Ad Placeholder Image

Cabut Gigi Bisa Pakai BPJS? Ini Syarat dan Caranya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Cabut Gigi: Bisa Pakai BPJS? Ini Syarat & Caranya!

Cabut Gigi Bisa Pakai BPJS? Ini Syarat dan Caranya!Cabut Gigi Bisa Pakai BPJS? Ini Syarat dan Caranya!

DAFTAR ISI


Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian krusial dari kesehatan tubuh secara keseluruhan yang sering kali terabaikan oleh masyarakat. Banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga kebersihan gigi ketika rasa nyeri yang tak tertahankan mulai menyerang. Padahal, masalah seperti gigi berlubang (karies), radang gusi (gingivitis), hingga infeksi akar gigi dapat memengaruhi kualitas hidup, menurunkan produktivitas, dan bahkan memicu komplikasi pada organ tubuh lain jika bakteri dari mulut masuk ke dalam aliran darah.

Sayangnya, salah satu alasan utama mengapa masyarakat menunda kunjungan ke dokter gigi adalah kekhawatiran terhadap tingginya biaya perawatan. Kabar baiknya, bagi kamu yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), pemerintah melalui BPJS Kesehatan telah menjamin berbagai layanan perawatan gigi secara gratis. Kamu dapat memanfaatkan layanan perawatan gigi yang ditanggung BPJS, mulai dari pemeriksaan dasar, pencabutan gigi, penambalan, hingga pembersihan karang gigi (scaling) dengan indikasi medis tertentu.

Namun, proses administrasi dan antrean BPJS terkadang membutuhkan waktu. Saat keluhan sakit gigi tiba-tiba menyerang di malam hari atau saat kamu sedang menunggu jadwal pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), rasa nyeri tersebut tentu harus segera diatasi. Jika nyeri sangat mengganggu aktivitas, kamu bisa konsultasi ke dokter gigi di Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan darurat yang tepat sebelum jadwal kunjungamu tiba.

Selain konsultasi medis, mengonsumsi obat pereda nyeri atau menggunakan cairan antiseptik mulut yang dijual bebas dapat menjadi pertolongan pertama yang efektif untuk meredakan inflamasi dan rasa sakit. Untuk memudahkanmu, kamu bisa beli obat secara online di Halodoc tanpa harus repot keluar rumah. Lantas, apa saja produk yang aman digunakan sebagai langkah awal mengatasi sakit gigi sebelum mendapatkan perawatan medis secara langsung?

Nah, mau tahu apa saja pilihan obat sakit gigi yang aman untuk pertolongan pertama? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Sakit Gigi Sebelum ke Dokter

Sebelum kamu datang ke faskes untuk memanfaatkan layanan perawatan gigi yang ditanggung BPJS, keluhan nyeri akibat peradangan bisa dikurangi dengan beberapa obat-obatan over-the-counter (OTC) atau obat bebas terbatas. Berikut adalah beberapa rekomendasi produk yang terbukti ampuh dan aman digunakan secara mandiri di rumah.

1. Panadol 500 mg 10 Kaplet

Panadol merupakan obat pereda nyeri dan penurun demam yang sangat populer di Indonesia. Obat ini memiliki kandungan aktif Paracetamol 500 mg. Paracetamol bekerja secara sentral di pusat pengatur suhu (hipotalamus) dan menghambat sintesis prostaglandin, yaitu senyawa kimia dalam tubuh yang memicu timbulnya rasa sakit dan peradangan. Dengan terhambatnya produksi prostaglandin, rasa nyeri akibat gigi berlubang atau gusi bengkak dapat mereda dengan efektif.

