Perut Kembung

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc

Pengertian Perut Kembung

Perut kembung merupakan kondisi ketika timbulnya rasa tidak nyaman di dalam perut. Seseorang yang mengalami kondisi ini, perutnya terasa menjadi buncit, kencang, penuh, dan memilki banyak gas. Perut kembung bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Sebagian besar kasusnya, perut kembuh umumnya disebabkan oleh konsumsi beberapa jenis makanan dan minuman.

 

Faktor Risiko Perut Kembung

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya perut kembung, antara lain:

  • Gemar mengonsumsi minuman bersoda atau beralkohol.

  • Sering makan terlalu cepat.

  • Konsumsi makanan yang tidak bersih, sehingga mudah terpapar infeksi.

  • Memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu.

  • Sering konsumsi fast food dan junk food atau makanan berlemak lainnya.

  • Kebiasaan merokok.

  • Jarang berolahraga, karena bisa memperlambat kerja pencernaan.

Baca juga: Kenali 7 Penyebab Perut Kembung

 

Penyebab Perut Kembung

Banyak kondisi atau hal yang bisa menyebabkan perut kembung. Berikut beberapa kondisi yang bisa menyebabkan banyaknya gas dalam perut:

  • Menelan udara saat makan maupun minum.

  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman bersoda.

  • Makan dengan durasi terlalu cepat.

  • Hormon yang tidak stabil terutama pada wanita dalam fase pre-menstrual.

  • Infeksi saluran pencernaan (diare akibat infeksi bakteri, parasit, maupun virus).

 

Gejala Perut Kembung

Pengidap dengan perut kembung biasanya akan mengalami dan mengeluhkan hal-hal sebagai berikut:

  • Sesak, begah, akibat perut yang terasa penuh.

  • Nyeri perut.

  • Perut terlihat membesar.

  • Kram perut.

  • Muncul bunyi pada perut (bergemuruh).

  • Sering bersendawa dan sering buang angin.

 

Diagnosis Perut Kembung

Diagnosis dari kondisi perut kembung ini dapat ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Dokter akan menanyakan gejala yang dialami pengidap, kemudian melakukan pemeriksaan pada perut pengidap.

Hal yang perlu digarisbawahi, perut kembung merupakan suatu kondisi, buakannya suatu penyakit. Meski demikian, perut kembung bisa menandai adanya beberapa penyakit tertentu. Kondisi ini umumnya muncul ketika seseorang mengalami masalah saluran pencernaan, contohnya:

  • Diare akibat infeksi.

  • Diare akibat alergi.

  • Penyakit Celiac.

  • Penyakit Crohn.

Baca juga: Perut Kembung, Atasi dengan 5 Hal Ini

 

Komplikasi Perut Kembung

Perut kembung bukanlah sebuah kondisi kesehatan serius. Namun, kondisi ini bisa saja menandai adanya berbgai masalah serius dalam tubuh. Apalagi bila perut kembung terjadi dalam kurun waktu yang lama. Perut kembung bisa saja menandai adanya penyakit refluks asam lambung, kolitis ulseratif (perdangan kronis pada usus besar), irritable bowel syndrome (gangguan jangka panjang pada sistem pencernaan), hingga kanker usus besar (meski jarang terjadi).

 

Pengobatan Perut Kembung

Ada beberapa cara untuk mengatasi perut kembung. Misalnya lewat terapi non-medikamentosa dengan perbaikin pola diet. Selain itu, mengatasi perut kembung juga bisa dengan konsumsi obat-obatan seperti antibiotik, bila perut kembung disebabkan oleh infeksi bakteri. Selain itu, obat-obatan simtomatis dapat digunakan untuk menghilangkan gejala seperti konsumsi obat untuk menurunkan kadar gas dalam perut.

Baca juga: Cegah perut Kembung dengan 7 Cara Ini

 

Pencegahan Perut Kembung

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah perut kembung, seperti:

  • Makan dan minum dengan perlahan dan tidak terburu-buru.

  • Menghindari minuman bersoda dan beralkohol.

  • Menghindari permen karet.

  • Tidak merokok.

  • Berolahraga dengan teratur.

  • Mengatasi sakit maag dengan minum obat seperti antasida.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami perut kambung yang tidak sembuh dalam waktu lama, segera temui dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Apalagi bila perut kembung disertai dengan demam tinggi, diare, atau muntah.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. What Causes Abdominal Bloating?
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Conditions & Diseases. Gas and Gas Pains.

Diperbarui pada 18 September 2019