• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Biduran Kambuh, Haruskah untuk Minum Obat?

Biduran Kambuh, Haruskah untuk Minum Obat?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Biduran adalah masalah kulit yang ditandai dengan ruam kulit merah, menonjol, dan gatal. Masalah kulit yang satu ini sering kali disebabkan oleh alergen, sesuatu yang menghasilkan reaksi alergi. Saat reaksi alergi terjadi, tubuh melepaskan protein yang disebut histamin. Ketika histamin dilepaskan, pembuluh darah kecil yang disebut kapiler mengeluarkan cairan. Nah, cairan tersebut kemudian menumpuk di kulit dan menyebabkan ruam.

Meski sering disebabkan oleh alergen, terkadang penyebab biduran sulit diketahui. Biduran memang bukan penyakit serius dan tidak menular, tetapi tetap saja bisa memberikan ketidaknyamanan. Perawatan rumahan sederhana biasanya mampu meredakan biduran. Namun, bila sering kambuh, apakah orang yang mengalami biduran harus segera minum obat? Simak penjelasan berikut.

Baca juga: Faktor Pemicu Biduran yang Harus Diketahui

Haruskah Minum Obat saat Biduran Kambuh?

Pengobatan biduran tergantung pada jenisnya. Pada biduran akut, yakni biduran yang muncul secara tiba-tiba bisa diatasi dengan antihistamin non-penenang yang diminum secara teratur selama beberapa minggu. Antihistamin, seperti cetirizine atau fexofenadine membantu meredakan biduran dengan memblokir efek histamin dan mengurangi ruam serta menghentikan rasa gatal. 

Antihistamin umumnya mudah dibeli di apotek atau online. Kalau kamu butuh antihistamin, kamu bisa langsung membelinya lewat aplikasi Halodoc. Tidak perlu repot keluar rumah, tinggal pesan obat yang kamu butuhkan lalu obat akan diantar dalam waktu kurang lebih satu jam.

Perlu kamu ketahui bahwa antihistamin dapat menyebabkan kantuk. Obat ini juga tidak cocok juga tidak cocok dikonsumsi ibu hamil kecuali jika diresepkan oleh dokter. Nah, untuk biduran yang bersifat kronis atau jangka panjang, ketidaknyamanannya pasti berlangsung lebih lama. Alhasil, pengobatannya pun berbeda dengan biduran akut. 

Biduran kronis sering kali diobati dengan antibiotik untuk mengurangi kemerahan dan bengkak. Omalizumab atau Xolair juga kerap diresepkan oleh dokter. Ini adalah obat suntik yang memblokir imunoglobulin E, zat yang berperan dalam respons alergi. Obat-obatan ini mampu mengurangi gejala urtikaria idiopatik kronis, sejenis gatal-gatal yang tidak diketahui asalnya yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Baca juga: Ini Jenis-Jenis Biduran yang Perlu Diketahui

Selain Obat, Lakukan Perawatan Rumahan Ini

Tidak cukup minum obat saja, kamu mungkin perlu melakukan perawatan sederhana untuk meredakan ruam dan rasa gatal. Berikut beberapa cara untuk menenangkan kulit yang gatal:

1. Kompres Dingin

Menempelkan sesuatu yang dingin pada kulit dapat membantu meredakan iritasi. Untuk melakukan ini, ambil sekantong sayuran beku atau bungkus segenggam es dengan handuk dan oleskan ke area yang terkena selama 10 menit. Ulangi sesuai kebutuhan sepanjang hari.

2. Mandi dengan Larutan Anti Gatal

Ada beberapa produk yang bisa kamu tambahkan ke dalam bak mandi untuk menghilangkan rasa gatal, misalnya oatmeal atau soda kue. Campurkan oatmeal atau beberapa genggam soda kue ke dalam bak atau ember berisi air, kemudian rendam area kulit yang gatal selama beberapa menit. 

3. Hindari Produk yang Mengiritasi Kulit

Sabun tertentu dapat membuat kulit kering yang bisa memperparah sensasi gatal. Jadi, saat mengalami biduran, sebaiknya gunakan sabun yang lembut atau sabun khusus untuk kulit yang sensitif. Sabun sensitif biasanya bebas pewangi dan bahan kimia yang mengiritasi lainnya.

Kamu juga harus menghindari penggunaan pelembap atau losion yang mengiritasi. Jika ragu, pilih formula yang khusus untuk kulit sensitif. Mengoleskan pelembap kulit setelah mandi juga dapat membantu meredakan gatal.

Baca juga: Biduran Kambuh, Ini 5 Makanan untuk Meredakannya

4. Pastikan Ruangan Terasa Sejuk

Panas bisa memperburuk rasa gatal. Kenakan pakaian yang ringan dan jaga suhu di rumah tetap sejuk dan nyaman. Hindari duduk di bawah sinar matahari langsung.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What are hives (urticaria)?
Healthline. Diakses pada 2020. 15 Ways to Get Rid of Hives.