Ad Placeholder Image

Cara Menghitung Skor WHR untuk Memantau Kesehatan Tubuh Anda

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Panduan Lengkap Memahami Fungsi Penting WHR dalam Menjaga Kesehatan Tubuh Secara Optimal

Cara Menghitung Skor WHR untuk Memantau Kesehatan Tubuh AndaCara Menghitung Skor WHR untuk Memantau Kesehatan Tubuh Anda

DAFTAR ISI


Memantau berat badan ideal tidak hanya berfokus pada angka di timbangan atau Indeks Massa Tubuh (IMT). Salah satu indikator penting dalam dunia medis untuk mengevaluasi komposisi lemak tubuh adalah Waist-to-Hip Ratio (WHR) atau rasio lingkar pinggang dibanding lingkar panggul.

WHR memberikan gambaran jelas mengenai pola distribusi lemak tubuh kamu, terutama penumpukan lemak visceral di area perut. Lemak di area perut memiliki sifat yang lebih aktif secara metabolik dan berisiko memicu berbagai penyakit kronis dibandingkan lemak yang menumpuk di paha atau pinggul.

Dengan menghitung dan memantau skor WHR secara berkala, kamu dapat mengetahui apakah distribusi lemak tubuh berada dalam batas aman atau berisiko tinggi memicu gangguan metabolik seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan hipertensi.

Apa Itu Waist-to-Hip Ratio (WHR)?

Waist-to-Hip Ratio (WHR) adalah indikator medis yang membandingkan ukuran lingkar pinggang dengan lingkar panggul. Metode ini direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menilai derajat obesitas sentral (obesitas perut).

Berbeda dari IMT yang hanya mengukur rasio berat badan terhadap tinggi badan, WHR secara spesifik menunjukkan di mana lemak tubuh kamu tersimpan. Seseorang yang memiliki IMT normal masih bisa dikategorikan berisiko tinggi jika nilai WHR-nya melebihi ambang batas aman.

Cara Menghitung Skor WHR

Pengukuran skor WHR cukup sederhana dan dapat dilakukan mandiri di rumah menggunakan pita pengukur non-elastis. Berikut adalah panduan langkahnya:

  • Ukur Lingkar Pinggang: Lingkarkan pita ukur di bagian terramping pinggang, biasanya tepat di atas pusar. Pastikan pita ukur sejajar, tidak menekan kulit, dan ambil napas secara alami saat mengukur.
  • Ukur Lingkar Panggul: Lingkarkan pita ukur pada bagian terlebar dari panggul dan area bokong.
  • Hitung Rasionya: Bagi ukuran lingkar pinggang (cm) dengan lingkar panggul (cm). Rumus: Skor WHR = Lingkar Pinggang / Lingkar Panggul.

Kategori Skor WHR dan Risiko Kesehatan

Berdasarkan acuan dari WHO, batasan nilai skor WHR dikelompokkan berdasarkan jenis kelamin:

  • Perempuan: Nilai WHR ≤ 0,85 dikategorikan risiko rendah. Nilai WHR > 0,85 menunjukkan kondisi obesitas sentral dengan peningkatan risiko penyakit metabolik.
  • Laki-laki: Nilai WHR ≤ 0,90 dikategorikan risiko rendah. Nilai WHR > 0,90 menunjukkan risiko kesehatan yang lebih tinggi.

Penumpukan lemak berlebih di sekitar perut dapat meningkatkan peradangan kronis dan mengganggu sensitivitas hormon insulin dalam tubuh.

Tips Menjaga Skor WHR Tetap Ideal

Untuk menurunkan atau mempertahankan skor WHR pada kisaran ideal, kamu bisa menerapkan strategi gaya hidup sehat berikut:

  • Utamakan Makanan Tinggi Serat: Perbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan gandum utuh untuk mengontrol nafsu makan dan menekan lemak perut.
  • Batasi Gula Sederhana: Hindari minuman manis, makanan olahan, dan karbohidrat halus yang mempercepat pembentukan lemak visceral.
  • Olahraga Teratur: Kombinasikan latihan aerobik (seperti jalan cepat atau bersepeda) dengan latihan beban minimal 150 menit setiap minggu.
  • Kelola Stres dan Tidur Cukup: Kurang tidur dan stres meningkatkan hormon kortisol yang mendorong penumpukan lemak di area perut.

Jika kamu kesulitan menyusun program penurunan lemak perut yang efektif, kamu dapat konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.

Studi Terkait

Studi klinis terbaru yang dirilis dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (2026) mengungkapkan bahwa skor WHR merupakan prediktor yang lebih akurat dalam menilai risiko komplikasi kardiovaskular dibandingkan angka IMT. Penelitian tersebut mencatat bahwa penurunan lingkar pinggang sebesar 5% mampu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan penanda peradangan sistemik secara signifikan pada pasien obesitas.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika skor WHR kamu berada di atas ambang batas normal dan disertai keluhan seperti mudah lelah, tekanan darah tinggi, atau riwayat gula darah tinggi, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Konsultasi masalah kesehatan kini lebih praktis melalui Halodoc. Keuntungan yang bisa kamu dapatkan meliputi:

  • ✅ Dokter berpengalaman: Terhubung dengan dokter spesialis dan umum yang terverifikasi dan berlisensi resmi (STR & SIP).
  • ✅ Respon cepat: Layanan konsultasi dokter online 24 jam siap membantu kapan saja.
  • ✅ Praktis: Bisa tanya dokter langsung dari rumah tanpa harus antre di rumah sakit.
  • ✅ Privasi terjaga: Kerahasiaan data medis dan hasil diskusi dijamin aman.

Referensi

World Health Organization. Diakses pada 2026. Waist Circumference and Waist-Hip Ratio: Report of a WHO Expert Consultation.
Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism. Diakses pada 2026. Abdominal Obesity and Cardiovascular Disease Risk Assessment.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Waist-to-Hip Ratio as an Indicator of Metabolic Syndrome.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Gizi Seimbang dan Pencegahan Obesitas.

FAQ

Apa bedanya WHR dan BMI (IMT)?

BMI atau IMT mengukur rasio berat badan terhadap tinggi badan secara menyeluruh tanpa melihat letak penumpukan lemak. Sementara itu, WHR secara khusus mengukur distribusi penumpukan lemak di area perut dan panggul untuk menilai risiko obesitas sentral.

Berapa skor WHR yang normal untuk wanita?

Skor WHR normal untuk wanita adalah 0,85 atau kurang. Jika angka WHR melebihi 0,85, kondisi tersebut menunjukkan adanya penumpukan lemak berlebih di perut yang berisiko memicu penyakit kardiovaskular.

Apakah skor WHR bisa diturunkan secara alami?

Bisa, skor WHR dapat diturunkan secara bertahap dengan menerapkan pola makan tinggi serat, mengurangi konsumsi gula sederhana, rutin berolahraga kardio dan resistensi, serta menjaga kecukupan waktu tidur.

Seberapa sering pengukuran WHR sebaiknya dilakukan?

Kamu disarankan melakukan pengukuran skor WHR sebulan sekali. Frekuensi ini sudah cukup untuk memantau perubahan komposisi tubuh dan efektivitas pola hidup sehat yang sedang kamu jalankan.