• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Anak-Anak Alami Sakit Maag?

Bisakah Anak-Anak Alami Sakit Maag?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Sakit maag adalah masalah kesehatan umum yang biasanya dialami oleh orang dewasa, terutama setelah makan makanan yang pedas. Namun, anak-anak pun ternyata juga bisa mengalami sakit maag, lho.

Dilansir dari laman WebMD, menurut beberapa estimasi, sekitar 2 persen anak usia 3 sampai 9 tahun, dan 5 persen anak berusia 10 sampai 17 tahun mengalami sakit maag. Gejalanya bahkan bisa dimulai sejak bayi. 

Mengenal Sakit Maag pada Anak

Sakit maag atau disebut juga dispepsia adalah kondisi yang terjadi di bagian atas perut anak ketika ia makan sesuatu yang tidak cocok di perutnya atau ketika ia makan terlalu cepat.

Kondisi tersebut biasanya juga disertai dengan gejala kembung, mual, heartburn dan bersendawa. Dispepsia pada anak-anak sering kali terjadi setelah makan dan bukan merupakan masalah yang serius. Kondisi tersebut biasanya bisa sembuh sendiri dalam beberapa jam.

Ketahui Penyebabnya

Sakit maag biasanya terjadi ketika asam dari lambung merusak lapisan pelindung sistem pencernaan, yang menyebabkan peradangan dan iritasi pada perut bagian atas. Kebanyakan anak tidak mengalami peradangan, tapi sensitivitas lapisan pelindung yang disebut mukosa jadi meningkat. 

Berikut beberapa hal yang bisa menjadi penyebab sakit maag pada anak:

1.Penyakit Gastroesophageal Reflux (GERD)

Kondisi ini terjadi akibat gangguan pencernaan berulang pada anak, sehingga menyebabkan peradangan dan iritasi pada kerongkongan. Bil Si Kecil mengalami penyakit GERD, segera bawa ia ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis.

2.Obat-obatan

Obat-obatan tertentu diketahui bisa menyebabkan heartburn pada anak-anak. Hal ini biasanya terjadi bila anak mengonsumsi resep obat yang mengandung unsur nitrat. Obat tersebut dapat menyebabkan cincin otot antara perut dan esofagus, yang disebut sfingter esofagus, menjadi rileks. Lalu, akhirnya membuat asam lambung bocor dan menyebabkan iritasi pada lapisan pelindung sistem pencernaan.

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen juga bisa memengaruhi fungsi sistem pencernaan dan menyembabkan asam di perut bergejolak yang menyebabkan sakit maag.

3.Obesitas

Obesitas bisa memberikan tekanan tambahan pada perut yang bisa menyebabkan refluks asam di kerongkongan setiap kali anak makan.

4.Infeksi Helicobacter Pylori

Ini menjadi infeksi lambung yang menimbulkan sakit maag sebagai satu-satunya gejala. Infeksi ini bahkan bisa menyebabkan sakit perut dan kanker pada anak. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk membicarakannya dengan dokter untuk memeriksa infeksi bila Si Kecil mengalami sakit maag parah secara teratur.


5.Stres

Anak-anak juga bisa mengalami stres dan kecemasan. Kedua kondisi tersebut bisa memengaruhi kebiasaan makan dan tidur menjadi tidak teratur. Akibatnya, Si Kecil akan mengalami sakit maag.

Baca juga: Ibu, Ketahui Faktor Pemicu Sakit Maag pada Anak

Waspada Gejala Sakit Maag pada Anak

Sakit maag biasanya ditandai dengan nyeri di daerah perut bagian atas yang terjadi segera setelah makan. Namun, dalam beberapa kasus, mungkin ada jeda beberapa waktu sebelum gejala tersebut muncul setelah makan.

Sakit maag biasanya juga disertai dengan heartburn atau sensasi panas di dada. Dalam kasus yang parah, Si Kecil mungkin akan mengeluhkan rasa sakit yang tidak tertahankan.

Berikut beberapa gejala sakit maag yang juga umum terjadi:

  • Kembung.
  • Sering bersendawa dan buang angin, atau perut kembung.
  • Refluks asam, yang menyebabkan makanan atau cairan naik kembali dari perut ke kerongkongan.
  • Mual.
  • Muntah.
  • Pola makan yang buruk.

Baca juga: 6 Penyebab Bayi Susah Makan

Cara Mengatasi Sakit Maag pada Anak

Kebanyakan kasus sakit maag pada anak tidak perlu perawatan medis dari dokter. Namun, bila gejalanya tidak kunjung hilang setelah lebih dari beberapa jam, kamu perlu membawa anak ke dokter.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan menekan area di sekitar perut untuk mengetahui letak nyeri dan mendiagnosis penyebab sakit maag. Berdasarkan diagnosis, dokter bisa meresepkan obat-obatan atau tes lebih lanjut, seperti sinar-X atau scan perut. Bila dicurigai terdapat infeksi, dokter juga bisa merekomendasikan tes urine dan tinja.

Obat seperti antasida ringan bisa diberikan untuk menyembuhkan sakit maag pada anak-anak sejak awal. Bila sakit maag hanya terjadi sesekali dan tidak memiliki penyebab yang mendasari, ibu akan diminta untuk mengubah pola makan anak dan menghindari makanan tertentu. 

Baca juga: Si Kecil Mengidap Maag, Ini yang Bisa Orangtua Lakukan

Itulah penjelasan mengenai sakit maag yang juga bisa dialami anak-anak. Bila Si Kecil sakit, tidak usah khawatir. Gunakan saja aplikasi Halodoc untuk berbicara pada dokter dan minta saran kesehatan. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga untuk membantu menjaga kesehatan ibu sekeluarga.

Referensi:
Firstcry Parenting. Diakses pada 2020. Indigestion in Children.
WebMD. Diakses pada 2020. Heartburn in Children and Infants