27 September 2018

Sering Mengalami Gatal pada Klitoris? Ini Penyebabnya

gatal pada klitoris, penyebab gatal klitoris

Halodoc, Jakarta – Klitoris adalah salah satu bagian paling sensitif pada area Miss V dan menjadi sumber orgasme bagi wanita. Ada sekira 8000 saraf di klitoris, jumlah ini dua kali lebih banyak dibandingkan dengan saraf yang ada pada Mr P. Saking sensitifnya, perlakuan ataupun perawatan yang tidak pada tempatnya dapat menyebabkan gatal di klitoris.

Kalau kamu sering mengalami gatal pada klitoris, bisa beberapa hal ini penyebab gatal pada miss V khususnya klitoris:

1. Menggunakan Pembersih Kewanitaan yang Bahannya Terlalu Keras

Menggunakan pembersih kewanitaan berbahan terlalu keras dapat menyebabkan Miss V iritasi dan salah satunya membuat gatal pada klitoris. Sejatinya secara medis, sabun yang paling disarankan untuk membersihkan Miss V adalah sabun bayi dengan pH seimbang dan sedikit bahan kimiawi. Sebenarnya, membersihkan dengan air biasa saja juga sudah cukup asalkan dengan arah yang benar, yaitu dari depan ke belakang bukan belakang ke depan.

2. Alergi Produk Pembalut

Alergi produk pembalut tertentu juga dapat memberikan rasa gatal miss V khususnya pada klitoris. Coba kamu perhatikan, biasanya produk mana yang memberikan sensasi gatal lebih dahsyat. Kalau setelah kamu amati merujuk ke jenis produk tertentu, maka saatnya mengganti produk pembalutmu.

3. Menggunakan Pantyliner

Sebenarnya saran medis menyarankan untuk kamu menghindari penggunaan pantyliner. Soalnya, setipis apapun dan senyaman apapun, penggunaan pantyliner secara rutin akan membuat Miss V tidak bisa bernapas dan tidak mendapatkan sirkulasi udara yang pas.

Kalau kamu merasa gerah, ada baiknya kamu mengganti pemilihan pakaian dalam, bukannya malah menggunakan pantyliner setiap hari. Sebenarnya cara yang paling disarankan lainnya terkait pengaturan sirkulasi udara di area Miss V adalah tidak menggunakan celana dalam saat tidur di malam hari.

Apalagi kalau kamu mengalami keputihan, tidur tanpa mengenakan celana dalam merupakan salah satu yang disarankan. Untuk mengundang bakteri baik masuk dan mengenyahkan bakteri tak baik di area Miss V.

4. Mengonsumsi Antibiotik Tertentu

Biasanya mengonsumsi antibiotik tertentu dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri lebih banyak ketimbang biasanya. Kalau kamu mengalami gatal pada Miss V, jangan langsung mengonsumsi antibiotik, tetapi berikan waktu bagi tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Kalaupun misalnya memang sangat gatal, ada baiknya kamu langsung datang ke rumah sakit, jangan bereksperimen sendiri yang menyebabkan pertumbuhan bakteri menjadi tidak wajar.

5. Tidak Menjaga Kebersihan

Tidak menjaga kebersihan area intim menjadi salah satu penyebab kenapa kamu sering mengalami gatal pada klitoris. Bisa jadi kamu salah ataupun kurang jeli dalam membersihkan area Miss V di mana kamu hanya membasuh area luarnya saja.

Cara membersihkan miss v yang benar adalah membasuh sela-sela bagian labia minora secara perlahan.  Penumpukan daki, keputihan yang mengering, ataupun darah menstruasi yang tidak dibersihkan secara semestinya akan meninggalkan kotoran yang memberikan rasa gatal pada klitoris.  Bersihkan area intim dengan benar sehingga kamu dapat terhindar dari iritasi dan gatal yang tidak semestinya.

6. Mengidap Penyakit Kelamin

Mengalami gatal pada klitoris bisa jadi tanda kalau kamu mengidap penyakit kelamin, seperti herpes ataupun kutil kelamin. Biasanya sensasi gatal yang menjadi ciri penyakit kelamin adalah rasa gatal yang disertai dengan sensasi panas dan rasa sakit ataupun perih. Perubahan warna Miss V seperti merah darah juga menjadi tanda kalau gatal pada klitoris disebabkan oleh penyakit kelamin.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai gatal miss v atau klitoris, kamu bisa menanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Hubungi Dokter, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: