Ad Placeholder Image

Cara Menggunakan Neck Disability Index untuk Cek Nyeri Leher

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 19 Agustus 2026

Cara Mengukur Tingkat Nyeri Leher dengan Neck Disability Index secara Tepat dan Mudah

Cara Menggunakan Neck Disability Index untuk Cek Nyeri LeherCara Menggunakan Neck Disability Index untuk Cek Nyeri Leher

DAFTAR ISI


Nyeri leher merupakan salah satu keluhan muskuloskeletal yang paling sering dialami oleh orang dewasa. Baik akibat postur tubuh yang buruk saat bekerja, kebiasaan menunduk menatap layar ponsel (text neck), maupun cedera fisik, nyeri leher dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk mengukur sejauh mana nyeri leher membatasi kemampuan seseorang dalam beraktivitas, tenaga medis menggunakan instrumen khusus yang dinamakan Neck Disability Index (NDI).

NDI adalah kuesioner mandiri yang dirancang untuk memberikan gambaran objektif mengenai tingkat disabilitas atau keterbatasan fisik akibat nyeri leher. Penilaian ini sangat penting bagi dokter spesialis orthopaedi, fisioterapis, dan dokter rehabilitasi medis dalam menentukan rencana terapi serta mengevaluasi efektivitas pengobatan yang sedang dijalani.

Apa Itu Neck Disability Index?

Neck Disability Index (NDI) dikembangkan pertama kali oleh Vernon dan Mior pada tahun 1991 sebagai adaptasi dari Oswestry Low Back Pain Disability Index. Instrumen ini telah diuji secara klinis dan diakui secara internasional sebagai alat ukur yang valid serta reliabel untuk mengevaluasi gangguan pada area leher (servikal).

Pemeriksaan ini terdiri dari 10 pertanyaan mendasar yang mencakup intensitas nyeri dan dampaknya terhadap berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Setiap pertanyaan memiliki skala nilai dari 0 (tidak ada kendala) hingga 5 (gangguan sangat berat).

10 Indikator Pengukuran NDI

Dalam kuesioner NDI, pasien diminta untuk memilih salah satu opsi yang paling menggambarkan kondisi mereka saat ini pada 10 kategori berikut:

  • Intensitas Nyeri: Mengukur seberapa parah rasa sakit pada leher saat ini.
  • Perawatan Diri: Mengukur kemampuan mandi, berpakaian, dan merawat diri tanpa memicu nyeri.
  • Mengangkat Benda: Menilai sejauh mana nyeri membatasi kemampuan mengangkat benda berat atau sedang.
  • Membaca: Mengukur daya tahan leher saat membaca buku atau layar monitor.
  • Sakit Kepala: Menilai frekuensi dan keparahan sakit kepala yang timbul akibat nyeri leher.
  • Konsentrasi: Mengukur dampak nyeri leher terhadap fokus dan ketelitian berpikir.
  • Pekerjaan: Menilai sejauh mana nyeri membatasi performa dalam melakukan pekerjaan sehari-hari.
  • Mengemudi: Mengukur kenyamanan dan keamanan saat mengendarai kendaraan.
  • Tidur: Menilai apakah rasa nyeri mengganggu kualitas dan jam tidur malam.
  • Rekreasi: Mengukur partisipasi dalam kegiatan olahraga, hobi, atau aktivitas waktu luang.

Interpretasi Skor Neck Disability Index

Total skor NDI dihitung dengan menjumlahkan nilai dari kesepuluh pertanyaan (skor maksimal 50), lalu diubah menjadi persentase. Hasil persentase tersebut dikategorikan ke dalam lima tingkat disabilitas:

  • 0–8% (Skor 0–4): Tidak ada disabilitas (kondisi leher tergolong normal).
  • 10–28% (Skor 5–14): Disabilitas ringan (masih dapat beraktivitas dengan sedikit penyesuaian).
  • 30–48% (Skor 15–24): Disabilitas sedang (nyeri mulai mengganggu fungsi aktivitas harian).
  • 50–68% (Skor 25–34): Disabilitas berat (membutuhkan bantuan atau pengobatan intensif).
  • 70% ke atas (Skor 35–50): Disabilitas lengkap/total (penderita sangat terbatas dalam beraktivitas).

