Busui Perlu Tahu Perbedaan Foremilk dan Hindmilk pada ASI
Perbedaan foremilk dan hindmilk ada pada tekstur dan kandungan nutrisi di dalamnya.

DAFTAR ISI
- Apa itu Foremilk?
- Ciri-Ciri Foremilk
- Apa itu Hindmilk?
- Hindmilk Adalah?
- Ciri-Ciri Hindmilk
- Manfaat Hindmilk untuk Bayi
- Kapan Bayi Mendapatkan Hindmilk?
- Apa yang Terjadi Jika Bayi Tidak Mendapatkan Cukup Hindmilk?
- Tips agar Bayi Mendapatkan Cukup Hindmilk
- Kapan Harus ke Dokter?
Air susu ibu (ASI) adalah nutrisi terbaik untuk bayi, terutama selama enam bulan pertama kehidupannya. ASI tidak hanya menyediakan nutrisi penting, tetapi juga mengandung antibodi yang melindungi bayi dari berbagai penyakit.
Namun, tahukah Busui bahwa ASI memiliki dua jenis, yaitu foremilk dan hindmilk? Keduanya memiliki peran penting dalam tumbuh kembang bayi.
Meskipun keduanya keluar dari payudara yang sama, foremilk dan hindmilk memiliki perbedaan yang signifikan. Memahami perbedaan ini dapat membantu ibu menyusui memastikan bahwa bayi mendapatkan nutrisi yang optimal.
Apa itu Foremilk?
Foremilk adalah ASI yang keluar pertama kali saat sesi menyusui dimulai. ASI ini cenderung lebih encer dan mengandung kadar air yang tinggi. Kandungan laktosanya juga lebih tinggi dibandingkan dengan hindmilk.
Foremilk penting untuk menghidrasi bayi dan memberikan energi awal. Laktosa dalam foremilk mudah dicerna dan memberikan sumber energi cepat untuk bayi.
Simak informasi lain mengenai ASI Eksklusif – Manfaat, Nutrisi, dan Informasi Laktasi lainnya berikut ini.
Ciri-Ciri Foremilk
- Tampak lebih encer dan bening.
- Kandungan air lebih tinggi.
- Kadar laktosa lebih tinggi.
- Keluar di awal sesi menyusui.
Apa itu Hindmilk?
Hindmilk adalah ASI yang keluar belakangan saat sesi menyusui berlangsung. ASI ini memiliki tekstur yang lebih kental dan kaya akan lemak.
Kandungan lemak yang tinggi ini memberikan kalori ekstra yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.
Hindmilk Adalah?
Hindmilk adalah bagian penting dari ASI yang memberikan kontribusi signifikan terhadap penambahan berat badan bayi.
Lemak dalam hindmilk tidak hanya menyediakan energi, tetapi juga membantu penyerapan vitamin dan nutrisi penting lainnya.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hindmilk berperan penting dalam mencegah malnutrisi pada bayi karena kandungan lemaknya yang tinggi memberikan rasa kenyang lebih lama dan mendukung pertumbuhan yang optimal.
Komposisi ASI berubah secara dinamis selama proses menyusui. Awalnya, foremilk keluar untuk menghidrasi dan memberikan energi awal.
Kemudian, secara bertahap, ASI menjadi lebih kaya lemak dan berubah menjadi hindmilk.
Perubahan ini memastikan bahwa bayi mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ciri-Ciri Hindmilk
Ini ciri-cirinya:
- Teksturnya lebih kental.
- Warnanya lebih putih atau kekuningan.
- Kandungan lemak lebih tinggi.
- Keluar di akhir sesi menyusui.
Manfaat Hindmilk untuk Bayi
Hindmilk memiliki beberapa manfaat penting untuk bayi:
- Mendukung penambahan berat badan yang sehat.
- Memberikan energi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
- Membantu penyerapan vitamin dan nutrisi penting.
- Memberikan rasa kenyang lebih lama.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, ASI eksklusif, termasuk hindmilk, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi hingga usia 6 bulan.
Kandungan lemak dalam hindmilk esensial untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi.
Mengalami masalah selama menyusui? Ini Konsultan Laktasi yang Bisa Bantu Proses Menyusui untuk ibu hubungi.
Kapan Bayi Mendapatkan Hindmilk?
Bayi mendapatkan hindmilk setelah mengonsumsi foremilk. Semakin lama bayi menyusu pada satu payudara, semakin banyak hindmilk yang mereka dapatkan.