Manfaat spesifik dari obat ini adalah meringankan rasa sakit pada keadaan sakit kepala, sakit gigi, sakit otot, dan menurunkan demam yang sering kali menyertai infeksi gigi. Karena bekerja dengan lembut pada lambung, obat ini aman dikonsumsi sebelum makan jika diperlukan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak usia lebih dari 12 tahun: 1-2 kaplet, diminum 3-4 kali sehari. Maksimal 8 kaplet dalam 24 jam.
  • Anak-anak usia 6-11 tahun: 1/2 hingga 1 kaplet, diminum 3-4 kali sehari sesuai kebutuhan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas, sehingga sangat aman digunakan sesuai anjuran. Jika nyeri berlanjut lebih dari 3 hari, segera konsultasikan ke dokter gigi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Panadol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Betadine Obat Kumur 190 ml

Bakteri yang menumpuk di rongga mulut adalah penyebab utama kerusakan gigi dan pembengkakan gusi. Betadine Obat Kumur hadir dengan kandungan aktif Povidone Iodine 1%. Senyawa ini bekerja dengan cara melepaskan iodium yang dapat membunuh berbagai jenis mikroorganisme, termasuk bakteri gram positif, bakteri gram negatif, jamur, serta virus di rongga mulut.

Manfaat spesifik dari obat kumur ini adalah mengatasi masalah kesehatan mulut seperti sariawan, gusi bengkak, sakit tenggorokan, bau mulut, serta membersihkan bakteri penyebab infeksi pada gigi yang berlubang. Cairan ini digunakan sebagai pertolongan pertama untuk menjaga area mulut tetap steril sebelum dokter gigi melakukan tindakan penambalan atau pencabutan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Tuangkan sebanyak 15 ml (sekitar 1 tutup botol) ke dalam gelas takar.
  • Kumur-kumur selama 30 hingga 60 detik. Gunakan sebanyak 3-5 kali sehari atau sesuai dengan kebutuhan.
  • Ingat, obat ini hanya untuk dikumur dan tidak boleh ditelan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Betadine Obat Kumur 190 ml di Toko Kesehatan Halodoc

3. Cooling 5 Cherry Spray 15 ml

Ketika sariawan besar atau gusi meradang terasa sangat menyakitkan hingga membuat sulit makan, Cooling 5 Cherry Spray bisa menjadi solusi yang praktis. Produk ini memiliki bahan aktif Phenol crystal 1.4%. Phenol berfungsi sebagai antiseptik yang membunuh kuman sekaligus memberikan efek anestesi lokal ringan yang bisa langsung mematikan rasa nyeri secara cepat tepat pada titik yang disemprotkan.

Manfaat utama dari Cooling 5 Spray adalah meredakan sakit tenggorokan, nyeri akibat sariawan, iritasi ringan pada mulut, bibir, serta membantu meredakan rasa sakit sementara pada gusi yang membengkak akibat infeksi bakteri. Varian rasa cherry membuatnya lebih nyaman digunakan tanpa meninggalkan rasa pahit yang berlebih.

Dosis dan aturan pakai:

  • Arahkan semprotan langsung ke area tenggorokan atau rongga mulut yang terasa sakit.
  • Semprotkan 2-3 kali setiap kali pemakaian.
  • Dapat diulang setiap 3 jam atau sampai gejala mereda.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cooling 5 Cherry Spray 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Masalah Gigi Berskala Parah
  1. Mengonsumsi terlalu banyak makanan dan minuman tinggi gula yang memicu penumpukan plak dan bakteri asam.
  2. Malas menyikat gigi dua kali sehari (pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur), sehingga sisa makanan membusuk.
  3. Tidak pernah melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi (scaling) secara rutin setiap 6 bulan sekali.

4. Minosep Obat Kumur 0.1% 60 ml

Minosep Obat Kumur adalah antiseptik rongga mulut yang sering kali direkomendasikan oleh dokter gigi baik sebelum maupun sesudah prosedur perawatan gigi. Produk ini mengandung Chlorhexidine gluconate 0.1%. Kandungan ini sangat kuat dalam mengikat jaringan di mulut sehingga efek antibakterinya bertahan lebih lama dibandingkan antiseptik biasa. Chlorhexidine bekerja dengan merusak dinding sel bakteri yang membandel di sekitar gigi dan gusi.