Studi Terkait

Berbagai penelitian terkini terus mengonfirmasi keandalan Neck Disability Index dalam praktik klinis modern. Studi menunjukkan bahwa evaluasi NDI secara berkala mampu memprediksi waktu pemulihan pasien cedera servikal secara lebih akurat, sehingga meminimalkan risiko cedera berulang.

Selain itu, riset dalam kesehatan kerja menyoroti pentingnya skor NDI sebagai acuan penataan ergonomi kerja di perkantoran untuk mencegah terjadinya sindrom nyeri servikal kronis pada pekerja digital.

Kapan Harus Ke Dokter?

Jika kamu merasakan nyeri leher yang tak kunjung membaik lebih dari beberapa hari, disertai rasa kebas, kesemutan, atau kelemahan yang menjalar ke bahu dan lengan, segera konsultasikan ke dokter. Penanganan awal yang tepat sangat penting untuk mencegah gangguan saraf servikal yang lebih berat. Kamu dapat berkonsultasi langsung dengan Dokter Spesialis Orthopaedi & Traumatologi di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Bila kamu mengalami kendala kesehatan, kamu bisa menggunakan fitur konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Layanan ini memiliki banyak keunggulan, di antaranya:

  • ✅ Dokter berpengalaman dan berlisensi: Dokter yang bergabung di Halodoc memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) dan Surat Izin Praktik (SIP) resmi.
  • ✅ Respon cepat: Kamu bisa terhubung dengan dokter hanya dalam waktu beberapa menit.
  • ✅ Tersedia 24 jam: Layanan konsultasi dokter bisa diakses kapan saja, baik pagi, siang, maupun malam.
  • ✅ Privasi terjamin: Kerahasiaan data dan percakapan konsultasi aman terjaga.
  • ✅ Kemudahan akses: Bisa dilakukan di mana saja melalui aplikasi Halodoc tanpa perlu keluar rumah.

Referensi

PubMed Central (PMC). Diakses pada 2026. The Neck Disability Index: State-of-the-art, Reliability, and Validity.
Journal of Orthopaedic & Sports Physical Therapy. Diakses pada 2026. Clinical Practice Guidelines for Neck Pain: Revision.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Musculoskeletal Conditions and Spine Health.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Tata Laksana Nyeri Leher dan Gangguan Postur Servikal.

FAQ

1. Apakah Neck Disability Index bisa diisi sendiri oleh pasien?

Ya, NDI dirancang sebagai instrumen mandiri (self-reported questionnaire). Pasien dapat memilih jawaban yang paling mencerminkan kondisi tubuh mereka tanpa bantuan medis langsung.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi kuesioner NDI?

Pengisian kuesioner ini sangat cepat dan praktis. Rata-rata pasien hanya memerlukan waktu sekitar 3 hingga 5 menit untuk menyelesaikan seluruh 10 pertanyaan.

3. Apakah skor NDI yang tinggi berarti harus segera dioperasi?

Tidak selalu. Skor NDI yang tinggi menunjukkan tingkat keterbatasan fisik yang berat, tetapi tindakan medis seperti operasi ditentukan berdasarkan pemeriksaan penunjang lanjutan, seperti MRI dan evaluasi klinis dokter spesialis.

4. Seberapa sering pengukuran NDI perlu dilakukan selama masa terapi?

Biasanya, dokter atau fisioterapis akan meminta pasien mengisi NDI sebelum memulai sesi terapi, kemudian mengulangnya setiap 2–4 minggu untuk menilai kemajuan pemulihan kondisi leher.