Ad Placeholder Image

Cara Menggunakan Kertas Lakmus untuk Cek Air Ketuban

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 09 September 2026

Kertas lakmus digunakan untuk mendeteksi kebocoran ketuban dengan perubahan warna pada kertas uji.

Cara Menggunakan Kertas Lakmus untuk Cek Air KetubanCara Menggunakan Kertas Lakmus untuk Cek Air Ketuban

DAFTAR ISI


Menjelang persalinan, ibu hamil sering kali merasa cemas saat keluar cairan bening dari vagina dan sulit membedakannya dengan urine. Kebocoran atau rembesan air ketuban yang tidak disadari dapat membahayakan keselamatan janin serta meningkatkan risiko infeksi.

Salah satu cara mandiri yang praktis untuk memastikannya adalah dengan mendeteksi tingkat keasaman (pH) menggunakan kertas lakmus merah. Berikut panduan lengkap cara menguji rembesan air ketuban secara tepat di rumah.

Panduan Menggunakan Kertas Lakmus

Prinsip kerja kertas lakmus didasarkan pada perbedaan tingkat keasaman (pH) cairan tubuh. Cairan vagina normal dan urine cenderung bersifat asam (pH 3,8–5,5), sedangkan air ketuban bersifat basa (pH 7,0–7,5). Kertas lakmus merah akan berubah warna menjadi biru jika terkena cairan yang bersifat basa.

Langkah-langkah menggunakan kertas lakmus untuk mengecek air ketuban:

  1. Bersihkan area kewanitaan: Cuci tangan dan bersihkan area organ intim dengan air bersih, lalu keringkan menggunakan handuk bersih. Hindari penggunaan sabun kewanitaan sebelum tes agar tidak memengaruhi tingkat pH.
  2. Siapkan kertas lakmus merah: Gunakan kertas lakmus merah steril yang bisa dibeli di apotek.
  3. Tempelkan kertas lakmus: Tempelkan atau usapkan kertas lakmus pada pembalut yang menampung cairan rembesan, atau langsung pada area celana dalam yang basah. Ibu juga bisa menempelkannya perlahan pada muara vagina tempat cairan keluar.
  4. Amati perubahan warna: Tunggu beberapa detik dan perhatikan perubahan warnanya.

Jika kertas lakmus merah berubah menjadi warna biru, cairan tersebut kemungkinan besar adalah air ketuban. Sebaliknya, jika kertas lakmus tetap berwarna merah, cairan tersebut adalah keputihan atau urine. Jika hasil tes menunjukkan indikasi ketuban pecah, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penanganan medis yang aman.

Membedakan Air Ketuban, Keputihan, dan Urine

Selain menguji dengan kertas lakmus, ibu hamil juga dapat mengenali karakteristik fisik cairan yang keluar dari vagina:

  • Air Ketuban: Bertekstur encer seperti air, berwarna jernih atau memiliki bintik putih halus, tidak berbau menyengat (kadang berbau sedikit manis), dan tidak bisa ditahan pengeluarannya.
  • Urine: Berwarna kuning terang hingga gelap, berbau khas amonia, dan pengeluarannya dapat ditahan dengan mengencangkan otot panggul.
  • Keputihan: Bertekstur lebih kental, agak lengket, berwarna putih susu atau krem, dan biasanya keluar dalam jumlah sedikit.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kertas lakmus berubah menjadi warna biru, cairan terus mengalir tanpa henti, berwarna hijau kecokelatan, atau disertai rasa mulas dan demam, segera konsultasikan kondisi ini dengan [Dokter Spesialis Kandungan] di Halodoc untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melalui Halodoc, ibu hamil dapat berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan secara praktis kapan saja. Fitur ini membantu memberikan ketenangan serta panduan penanganan awal yang tepat sebelum ibu pergi ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Referensi

American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2026. Premature Rupture of Membranes (PROM).
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Pregnancy, Childbirth, Postpartum and Newborn Care: A Guide for Essential Practice.
PubMed. Diakses pada 2026. Diagnostic Accuracy of Nitrazine Paper Test for Premature Rupture of Membranes.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak): Tanda Bahaya Kehamilan Mendasar.

FAQ

Apakah kertas lakmus merah bisa dibeli bebas di apotek?
Ya, kertas lakmus merah atau kertas nitrazin umumnya dijual bebas di apotek atau toko peralatan medis. Alat ini sangat praktis disimpan oleh ibu hamil yang mendekati Hari Perkiraan Lahir (HPL).

Berapa lama hasil pengujian kertas lakmus dapat terlihat?
Hasil perubahan warna pada kertas lakmus dapat terlihat secara langsung dalam kurun waktu 1 hingga 5 detik setelah menyentuh cairan.

Apakah tes kertas lakmus di rumah sudah pasti 100% akurat?
Meskipun cukup akurat mendeteksi pH basa, tes ini dapat terpengaruh oleh adanya darah, infeksi vagina, atau sisa sabun. Oleh karena itu, konfirmasi medis dari dokter spesialis kandungan tetap diperlukan.