Cara Ampuh Cegah Parental Burnout

Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   05 Juli 2021
Cara Ampuh Cegah Parental BurnoutCara Ampuh Cegah Parental Burnout

“Parental Burnout adalah perasaan stres atau terbebani dengan rutinitas untuk merawat anak-anak. Masalah ini perlu dicegah sebelum terjadi demi kebaikan sang ibu dan juga anaknya. Pencegahan yang dilakukan lebih dini akan lebih baik.”

Halodoc, Jakarta – Menjadi orangtua tentu bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Perlu adanya komitmen seumur hidup untuk mengurus anak. Saat masih kecil, rutinitas harian yang monoton, seperti memberi makan, membersihkan popok, dan mengajarkannya hal-hal yang baru sudah menjadi kewajiban. 

Semakin bertambah usia anak, tanggung jawab yang harus diemban mungkin berubah. Setelah beberapa waktu, mungkin saja ibu jenuh dengan rutinitas sehingga mengalami parental burnout. Tentu hal ini perlu dicegah agar masalah yang lebih besar dapat dihindari. Untuk mengetahui cara pencegahannya, baca di sini!

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Parental Burnout?

Beberapa Cara Mencegah Parental Burnout

Parental burnout adalah rasa kelelahan yang intens pada orangtua yang menyebabkan perasaan ingin terlepas dari anak-anaknya dan ketidakpastian tentang kemampuannya menjadi orangtua. Masalah ini dapat menimbulkan beberapa tanda yang dapat memengaruhi orangtua dan anak, termasuk pikiran untuk melarikan diri, pengabaian, bahkan pelecehan fisik serta emosional.

Salah satu penyebab utama dari parental burnout adalah tingkat stres yang tinggi dengan sedikit atau tidak adanya dukungan atau sumber daya untuk mengatasi beban mental tersebut. Ibu mungkin saja menghadapi anak yang sakit dalam jangka waktu yang lama, atau memiliki masalah perilaku, hingga lelah dengan situasi yang menuntut emosional atau fisik.

Apabila ibu ingin memastikan perasaan stres yang terjadi telah berkembang menjadi parental burnout atau tidak, psikolog atau psikiater dari Halodoc siap membantu. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam berinteraksi bersama ahli medis dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja sesuai kebutuhan.

Baca juga: Orangtua yang Stres dapat Memengaruhi Kesehatan Anak

Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Gangguan ini dapat menimbulkan masalah bukan hanya pada anak, tetapi juga untuk orangtuanya kelak. Maka dari itu, penting untuk mencegah terjadinya parental burnout dengan meredam perasaan stres yang dirasakan. Beberapa cara yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Bepergian Bersama Teman

Salah satu cara untuk mencegah terjadinya parental burnout adalah dengan hangout bersama teman-teman. Faktanya, sistem pendukung yang sehat dapat mengurangi stres dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Dengan bertemu teman, kamu mungkin saja dapat menceritakan perasaan yang sedang dirasakan. 

Ibu juga dapat sekaligus menyegarkan pikiran dengan memilih tempat yang cocok untuk menghilangkan perasaan stres. Cobalah untuk melakukannya setiap dua hingga tiga bulan sekali dengan persetujuan pasangan. Dengan rutinitas ini, diharapkan parental burnout dapat benar-benar dicegah.

2. Minta Waktu Menyendiri

Waktu menyendiri juga penting untuk dimiliki oleh setiap ibu yang hari-harinya diisi dengan mengasuh anak. Buatlah jadwal selama 20–30 menit per harinya untuk menyendiri tanpa perlu menanggapi permintaan dari anak. Ibu dapat menggunakan waktu sendirian ini untuk berendam air hangat, membaca buku, atau melakukan hobi lainnya. Lakukan semua kegiatan yang dapat menurunkan perasaan stres.

Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Slow Parenting?

3. Mendengarkan Musik

Musik dipercaya adalah salah satu hal yang dapat mengubah suasana hati dan perspektif seseorang. Dengan mendengarkan musik, mungkin ibu dapat menurunkan kadar stres untuk mencegah terjadinya parental burnout. Saat mendengarkan musik, otak melepaskan dopamin, zat kimia saraf yang memicu perasaan bahagia. Cobalah mendengarkan musik yang menenangkan agar beban mental terasa berkurang.

Nah, sekarang ibu tahu beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya parental burnout. Cobalah untuk membuat jadwal refreshing dengan pasangan agar dapat melakukan semua kegiatan yang menyenangkan tersebut. Hal ini dilakukan demi kebaikan sang ibu dan juga anaknya.

Referensi:
Psychology Today. Diakses pada 2021. 7 Tips to Prevent Parental Burnout.
CPD Online College. Diakses pada 2021. What is parental burnout?

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan