• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Ruam Kulit Menular?

Bisakah Ruam Kulit Menular?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Perlu diketahui kalau ada ruam kulit yang menular dan tidak menular. Beberapa jenis ruam kulit yang tidak menular adalah dermatitis seboroik, dermatitis atopik, dermatitis kontak, dermatitis stasis, psoriasis, eksim numular, hive, ruam panas, dan ruam popok. 

Sedangkan ruam yang dianggap menular adalah moluskum kontagiosum (virus), impetigo (bakteri), herpes, infeksi kurap, kudis, cacar air, campak dan rubella, erythema infectiosum, pityriasis rosea, selulitis dan Erisipelas (bakteri), limfadenitis (bakteri), dan Folliculitis (bakteri).

Mengapa Ruam Bisa Menular

Sebelum dibahas lebih jauh perlu diketahui kalau dalam beberapa kasus, ruam menular karena seseorang memperoleh ruam dari orang lain. Sedangkan dalam kasus lain, seseorang dengan ruam mungkin berisiko menyebarkan infeksi yang menyebabkan ruam (yang mungkin tidak selalu mengakibatkan ruam pada orang yang terinfeksi).

Baca juga: Ini Alasan Tersembunyi Kenapa Orang Selingkuh

Ruam bisa saja terjadi pada anak-anak dan orang dewasa. Beberapa ruam yang menular memiliki gejala cukup khas. Misalnya, pada herpes zoster penampakannya ruam kemerahan, biasanya dengan lepuh, berkembang di satu sisi tubuh sepanjang area yang disuplai oleh satu saraf. 

Konsekuensi terjadi jika kamu melakukan kontak dengan seseorang yang memiliki penyakit menular yang dikenal yang menyebabkan ruam. Itu artinya, kamu harus segera menghubungi dokter. 

Demikian pula, jika kamu khawatir tentang ruam yang telah berkembang, dokter dapat membantu mendiagnosis kondisi kulit. Kebanyakan ruam menular menyebar dari orang ke orang melalui kontak langsung. 

Ruam gatal menyebar ketika orang yang terinfeksi menggaruk ruam, kemudian menyentuh atau menggaruk orang lain yang belum terinfeksi. Namun, beberapa ruam dapat dengan mudah menyebar melalui kontak tidak langsung, misalnya kurap, dapat dengan mudah menyebar dari lantai ruang ganti ke orang lain hanya dengan berjalan di lantai yang terkontaminasi.

Bagaimana Ruam Bisa Disembuhkan

Kemungkinan penyembuhan ruam menular tergantung pada penyebab ruam yang mendasarinya. Misalnya, sekali seseorang telah diobati dengan antibiotik, ruam biasanya menjadi tidak menular setelah sekitar 24–48 jam dan ruam perlahan-lahan menghilang. Untuk membantu menentukan penyebab dan penyembuhan yang mendasari ruam, bicarakan dengan dokter. 

Dalam kebanyakan kasus, jika seseorang memiliki ruam yang tidak menular atau penyebab ruam yang tidak menular, tidak perlu untuk mengontak dokter. Kecuali, jika ruam atau penyebab yang mendasarinya menyebar dengan cepat.

Baca juga: Sering Mengalami Gatal pada Klitoris? Ini Penyebabnya

Jika kamu curiga terkena ruam menular, hubungi dokter lebih awal untuk mendapatkan saran dan perawatan yang tepat. Kalau mau tanya-tanya seputar ruam, bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu.  Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja. 

Ruam kulit dapat terjadi dari berbagai faktor, termasuk infeksi, panas, alergen, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan obat-obatan. Salah satu gangguan kulit yang paling umum yang menyebabkan ruam adalah dermatitis atopik atau juga dikenal sebagai eksim.

Dermatitis atopik adalah kondisi berkelanjutan (kronis) yang membuat kulit menjadi merah dan gatal. Paling sering muncul sebagai bercak di tangan, kaki, pergelangan kaki, leher, tubuh bagian atas, dan anggota badan. Kondisi ini cenderung kumat secara berkala, kemudian mereda untuk sementara waktu.

Perawatan di rumah dapat mengurangi gejala dan mengurangi risiko kekambuhan. Kebiasaan perawatan diri, termasuk menghindari sabun keras dan iritasi lainnya, serta menerapkan krim atau lotion secara teratur dapat meringankan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gejala.

Referensi:

Medicinenet. Diakses pada 2020. Are skin rashes contagious?
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Common skin rashes.