• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bikin Nyeri, Ini Cara Atasi Sariawan Saat Puasa

Bikin Nyeri, Ini Cara Atasi Sariawan Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bikin Nyeri, Ini Cara Atasi Sariawan Saat Puasa

Halodoc, Jakarta - Selain gangguan pencernaan, sariawan merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi saat puasa. Pasalnya, mulut menjadi lebih kering dan bisa memicu bertambahnya jumlah bakteri. Selain menyebabkan bau mulut, hal ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya sariawan yang bikin nyeri. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi sariawan saat puasa.

Sariawan adalah luka kecil, dangkal, dan terasa nyeri, yang muncul pada jaringan lunak dalam mulut, dasar gusi, bawah lidah, atau sepanjang sisi rongga mulut. Sariawan bisa muncul hanya satu atau beberapa buah sekaligus, tetapi sariawan tidak menular. Penyebab sariawan yang paling umum adalah daya tahan tubuh melemah, kekurangan vitamin B12 dan/atau asam folat, serta infeksi bakteri atau virus tertentu. Kadang, perubahan hormon tubuh seperti saat menstruasi atau hamil juga bisa menyebabkan sariawan muncul.

Baca juga: Benarkah Makanan Pedas Bisa Sebabkan Sariawan?

Mengatasi Sariawan saat Puasa

Sariawan saat puasa bisa mengganggu dan membuat tidak nyaman. Selain bikin nyeri, hal ini juga bisa menyebabkan kesulitan makan maupun minum, serta mulut menjadi lebih kering. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara mengatasi sariawan yang bisa dicoba, di antaranya:

1. Berkumur Air Garam

Garam yang dicampur dengan air hangat bisa digunakan sebagai obat kumur praktis untuk mengatasi sariawan. Hal ini karena garam memiliki sifat antiseptik, sehingga bisa membantu proses penyembuhan sariawan dengan lebih cepat.

2. Oleskan Madu

Madu adalah salah satu pilihan obat sariawan alami yang cukup ampuh. Caranya cukup dengan mengoleskan madu di atas area yang mengalami sariawan. Madu diketahui memiliki sifat antiradang sekaligus antibakteri, yang bisa membantu mengurangi rasa perih dan mempercepat proses pemulihan sariawan.

Baca juga: Waspada, Ini Penyakit di Balik Sariawan di Bibir

3. Kelapa

Kelapa diyakini mampu menjadi obat sariawan di lidah atau di bibir. Bahan ini bekerja mencegah peradangan luka semakin memburuk sekaligus mengurangi rasa sakit yang timbul akibat sariawan. Kelapa juga diyakini dapat membantu menyejukkan suhu tubuh, yang pada beberapa kasus menjadi penyebab timbulnya sariawan.

Cara menggunakan kelapa sebagai obat sariawan alami sebenarnya cukup mudah. Campurkan madu dengan susu kelapa atau minyak kelapa, lalu oleskan ramuan tersebut di luka sariawan. Ulangi sebanyak 3-4 kali dalam sehari, sampai sariawan mulai tampak mengempis.

4. Kantung Teh Bekas

Mengompreskan kantung teh bekas juga bisa dijadikan obat sariawan di lidah dan bibir. Kantong teh bersifat basa dapat menetralisir lingkungan mulut yang asam agar tidak memperburuk rasa sakit akibat sariawan tersebut. Caranya cukup dengan menempelkan kantung teh celup bekas pakai selama kira-kira lima menit pada sariawan.

5. Oleskan Getah Lidah buaya

Satu sariawan di lidah bisa membuat seluruh mulut terasa tak nyaman dan panas. Untuk itu, siapkan daun lidah buaya asli dan cuci sampai bersih sebagai obat sariawan di lidah. Kemudian, oleskan getah atau daging lidah buaya secukupnya langsung pada sariawan. Biarkan selama beberapa jam dan ulangi dua sampai tiga kali sehari. Lidah buaya ampuh untuk menghilangkan sariawan di lidah karena fungsinya sebagai anti-peradangan dan pereda nyeri yang alami.

Baca juga: 3 Makanan untuk Mencegah Sariawan

Itulah sedikit penjelasan tentang cara mengatasi sariawan saat puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!


Referensi
Food NDTV. Diakses pada 2021. 7 Superb Home Remedies To Get Rid Of Mouth Ulcers.
Style Craze. Diakses pada 2021. Top 15 Home Remedies To Cure Mouth Ulcers.
NHS Choices UK. Diakses pada 2021. Mouth Ulcers.