Manfaat produk ini sangat luas, mulai dari mencegah peradangan gusi (gingivitis), membantu mempercepat penyembuhan luka setelah pencabutan gigi (ekstraksi), hingga meminimalkan pertumbuhan plak yang merupakan cikal bakal dari karang gigi. Penggunaan yang rutin dapat menjaga kebersihan rongga mulut secara optimal.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: Gunakan sebanyak 10 ml untuk berkumur.
  • Kumur-kumur perlahan selama 1 menit pada pagi dan malam hari sebelum tidur. Jangan ditelan dan hindari makan/minum selama 30 menit setelah berkumur untuk hasil maksimal.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Minosep Obat Kumur 0.1% 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

5. Sanmol Sirup 60 ml

Anak-anak sangat rentan terhadap keluhan sakit gigi akibat karies dari konsumsi makanan manis yang berlebih. Sanmol Sirup merupakan obat yang diformulasikan khusus dengan rasa manis yang disukai anak, mengandung Paracetamol 120 mg pada tiap 5 ml sirupnya. Kandungan ini efektif bekerja menghambat sinyal nyeri di otak sehingga rasa sakit akibat radang gusi atau gigi berlubang pada anak dapat terkendali.

Selain meredakan rasa sakit, Sanmol Sirup juga bermanfaat untuk menurunkan demam yang biasa menyertai proses tumbuhnya gigi baru (teething) pada bayi atau infeksi gigi pada anak-anak. Pemberian obat ini akan membuat anak lebih tenang dan bisa beristirahat saat menunggu jadwal konsultasi ke dokter gigi anak menggunakan BPJS.

Dosis dan aturan pakai:

  • Anak 6-12 tahun: 2 sendok takar (10 ml), diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak 1-5 tahun: 1 sendok takar (5 ml), diminum 3-4 kali sehari.
  • Bayi di bawah 1 tahun: 1/2 sendok takar (2,5 ml), diminum 3-4 kali sehari (sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu).

Obat ini adalah golongan obat bebas yang aman untuk anak jika diberikan sesuai dosis anjuran.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sanmol Sirup 60 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Daftar Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS

Banyak masyarakat yang belum mengetahui secara detail apa saja prosedur medis yang dicover oleh asuransi kesehatan pemerintah ini. Berdasarkan peraturan resmi dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan, berikut adalah layanan perawatan gigi yang digratiskan jika memiliki indikasi medis:

1. Pemeriksaan, Pengobatan, dan Konsultasi Medis

Peserta berhak mendapatkan pemeriksaan kondisi rongga mulut menyeluruh dan konsultasi dengan dokter gigi di FKTP (Puskesmas atau Klinik Pratama) tanpa biaya sama sekali.

2. Premedikasi dan Kegawatdaruratan

Pemberian obat-obatan sebelum tindakan utama (premedikasi) dan penanganan nyeri parah atau trauma pada mulut akibat kecelakaan dijamin sepenuhnya oleh BPJS.

3. Pencabutan Gigi (Ekstraksi)

Pencabutan gigi susu (sulung) yang sudah goyang atau pencabutan gigi permanen tanpa penyulit dapat dilakukan di FKTP. Jika terdapat kasus gigi bungsu impaksi yang membutuhkan operasi, peserta akan dirujuk ke rumah sakit.

4. Penambalan Gigi (Tumpatan)

Bagi pasien yang memiliki gigi berlubang namun akarnya masih sehat, tindakan penambalan menggunakan bahan seperti Glass Ionomer Cement (GIC) atau komposit (resin) sepenuhnya ditanggung untuk mengembalikan fungsi kunyah.

5. Pembersihan Karang Gigi (Scaling)

Tindakan scaling ditanggung oleh BPJS dengan syarat dilakukan setahun sekali dan WAJIB memiliki indikasi medis dari dokter, misalnya pasien mengalami radang gusi parah akibat tumpukan plak, bukan untuk alasan estetika.

6. Pembuatan Gigi Tiruan (Prostesa)

BPJS juga menanggung subsidi pembuatan gigi palsu. Layanan ini tidak sepenuhnya gratis, melainkan berupa bantuan dana subsidi (klaim plafon) yang disesuaikan dengan jumlah gigi yang dibuat dan tarif yang berlaku.

