digunakan adalah oralit. Obat berbentuk bubuk ini berfungsi untuk mengganti cairan tubuh. Cara penggunaannya adalah dengan mencampurkan satu bungkus bubuk oralit dengan 200 mililiter air atau sesuai petunjuk, aduk kemudian minum. 

Baca juga: Amankah Memberikan Obat Diare Anak yang Dijual Bebas?

2.Probiotik 

Obat diare selanjutnya adalah probiotik, yaitu bakteri baik yang terdapat pada makanan atau minuman. Saat mengalami diare, cobalah untuk mengonsumsi makanan kaya probiotik, seperti tempe dan yoghurt. Probiotik juga bisa ditemukan pada jenis obat khusus, dan biasanya digunakan untuk mengatasi diare yang muncull akibat infeksi atau efek samping obat. 

3.Karbon Aktif 

Untuk mengatasi diare, kamu bisa mengonsumsi obat yang mengandung zat karbon aktif atau arang aktif, misalnya norit. Cara kerja karbon aktif adalah dengan menyerap racun penyebab diare. Setelah itu, racun akan dibuang bersama dengan kotoran atau feses. Perhatikan petunjuk di kemasan atau resep dokter saat mengonsumsi obat ini. 

4.Obat Antidiare 

Obat antidiare bisa digunakan untuk mengatasi diare yang bersifat akut. Ada beberapa jenis obat diare yang mungkin diresepkan oleh dokter, di antaranya loperamide atau bismuth subsalicylate. Keduanya adalah obat diare untuk dewasa. 

Loperamide berbentuk tablet dan dikonsumsi langsung dengan dosis 2 tablet pada saat pertama. Kemudian, dilanjutkan dengan 1 tablet setiap kali selesai buang air besar. Obat ini tidak boleh dikonsumsi lebih dari 6 tablet dalam satu hari. Sementara dosis umum bismuth subsalicylate adalah 2 tablet setiap 1–2 jam dengan maksimal 16 tablet sehari. 

Baca juga: 5 Cara Tepat Menghentikan Diare

Obat diare yang dibutuhkan mungkin akan berbeda antara satu orang dengan yang lainnya, tergantung tingkat keparahan dan penyebab diare. Namun, sebaiknya jangan sembarangan dalam memilih dan mengonsumsi obat. Biar lebih aman, kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter seputar diare yang dialami melalui Video/Voice Call atau Chat dan dapatkan resep obat dari dokter. Ayo, download Halodoc di sini!

Referensi:
Medicines for Children. Diakses pada 2021. Oral rehydration salts.
Everyday Health. Diakses pada 2021. 3 Ways to Treat Diarrhea.
Healthline. Diakses pada 2021. The 5 Most Effective Diarrhea Remedies.
Drugs. Diakses pada 2021. Charcoal.
How to Cure. Diakses pada 2021. Is It Safe to Use Activated Charcoal for Diarrhea?