
Beragam Tips Mencegah Mag Kambuh saat Puasa
Mencegah maag saat puasa dapat dilakukan dengan mengatur pola makan sahur dan buka, serta menghindari pemicu naiknya asam lambung.

DAFTAR ISI
- Gejala yang Terjadi pada Saat Maag
- Tips Mencegah Maag dan GERD Saat Ramadan
- Maag Kambuh Saat Puasa, Haruskah Batal?
- Pertolongan Pertama Saat Maag atau GERD Kambuh Saat Puasa
Penyakit maag atau dispepsia menggambarkan rasa nyeri pada lambung dan ulu hati yang seseorang rasakan. Hal ini terjadi karena asam lambung yang bersentuhan dengan lapisan mukosa sehingga menyebabkan iritasi dan umum terjadi saat sedang berpuasa.
Ketika puasa, maag dapat kambuh karena jenis konsumsi makanan atau waktu makan yang berubah dan terbatas. Simak berbagai tips agar kamu terhindar dari sakit maag saat puasa berikut ini!
Gejala yang Terjadi pada Saat Maag
Untuk mengetahui apakah kamu mengalami mag atau tidak, kamu bisa mengecek apakah terdapat gejala-gejala seperti berikut.
- Mual dan muntah.
- Rasa asam di mulut.
- Nyeri ulu hati dan dada.
- Rasa panas pada perut dan dada.
- Perut terasa kembung.
- Sering bersendawa.
Tips Mencegah Maag dan GERD Saat Ramadan
Makanan yang kamu konsumsi ketika sahur dan berbuka bisa berdampak pada terjadinya maag. Sebab itu, berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir terjadinya maag saat puasa:
1. Tidak melewatkan sahur
Sahur adalah waktu yang sangat penting untuk memastikan kesehatan tubuh tetap baik selama puasa. Lakukan sahur setiap kamu akan berpuasa agar asam lambung tidak naik dan menyebabkan maag.
Selain itu, makanan yang kamu konsumsi pada saat sahur juga harus bernutrisi agar bisa membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan.
Selain melakukan beberapa tips ini, sebaiknya kamu juga selalu sediakan obat-obatan untuk pertolongan pertama saat maag menyerang. Temukan rekomendasinya di sini:
- “Ini 5 Pilihan Obat untuk Mengatasi Maag saat Puasa”.
- “Ini 7 Rekomendasi Obat Asam Lambung yang Ampuh di Apotek”.
2. Berbuka puasa tepat waktu
Sama halnya seperti sahur, waktu buka puasa juga merupakan waktu yang sangat penting untuk memastikan bahwa asam lambung tidak naik. Asam lambung bisa menumpuk dalam perut ketika kosong.
Jika perutmu tetap kosong padahal sudah memasuki waktunya berbuka, asam lambung bisa naik dan menyebabkan maag. Rasa mual juga bisa ikut serta terasa karena hal ini.
Apabila kamu belum punya waktu untuk memakan makanan besar ketika berbuka, kamu bisa makan dalam porsi yang sedikit dahulu. Kamu bisa meminum air putih dan mengonsumsi kurma dan kemudian melanjutkan makan dalam satu sampai dua jam setelahnya.
3. Tidak makan berlebihan
Makan dalam jumlah banyak di waktu yang sedikit bisa menyebabkan tekanan pada lambung. Kuantitas makanan yang banyak bisa menyebabkan organ pencernaan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencerna.
Karena hal ini, asam lambung juga bisa naik. Pastikan kamu makan dengan jumlah yang sesuai, tidak terlalu banyak ataupun sedikit, untuk menghindari maag.
4. Tidak mengonsumsi kafein sebelum makan
Kafein merupakan zat yang bisa meningkatkan produksi asam lambung dalam tubuh. Oleh karena itu, sebaiknya minuman atau makanan yang mengandung kafein tidak kamu konsumsi dengan perut kosong.
Pastikan nutrisi lain sudah masuk terlebih dahulu sebelum mengonsumsi kafein. Selain itu, kamu juga bisa membatasi minuman berkafein yang kamu konsumsi ketika berpuasa.
5. Menghindari langsung tidur setelah makan
Ahli medis menyarankan bahwa seseorang sebaiknya tidak berbaring atau tidur langsung setelah mereka makan. Jika melakukan hal ini, pencernaan dapat mengalami masalah dan maag bisa terjadi. Sebaiknya, kamu berbuka dua sampai tiga jam sebelum kamu tidur agar tubuh memiliki waktu untuk mencerna makanan.
6. Menghindari makanan yang terlalu asam dan pedas
Makanan dengan rasa asam dan pedas yang sangat tinggi bisa berdampak buruk pada asam lambung. Makanan-makanan ini juga bisa memicu maag karena rasanya yang kuat.
Sebaiknya kamu mengurangi porsi yang kamu konsumsi atau mengurangi kuantitas konsumsinya dalam seminggu. Sebagai pengganti, kamu bisa memperbanyak makanan yang rendah asam seperti nasi, sayur, ikan, atau buah seperti pisang.
7. Jangan minum soda saat berbuka puasa
Jika kamu melihat minuman satu ini dihidangkan saat acara berbuka puasa, sebaiknya kamu jangan mendekat. Sebab soda dan minuman berkarbonasi lainnya dapat meningkatkan kadar asam lambung.
