• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bisakah Rutin Konsumsi Susu Cegah Osteoporosis?

Bisakah Rutin Konsumsi Susu Cegah Osteoporosis?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Banyak orang yang mengonsumsi susu di pagi hari, terutama anak-anak. Hal ini dipercaya dapat membuat pertumbuhan anak akan maksimal, terlebih lagi untuk tinggi badan. Memang benar jika susu mengandung kalsium yang dapat membuat tulang menjadi lebih padat, sehingga baik untuk dikonsumsi anak-anak. Namun, apakah susu dapat efektif untuk mencegah osteoporosis pada orang tua?

Beberapa orang tua banyak yang mengonsumsi susu pencegah osteoporosis agar tulangnya tetap kokoh. Hal ini biasanya dikonsumsi oleh wanita yang sudah melalui masa menopause dan juga pria yang sudah berusia lebih dari 50 tahun. Untuk mengetahui apakah benar jika mengonsumsi susu secara rutin dapat mencegah pengeroposan tulang, baca ulasan berikut ini!

Baca juga: Hati-Hati, Kebiasaan Buruk Ini Sebabkan Osteoporosis

Fakta Terkait Konsumsi Susu Dapat Cegah Osteoporosis

Kalsium adalah mineral yang dibutuhkan oleh tubuh untuk beberapa hal, seperti membentuk dan memadatkan tulang serta gigi, pembekuan darah, transmisi impuls saraf, hingga mengatur ritme jantung. Kandungan kalsium yang masuk ke tubuh disimpan pada tulang dan gigi serta disebarkan ke darah, otot, dan jaringan lain. Maka dari itu, mengonsumsi susu sangat baik untuk anak-anak yang sedang masa pertumbuhan.

Tubuh mendapatkan kalsium dengan beberapa cara yang salah satunya melalui makanan. Saat tubuh kekurangan kalsium, maka simpanan yang berada di tulang akan diambil. Saat kepadatan tulang terus berkurang, seseorang dapat berisiko mengalami osteoporosis. Maka dari itu, banyak orang tua yang mengonsumsi beberapa susu pencegah pengeroposan tulang. Hal ini dipercaya merupakan cara yang efektif untuk melakukannya.

Namun, apakah benar dengan mengonsumsi susu dengan rutin dapat mencegah osteoporosis?

Sebagian besar penelitian yang dilakukan terkait hubungan konsumsi susu dengan penurunan risiko osteoporosis benar adanya. Disebutkan jika kandungan kalsium yang terkandung pada susu yang mencukupi kebutuhan harian tubuh sangat penting untuk pencegahan pengeroposan tulang tersebut. Tidak salah jika susu menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan kalsium agar tulang tetap padat.

Meski begitu, jika kamu hanya mengonsumsi susu saja, penyerapan kalsium di dalam tubuh tidak akan maksimal. Maka dari itu, pastikan juga kamu memenuhi kebutuhan harian dari vitamin D. Disebutkan jika seseorang memenuhi kebutuhan kalsium tetapi kekurangan vitamin D, risiko mengalami patah tulang pinggul akan meningkat.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Osteoporosis

Namun, adakah dampak buruk jika terlalu banyak mengonsumsi susu?

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan terkait semua masalah ini. Meskipun susu dan produk olahan susu adalah salah satu makanan yang paling kaya akan kandungan kalsium saat dikonsumsi, tetapi terdapat zat lain di dalamnya yang harus diperhatikan. Setiap orang wajib memperhatikan D-galaktosa yang merupakan salah satu kandungan dari susu.

Kandungan D-galaktosa terbukti dapat menyebabkan kerusakan stres oksidatif dan peradangan kronis saat dilakukan penelitian pada hewan. Zat tersebut memiliki hubungan dengan penyakit kardiovaskular, kanker, bahkan kehilangan otot pada manusia. Dengan begitu, kamu dapat mengganti konsumsi susu dengan makanan lainnya, seperti keju, brokoli, sarden dan salmon, hingga jeruk.

Baca juga: Osteoporosis Bisa Terjadi Sejak Kecil, Benarkah?

Itulah pembahasan mengenai konsumsi susu yang ternyata memang ampuh untuk mencegah osteoporosis. Setelah mengetahui fakta-fakta tersebut, mungkin sebaiknya kamu juga mengonsumsi beberapa makanan lain, seperti ikan, sayur-sayuran, dan buah-buahan. Jangan lupa juga untuk memenuhi konsumsi vitamin D agar penyerapan kalsium dalam tubuh maksimal.


Referensi:

Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Can Drinking Too Much Milk Make Your Bones More Brittle?
Harvard School of Public Health. Diakses pada 2020. Calcium: What’s Best for Your Bones and Health?