Oleh karena itu, penting untuk membiarkan bayi menyusu pada satu payudara hingga kosong sebelum menawarkan payudara yang lain.
Durasi menyusui yang optimal bervariasi untuk setiap bayi, tetapi umumnya disarankan untuk menyusui setidaknya 10-15 menit pada setiap payudara. Ini memastikan bayi mendapatkan cukup foremilk dan hindmilk.
Apa yang Terjadi Jika Bayi Tidak Mendapatkan Cukup Hindmilk?
Jika bayi tidak mendapatkan cukup hindmilk, mereka mungkin tidak mendapatkan cukup kalori dan nutrisi penting untuk pertumbuhan yang optimal.
Beberapa tanda bayi tidak mendapatkan cukup hindmilk meliputi:
- Berat badan tidak naik sesuai harapan.
- Bayi sering merasa lapar dan rewel.
- Tinja bayi berwarna hijau dan berbusa.
Tinja yang berwarna hijau dan berbusa bisa menjadi indikasi bahwa bayi mengonsumsi terlalu banyak laktosa dari foremilk dan tidak cukup lemak dari hindmilk.
Jika Busui melihat tanda-tanda ini, konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi.
Tips agar Bayi Mendapatkan Cukup Hindmilk
Berikut adalah beberapa tips yang dapat membantu Busui memastikan bayi mendapatkan cukup hindmilk:
- Biarkan bayi menyusu pada satu payudara hingga kosong sebelum menawarkan payudara yang lain.
- Pastikan perlekatan bayi sudah benar saat menyusu.
- Hindari membatasi durasi menyusui.
- Jika bayi sering tertidur saat menyusu, coba bangunkan dan terus susui.
- Konsultasikan dengan konsultan laktasi jika memiliki masalah dengan produksi ASI atau teknik menyusui.
Perlekatan yang benar sangat penting untuk memastikan bayi dapat mengonsumsi ASI secara efektif.
Konsultan laktasi dapat memberikan panduan dan dukungan untuk membantu Busui mencapai perlekatan yang optimal.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter atau konsultan laktasi jika Busui mengalami masalah berikut:
- Produksi ASI yang tidak mencukupi.
- Nyeri atau masalah pada puting saat menyusui.
- Bayi tidak mengalami kenaikan berat badan yang memadai.
- Tanda-tanda infeksi pada payudara, seperti demam, nyeri, atau kemerahan.
Penting untuk mencari bantuan medis jika ada masalah menyusui yang tidak dapat diatasi sendiri. Dokter atau konsultan laktasi dapat memberikan diagnosis yang tepat dan merekomendasikan perawatan yang sesuai.
Hati-hati Foremilk dan Hindmilk yang Tidak Seimbang
Baik foremilk maupun hindmilk, keduanya mengandung laktosa yang dibutuhkan bayi untuk berkembang dengan baik.
Laktosa membantu bakteri baik untuk bertumbuh dalam sistem pencernaan, yang berperan dalam membantu bayi melawan bakteri jahat, virus, dan parasit.
Nutrisi tersebut juga berkontribusi pada perkembangan jaringan otak dan saraf. Laktosa juga mendukung pertumbuhan bayi dan memberi mereka energi untuk mengembangkan keterampilan baru.
Namun, ibu perlu perlu memberikan foremilk dan hindmilk secara seimbang. Pasalnya, ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk justru akan mencegah bayi mendapatkan laktosa yang mereka butuhkan untuk bertumbuh.
Ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk disebut juga sebagai kelebihan laktosa.
Kondisi ini terjadi ketika bayi secara teratur mendapatkan lebih banyak foremilk yang encer dan kaya laktosa dibanding hindmilk yang kaya akan lemak dan rendah laktosa.
Ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk biasanya terjadi ketika bayi menerima banyak susu sekaligus.
Misalnya, bila bayi terlalu lama tidak menyusui atau ketika seorang ibu memiliki masalah kelebihan pasokan ASI.
Namun, jangan khawatir, ketidakseimbangan foremilk dan hindmilk jarang terjadi. Faktanya, banyak konsultan laktasi mengaku mereka jarang menemukan masalah ASI tersebut.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan foremilk dan hindmilk. Bila ibu mengalami masalah dalam menyusui atau keluhan kesehatan lainnya, coba periksakan diri ke konselor laktasi.
Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini!



