• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Berolahraga bagi Pengidap Tuberkulosis, Amankah?

Berolahraga bagi Pengidap Tuberkulosis, Amankah?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Memiliki durasi pengobatan yang terbilang panjang membuat pengidap tuberkulosis atau TBC mengalami penurunan kualitas hidup. Penurunan fungsi pada paru-paru membuat pengidap gangguan kesehatan ini tidak lagi bisa leluasa beraktivitas. Lalu, bagaimana jika pengidap ingin berolahraga? Apakah aktivitas ini tetap aman dilakukan? Simak pembahasannya di bawah ini!

Sebenarnya, berolahraga memang menjadi aktivitas yang memiliki tantangan tersendiri bagi pengidap TBC. Tidak heran, masalah kesehatan ini menyerang organ paru dan membuatnya melemah, sementara itu olahraga justru akan membuat paru-paru bekerja lebih berat daripada ketika sedang beristirahat. 

Tidak hanya itu, pengidap pun mungkin akan merasa terbatas ketika beraktivitas karena risiko terjadinya penularan yang terbilang cukup besar. Inilah yang membuat banyak orang dengan kondisi tuberkulosis lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Padahal, berdiam dan beristirahat tanpa beraktivitas fisik juga tidak baik terhadap kesehatan tubuh. 

Baca juga: Deteksi Penyakit TBC dengan Pemeriksaan Bakteriologi

Olahraga bagi Pengidap Tuberkulosis, Amankah?

Ternyata, tidak ada salahnya untuk tetap melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga, meski sedang mengidap TBC. Meskipun begitu, pastikan dulu kondisi tubuhmu dalam keadaan fit atau baik. Jika gejala yang kamu rasakan terbilang parah, sebaiknya tunda dulu melakukan aktivitas fisik, apalagi jika kondisi kesehatanmu sedang mengalami penurunan sebagai dampak dari konsumsi obat TBC.

Akan tetapi, apabila selama masa pengobatan kamu merasa tubuh berada dalam kondisi yang lebih fit, olahraga justru akan membantu kamu lebih cepat sembuh dari gangguan kesehatan ini, lho! Studi yang dipublikasikan dalam Journal Mind and Medical Science menyebutkan, olahraga yang dilakukan secara rutin bisa membantu mengembalikan fungsi paru-paru yang sebelumnya mengalami gangguan karena TBC secara perlahan dan bertahap.

Baca juga: Waspada, Gastritis Bisa Jadi Pertanda Tuberkulosis

Tidak hanya itu, studi lain yang diterbitkan dalam Journal Preventive Medicine juga menyebutkan, olahraga yang menitikberatkan pada teknik pernapasan tidak hanya membantu mengurangi rasa nyeri dan sesak pada dada, tetapi juga membantu mengembalikan berat tubuh menjadi ideal pada pengidap tuberkulosis yang mengalami penurunan berat badan secara signifikan. 

Jadi, pastikan kamu bertanya terlebih dahulu pada dokter sebelum memulai berolahraga. Kamu tidak perlu repot ke rumah sakit, karena sekarang tanya dokter sudah lebih mudah dengan adanya aplikasi Halodoc. Mau buat janji berobat ke rumah sakit terdekat dan beli obat pun bisa lewat aplikasi Halodoc, kok. 

Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan Pengidap Tuberkulosis

Lalu, bolehkah pengidap TBC melakukan olahraga di luar rumah? Boleh saja, asalkan tetap menjaga jarak dengan orang lain demi menghindari terjadinya penularan. Berikut ini beberapa jenis olahraga yang aman dilakukan pengidap tuberkulosis:

  • Yoga

Infeksi bakteri yang mengakibatkan TBC berdampak pada menurunnya kapasitas paru-paru untuk menampung oksigen. Nah, melalui yoga, kamu bisa belajar kembali latihan pernapasan sehingga kapasitas paru-paru pun kembali meningkat. Latihan ini membantu melancarkan jalannya oksigen yang ada pada saluran napas, sekaligus meningkatkan volume udara di dalam paru-paru serta menurunkan kadar stres pada pengidap TBC.

Baca juga: Cara Penularan Penyakit Tuberkulosis yang Sering Diabaikan

  • Jalan Kaki dan Bersepeda

Olahraga yang aman bagi pengidap tuberkulosis adalah jenis olahraga ringan, seperti bersepeda atau berjalan kaki. Jalan kaki sendiri sering menjadi olahraga pilihan bagi orang-orang yang sedang dalam masa pemulihan penyakit yang menyerang paru. Olahraga ini bisa membantu menguatkan jaringan di sekitar paru-paru, sehingga bisa berfungsi dengan lebih baik. 

  • Angkat Beban

Ketika tubuh sudah lebih pulih, kamu bisa meningkatkan lagi intensitas olahraganya, dari jalan kaki dan bersepeda ke angkat beban, tetapi tetap ingat ya, mulailah dari beban yang ringan. Gerakan angkat beban bisa membantu menguatkan otot pada bagian dada, terlebih pada sistem pernapasan. 

Jadi, tidak masalah tetap aktif berolahraga meski sedang mengidap tuberkulosis, asalkan dilakukan dalam intensitas yang ringan dan sesuai dengan kondisi tubuh. 

Referensi: 
Ruta, Victoria Maria, et al. 2019. Diakses pada 2020. Physical Exercise - the Friend or the Enemy of the Patient with Pulmonary Tuberculosis? Journal of Mind and Medical Sciences 6 (1).
A. Mooventhan, et al. 2014. Diakses pada 2020. Effect of Yogic Breathing Techniques in New Sputum Positive Pulmonary Tuberculosis. International Journal of Preventive Medicine 5(6): 787-790.