• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Aman Lakukan Oral Seks untuk Cegah Kanker Mulut
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Aman Lakukan Oral Seks untuk Cegah Kanker Mulut

Cara Aman Lakukan Oral Seks untuk Cegah Kanker Mulut

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 01 Agustus 2022

“Oral seks memiliki risiko untuk sebabkan kanker mulut. Gunakan pelindung dan rutin menjaga kesehatan mulut adalah kiat-kiat agar terhindar dari risiko penyakit.”

Cara Aman Lakukan Oral Seks untuk Cegah Kanker MulutCara Aman Lakukan Oral Seks untuk Cegah Kanker Mulut

Halodoc, Jakarta – Oral seks adalah aktivitas untuk merangsang alat kelamin pasangan dengan mulut. Sebelum melakukan ini, perlu dipahami jika salah satu risiko yang bisa terjadi adalah kanker mulut.

Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention, ada 18.000 kasus baru kanker tenggorokan terkait HPV yang didiagnosis setiap tahunnya. Diperkirakan sekitar 10% pria dan 4% wanita memiliki HPV oral, serta sekitar 1% memiliki HPV 16 yang terkait dengan kanker tenggorokan.

Pencegahan kanker mulut akibat oral seks perlu diketahui secara pasti, agar risikonya dapat diturunkan.

Cara Mencegah Kanker Mulut saat Lakukan Oral Seks

Menurut Journal of Pharmacy & BioAllied Sciences, seks oral dapat menularkan virus HPV, penyebab kanker mulut. Maka dari itu, sangat penting untuk tahu cara mencegah gangguan ini sebelum terjadi.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kanker mulut jika kerap melakukan oral seks. Berikut beberapa di antaranya:

1. Menggunakan Pelindung

Umumnya, penggunaan penghalang fisik selama oral seks dapat mengurangi risiko dari gangguan ini. Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain menggunakan kondom, dental dam, atau metode penghalang lainnya tiap melakukan oral seks. 

Hal ini dapat meningkatkan keamanan terkait tindakan tersebut, serta menurunkan risiko penularan HPV hingga infeksi menular seksual. Bahkan tingkat keefektivitasan untuk pencegahannya lebih ampuh.

2. Menjaga Kesehatan Mulut

Cara lainnya adalah dengan menjaga kesehatan mulut yang baik agar terbebas dari gusi berdarah, luka di bibir, kulit pecah, dan lainnya. Hal ini mampu mengurangi kemungkinan penularan infeksi di antara pasangan saat melakukan seks melalui mulut.

Perlu juga untuk memastikan tidak ada luka di alat kelamin pasangan. Hal lainnya adalah dengan tidak berganti-ganti pasangan seksual, terutama yang kesehatan dirinya belum diketahui secara pasti.

3. Batasi Jumlah Pasangan Seksual

Setiap orang dapat menurunkan risiko terkait kanker mulut akibat oral seks, yaitu dengan membatasi jumlah pasangan seksual. Semakin sering seseorang berganti pasangan, terutama yang kesehatan dirinya belum diketahui secara pasti, tentu lebih rentan untuk tertular HPV. 

Perlu juga untuk memastikan tidak ada luka di alat kelamin pasangan. Hal ini bisa jadi cara yang paling dasar untuk dilakukan, apabila ingin melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang belum diketahui kesehatannya.

4. Dapatkan Vaksinasi

Untuk menurunkan risiko tertular HPV, vaksinasi adalah salah satu cara yang ampuh untuk dilakukan. Setiap orang dengan usia 9 hingga 45 tahun disarankan untuk mendapatkannya. Vaksin HPV sebanyak 3 putaran ampuh untuk menurunkan risiko pengembangan kanker terkait HPV.

5. Rutin Melakukan Pemeriksaan Kesehatan

Setiap orang, terutama yang aktif secara seksual, disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Hal ini ampuh untuk mendeteksi dini jika terdapat pertumbuhan tumor. Dokter akan memeriksa tenggorokan dan memeriksa kesehatan mulut.

Itulah beberapa pencegahan kanker mulut terkait oral seks yang bisa dilakukan. Terapkan semua hal tersebut agar risiko untuk alami serangan HPV lebih kecil.

Setiap orang juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Nah, pemesanan pemeriksaan kesehatan bisa melalui fitur janji medis dari aplikasi Halodoc, lho. Untuk mendapatkan kemudahan ini, segera download aplikasi Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Health Direct. Diakses pada 2022. Oral sex and mouth care.
Medical News Today. Diakses pada 2022. Does oral sex cause throat cancer?