Tak berhenti sampai di situ, minum minuman bersoda juga menyebabkan asam dari perut naik ke tenggorokan sehingga kamu dapat merasakan tenggorokanmu terbakar.
Di episode Halodoc Talks pertama ini, kami juga membahas bagaimana tubuh beradaptasi selama Ramadan dan tantangan kesehatan yang paling sering muncul, seperti maag, vertigo, dan gangguan pencernaan.
Berangkat dari data Halodoc dari tahun ke tahun, Fibriyani Elastria (Chief Marketing Officer Halodoc) dan dr. Irwan Heriyanto, MARS (Board of Medical Excellence Halodoc) mengulas mengapa persiapan kesehatan sejak awal menjadi kunci agar puasa berjalan lebih lancar dan nyaman.
Ingin insight lebih lengkap seputar kesiapan dan tantangan kesehatan selama Ramadan hingga Idul Fitri?
Baca selengkapnya di Indonesia Health Insights Report Q1 2026.
Maag Kambuh Saat Puasa, Haruskah Batal?
Sensasi perih, kembung, dan mual akibat maag sering kali menjadi tantangan utama bagi umat Muslim saat menjalankan ibadah puasa. Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Apakah saya harus membatalkan puasa saat maag terasa tidak nyaman, atau haruskah saya bertahan hingga Maghrib?”
Jawabannya sangat bergantung pada intensitas gejala yang kamu rasakan. Memahami batasan antara rasa tidak nyaman yang wajar dengan kondisi darurat medis sangat penting agar kesehatan jangka panjang kamu tetap terjaga.
1. Kapan kamu boleh bertahan?
Jika gejala maag masih berada pada skala ringan hingga moderat, kamu biasanya masih bisa melanjutkan puasa dengan penyesuaian aktivitas. Tanda-tandanya antara lain:
- Perut terasa sedikit kembung atau “penuh” (begah).
- Muncul rasa perih yang hilang-timbul namun tidak menusuk.
- Sendawa yang terjadi sesekali tanpa disertai naiknya asam lambung ke tenggorokan (refluks).
Tips: Cobalah untuk beristirahat sejenak, hindari posisi berbaring telentang (gunakan bantal lebih tinggi), dan kurangi aktivitas fisik yang menekan area perut.
2. Kapan kamu wajib membatalkan puasa?
Ada titik di mana tubuh memberikan sinyal bahwa lambung sudah tidak mampu lagi menoleransi kondisi perut kosong. Berdasarkan anjuran medis, kamu sebaiknya segera membatalkan puasa jika mengalami gejala berikut:
- Nyeri hebat yang menetap: Rasa sakit yang terasa menusuk atau melilit di ulu hati dan tidak kunjung mereda meski sudah beristirahat.
- Muntah yang sering: Muntah terus-menerus dapat menyebabkan dehidrasi parah dan luka pada kerongkongan.
- Nyeri dada (heartburn) yang hebat: Sensasi terbakar di dada yang sangat kuat, terkadang disertai sesak napas.
- Gejala anemia atau syok: Merasa sangat pusing, pandangan kabur, keringat dingin, atau lemas yang ekstrem.
- Muntah darah atau BAB hitam: Ini adalah tanda perdarahan pada saluran cerna atas yang membutuhkan penanganan medis segera.
Jika mengalami gejala yang tidak biasa, berikut Ini Rekomendasi Dokter yang Bisa Mengobati GERD untuk kamu hubungi.
Pertolongan Pertama Saat Maag atau GERD Kambuh Saat Puasa
Ketika sensasi terbakar di dada (heartburn) atau nyeri ulu hati muncul di siang hari, jangan langsung panik.
Sebelum memutuskan untuk membatalkan puasa, kamu bisa melakukan beberapa langkah pertolongan pertama berikut ini untuk meredakan gejalanya:
1. Atur posisi tubuh (jangan berbaring)
Jika asam lambung naik ke kerongkongan (gejala GERD), posisi berbaring justru akan memperparah keadaan karena gaya gravitasi memudahkan asam naik.
Duduklah dengan tegak atau sandarkan punggung pada bantal yang tinggi (posisi setengah duduk). Posisi ini membantu menjaga asam lambung tetap berada di bawah.
2. Longgarkan Pakaian
Tekanan pada area perut dapat menekan lambung dan memicu asam lambung naik ke kerongkongan.
Longgarkan ikat pinggang atau kancing celana. Hal ini memberikan ruang bagi lambung agar tidak terhimpit dan membantu mengurangi rasa sesak serta mual.
Simak informasi lebih dalam soal Apa itu Penyakit Asam Lambung (GERD) – Gejala & Pengobatannya berikut ini.
3. Lakukan teknik pernapasan dalam
Rasa nyeri sering kali memicu kecemasan, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan produksi asam lambung.
Tarik napas perlahan melalui hidung, tahan sejenak, dan embuskan melalui mulut. Teknik ini membantu merelaksasi otot-otot saluran pencernaan dan mengurangi sensasi nyeri di ulu hati.
4. Hindari aktivitas berat dan tekanan mental
Stres fisik dan mental adalah pemicu utama meningkatnya asam lambung secara mendadak.
Hentikan sejenak pekerjaan yang menguras energi. Cari tempat yang sejuk dan tenang untuk beristirahat sampai rasa tidak nyaman mereda.
Itulah penjelasan seputar cara mengatasi maag dan GERD saat puasa yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis penyakit dalam di Halodoc saja!
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:



