• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mendeteksi Tumor Ganas dan Tumor Jinak

Begini Cara Mendeteksi Tumor Ganas dan Tumor Jinak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta - Tumor adalah gangguan berupa benjolan yang menetap atau semakin besar, yang bisa tumbuh di bagian tubuh mana saja. Berdasarkan tingkat keganasannya, tumor terbagi menjadi dua, yaitu tumor jinak dan ganas. Namun, tahukah kamu cara mendeteksi tumor yang tumbuh ganas atau jinak?

Secara medis, tumor dijelaskan sebagai pertumbuhan sel atau jaringan yang terus-menerus, tak terkendali, dan tak memiliki fungsi di dalam tubuh. Tumor jinak memiliki nama medis "benigna", sedangkan tumor ganas bernama "maligna". Untuk tahu bedanya, berikut akan dijelaskan satu persatu.

Baca juga: Trauma Kepala Berat Bisa Sebabkan Tumor di Kemudian Hari?

Tumor Jinak

Tumor jinak adalah pertumbuhan sel abnormal, tetapi tidak menyerang jaringan di dekatnya. Tumor ini tumbuh secara lambat dan umumnya tidak berbahaya. Barulah dikatakan berbahaya jika tumor ini tumbuh di dekat organ vital, menekan saraf, atau membatasi aliran darah. Tumor jinak biasanya juga dapat merespon pengobatan dengan baik.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab dari tumor jinak. Namun, perkembangan tumor ini diketahui memiliki kaitan dengan beberapa faktor berikut:

  • Genetik atau faktor keturunan.

  • Faktor lingkungan seperti paparan (terekspos) dengan sinar radiasi.

  • Diet. Kebiasaan makan yang tidak teratur, serta kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan dapat menjadi salah satu pemicu terjadinya tumor jinak.

  • Stres. Kemunculan stres dapat memicu terjadinya tumor jinak di berbagai bagian dari tubuh.

  • Trauma atau luka. Kondisi ini yang tidak ditangani dengan baik dapat memicu terjadinya tumor jinak.

Baca juga: Makanan Berpengawet Bisa Sebabkan Tumor Otak?

Tumor Ganas

Tumor jenis ini kerap disebut juga sebagai kanker. Munculnya benjolan akibat tumor ganas ini kerap dianggap sebagai gejala penyakit kanker. Perlu diketahui bahwa kanker merupakan penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh normal, yang berubah menjadi sel kanker.

Berbeda dengan tumor jinak, tumor ganas tumbuh secara cepat. Tumor ini juga memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan. Dalam medis, kondisi ini disebut metastasis.

Ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya tumor ganas atau kanker. Berikut di antarnya:

  • Usia. Semakin usia kita bertambah, risiko mengidap tumor ganas juga dapat meningkat.

  • Faktor lingkungan, seperti paparan bahan kimia, atau zat beracun (benzena, asbes, nikel, dan rokok). Di samping itu, paparan sinar radiasi, seperti sinar ultraviolet dari matahari, sinar radiasi radiologi, sinar radiasi, misalnya jenis sinar alpha, gamma, dan beta. Sinar radiasi tersebut biasanya digunakan pada praktik kedokteran radiologi.

  • Keturunan. Beberapa jenis kanker dipengaruhi oleh faktor keturunan (genetik), seperti kanker payudara, kanker kulit, kanker rahim, kanker kolorektal (usus besar-anus), dan kanker prostat.

  • Pola makan. Terlalu banyak mengonsumsi daging berwarna merah, kurang asupan serat, terlalu banyak konsumsi garam, serta tidak makan sayur dan buah setiap hari, dapat meningkatkan risiko.

  • Gangguan sistem imun. Pengidap gangguan sistem imun akan berisiko mengalami kanker.

Baca juga: Sindrom Horner Bisa Jadi Gejala Tumor?

Bagaimana Cara Mendeteksi Tumor?

Bila kamu merasakan ada benjolan baru atau tidak biasa pada bagian tubuh tertentu, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui benjolan apakah tersebut. Namun, kadang-kadang keberadaan tumor juga bisa tidak terasa sampai benjolan tersebut tidak sengaja ditemukan melalui skrining atau pemeriksaan rutin, atau tes untuk mendeteksi penyakit lainnya.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter dapat merekomendasikan untuk melakukan satu atau lebih tes pencitraan untuk membantu memastikan diagnosis, seperti:

  • Sinar-X.

  • USG.

  • CT-scan.

  • MRI.

Tes darah juga adalah pemeriksaan yang sering dilakukan untuk membantu mendiagnosis tumor. Namun, biopsi adalah satu-satunya cara untuk mengonfirmasi tumor yang bersifat kanker.

Biopsi dilakukan dengan mengambil sampe jaringan. Tergantung dari lokasi tumornya, pilihan prosedur yang bisa dilakukan, antara lain biopsi jarum, kolonoskopi, atau operasi. Jaringan yang sudah didapatkan, kemudian akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa di bawah mikroskop. Dokter kemudian akan menerima laporan patologi. Laporan tersebutlah yang akan memberi tahu dokter apakah jaringan yang diangkat tersebut adalah tumor jinak atau ganas.

Itulah sedikit penjelasan mengenai cara mendeteksi tumor jinak dan tumor ganas. Jika kamu memiliki benjolan menyerupai tumor, segera periksakan diri ke dokter di rumah sakit pilihan kamu. Untuk melakukan pemeriksaan, kini kamu bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc, lho. Tunggu apa lagi? Yuk download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Benign and Malignant Tumors: How Do They Differ?