Bumil, Ini 5 Dampak Kekurangan Asam Folat pada Janin
“Kurangnya asupan asam folat saat hamil bisa berbahaya untuk janin. Beberapa dampaknya adalah cacat tabung saraf, bibir sumbing, anemia megaloblastik, lahir prematur, dan risiko leukemia pada anak.”

Halodoc, Jakarta – Asam folat penting untuk dikonsumsi sebelum dan selama masa kehamilan untuk kesehatan serta pertumbuhan bayi. Ibu bisa mendapatkan kebutuhan asam folat dari sayuran berdaun hijau , kacang kering, kacang polong, serta buah seperti jeruk, pisang, melon, dan sebagian besar buah beri.
Selain bahan alami, suplemen mengandung asam folat juga penting untuk dapat asupan yang lebih maksimal. Sebab, janin yang sedang berkembang membutuhkan folat untuk membuat sel-sel baru, dan untuk membentuk DNA dan RNA. Selain itu, asam folat berperan penting membuat sel darah merah dan asam amino.
Banyak sekali bukan manfaatnya? Lalu, apa yang terjadi jika janin tidak mendapatkan asam folat yang cukup? Simak ulasannya di bawah ini.
Dampak Kekurangan Asam Folat pada Janin
Berikut dampak kurangnya asam folat bagi janin:
1. Cacat tabung saraf
Salah satu struktur yang terbentuk paling awal pada pertumbuhan janin adalah tabung sarat. Bentuknya saat muncul adalah datar, tapi dalam jangka waktu sebulan, bentuknya berubah menjadi tabung untuk membentuk otak dan sumsum tulang belakang.
Tanpa asam folat yang cukup, sel di tabung saraf tidak dapat berfungsi dan tumbuh dengan baik. Selain itu, salurannya tidak dapat tertutup. Hal inilah yang menyebabkan kondisi kelainan terbuka atau tertutup di tulang belakang, tengkorak, dan otak.
Ada dua jenis cacat tabung saraf, spina bifida dan anencephaly. Spina bifida merupakan kondisi saat sebagian sumsum tulang belakang tumbuh ke luar, bukan di dalam tubuh. Sementara anencephaly, adalah kondisi otak dan tengkorak tidak terbentuk dengan baik lalu menyebabkan hilangnya sebagian otak.
Yuk penuhi kebutuhan asam folat sebelum dan selama masa kehamilan. Cari rekomendasinya di sini: “Ini 5 Rekomendasi Suplemen Asam Folat untuk Bumil”.
2. Risiko bibir sumbing
Bibir sumbing adalah kondisi saat jaringan wajah dan mulut bayi tidak menyatu sehingga menimbulkan bukaan di bibir bagian atas dan langit-langit mulut.
Sebuah penelitian yang dirilis National Institutes of Health pada tahun 2007 menunjukkan, bahwa kurangnya asam folat berpotensi menyebabkan sumbing pada bibir dan langit-langit mulut janin. Bayi yang lahir dengan kondisi ini bisa mengalami kesulitan makan, kesulitan bicara, dan infeksi telinga.
3. Anemia megaloblastik
Ini adalah jenis anemia yang terjadi karena kepingan sel darah merah bentuknya abnormal dan ukurannya besar. Karena bentuknya yang tidak berkembang dengan sempurna, jumlah sel darah merah yang sehat tidak cukup.
Penyebab utamanya adalah karena tubuh kekurangan vitamin B12 dan asam folat. Kasus bayi yang terkena kondisi ini memang jarang, tapi saat terjadi, yang menyebabkannya adalah ASI dari ibu yang vegetarian dan kurang mengkonsumsi asam folat.
4. Bayi lahir prematur
Bayi bisa lahir sebelum waktunya karena banyak kondisi, salah satunya adalah abruptio plasenta. Ini adalah kasus dimana plasenta lepas dari dinding lahir sebelum waktunya.
Kekurangan asam folat adalah salah satu penyebab abrupsio plasenta, dan salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukan persalinan dini.
Cari tahu juga makanan apa saja yang kaya akan asam folat di sini: “Ini 5 Makanan yang Kaya Asam Folat untuk Bumil”.
5. Risiko leukemia anak
Kekurangan asam folat bisa mendorong perkembangan banyak penyakit. Salah satu contoh khususnya adalah kerusakan DNA. DNA yang rusak bisa mengakibatkan kelainan kromosom, yang merupakan ciri dari kanker dan leukimia.
Maka dari itu, asupan asam folat yang cukup selama kehamilan bisa melindungi bayi dari risiko terkena leukimia.
Itulah beberapa akibat dari kekurangan asam folat bagi janin. Dapatkan kamu obat, suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya dikirim dari apotek tepercaya!