Prosedur Berobat Gigi Menggunakan BPJS

1. Kunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)

Langkah pertama adalah mendatangi FKTP tempat kamu terdaftar (bisa Puskesmas atau klinik dokter gigi mandiri). Pastikan status kepesertaan BPJS kamu aktif dengan tidak menunggak iuran bulanan.

2. Pendaftaran dan Pemeriksaan

Bawa KTP asli dan kartu BPJS (atau tunjukkan lewat aplikasi JKN Mobile). Ambil antrean poli gigi. Dokter akan memeriksa keluhanmu. Jika bisa ditangani di sana (misal tambal atau cabut biasa), tindakan akan langsung dilakukan hari itu juga.

3. Proses Rujukan ke Fasilitas Tingkat Lanjut

Jika kondisi gigimu cukup kompleks, seperti memerlukan bedah mulut untuk gigi bungsu atau perawatan saluran akar spesialis, dokter di FKTP akan mengeluarkan surat rujukan ke rumah sakit (Faskes Tingkat Lanjut) yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Studi Terkait Kesehatan Gigi dan Mulut

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa karies gigi yang tidak segera diobati memiliki dampak signifikan terhadap penurunan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan.

Penelitian tersebut memaparkan bahwa rasa nyeri kronis dari infeksi gigi dapat menyebabkan gangguan tidur parah, kesulitan mengunyah yang berujung pada malnutrisi, hingga memicu stres psikologis. Oleh karena itu, hadirnya jaminan kesehatan yang menanggung biaya perawatan gigi dinilai sangat efektif dalam menurunkan angka komplikasi penyakit rongga mulut dan meningkatkan produktivitas masyarakat jangka panjang.

Apabila rasa sakit pada gigimu tak kunjung reda meskipun sudah meminum pereda nyeri ringan di atas, atau jika muncul pembengkakan yang meluas hingga ke pipi dan leher, segeralah mencari pertolongan medis. Dokter gigi perlu mengevaluasi apakah ada infeksi bernanah (abses) yang membutuhkan resep antibiotik dan intervensi bedah.

Kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Produk dijamin asli dan akan langsung diantar dengan aman ke depan pintu rumahmu.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc kapan saja dan di mana saja. Yuk, segera periksakan kondisi gigimu sebelum kerusakannya bertambah parah!

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
BPJS Kesehatan. Diakses pada 2024. Panduan Layanan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Pelayanan Kedokteran Gigi.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Toothache: First aid.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Oral health fact sheet.
NCBI. Diakses pada 2024. Impact of Dental Caries on Quality of Life.

FAQ

1. Apakah perawatan gigi yang ditanggung BPJS sepenuhnya gratis?

Ya, untuk tindakan medis yang sesuai dengan indikasi dari dokter, seperti penambalan, pencabutan tanpa komplikasi, dan konsultasi di FKTP, biayanya 100% ditanggung oleh BPJS Kesehatan tanpa iuran tambahan.

2. Apakah scaling (pembersihan karang gigi) ditanggung BPJS?

Scaling ditanggung oleh BPJS Kesehatan maksimal satu kali dalam setahun, namun harus didasari oleh indikasi medis yang jelas (misalnya gingivitis parah). Scaling untuk tujuan estetika atau kosmetik tidak akan ditanggung.

3. Bagaimana jika saya harus mencabut gigi bungsu (operasi impaksi)?

Operasi pengangkatan gigi bungsu impaksi (Odontektomi) ditanggung oleh BPJS. Namun, tindakan ini umumnya dilakukan di rumah sakit, sehingga kamu memerlukan surat rujukan dari dokter gigi di Faskes Tingkat 1 terlebih dahulu.

4. Apakah BPJS menanggung biaya pemasangan kawat gigi (behel)?

Tidak. Pemasangan kawat gigi (ortodonti) dikategorikan sebagai perawatan estetika (kosmetik) untuk memperindah penampilan, sehingga seluruh biayanya tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Konsultasi dengan Dokter Gigi via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Gigi terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang