• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Tepat Atasi Keputihan Agar Miss V Sehat

Cara Tepat Atasi Keputihan Agar Miss V Sehat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Setiap wanita, mulai dari remaja, dewasa, dan yang sudah memasuki masa menopause, pernah mengalami keputihan. Hal ini sebenarnya merupakan reaksi tubuh yang normal. Keputihan pada dasarnya merupakan sel dan cairan vagina yang meluruh. Normalnya, keputihan juga merupakan cara Miss V membersihkan dan melindungi dirinya sendiri. Namun, bukan berarti kamu bisa mengabaikan masalah keputihan begitu saja.

Sebab, keputihan juga bisa menjadi tanda adanya infeksi atau masalah pada organ kewanitaan. Keputihan yang seperti ini disebut keputihan abnormal. Tanda keputihan yang normal adalah berwarna bening, lengket, licin, dan tidak berbau. Sementara keputihan abnormal biasanya berwarna kekuningan, kehijauan, atau kemerahan, dengan tekstur yang lebih lengket, berbau busuk, disertai gejala gatal dan sakit pada area Miss V.

Baca juga: Obat Antijamur Bisa untuk Mengatasi Keputihan, Benarkah?

Tips Atasi Keputihan

Keputihan yang abnormal tentu tidak boleh diabaikan dan perlu segera diatasi, agar tidak mengganggu kesehatan tubuh. Berikut beberapa tips mengatasi keputihan yang bisa kamu lakukan:

  1. Tingkatkan dan Jaga Kebersihan Miss V

Menjaga kebersihan Miss V perlu selalu dilakukan, baik saat sedang keputihan maupun tidak. Terutama setelah buang air kecil dan besar, serta setelah berhubungan intim. Namun, cara membersihkan Miss V pun tidak boleh sembarangan.

Basuhlah dengan menggunakan air hangat yang suam kuku, dari arah depan ke belakang. Hal ini agar bakteri pada anus tidak berpindah ke Miss V. Lalu, keringkan Miss V dengan cara mengusapnya menggunakan tisu atau handuk bersih yang lembut. Namun, jangan digosok, ya. Cukup usap dengan lembut atau tepuk-tepuk perlahan hingga kering, agar tidak mengiritasi kulit Miss V.

  1. Rajin Ganti Celana Dalam

Karena punya kebiasaan mandi dua kali sehari, orang IndonesIa umumnya mengganti celana dalam dua kali dalam sehari. Namun, jika kamu sedang mengalami keputihan, lebih seringlah mengganti celana dalam agar Miss V selalu kering dan bersih. Terlebih jika kamu baru saja melakukan aktivitas yang mengeluarkan banyak keringat.

Jangan lupa juga untuk memilih celana dalam berbahan katun yang bisa menyerap keringat dengan baik. Sebab jika tidak, bakteri, jamur, atau parasit akan lebih rentan menginfeksi, karena mereka suka lingkungan yang lembab. Kalau sudah begitu, keputihan yang kamu alami justru bisa jadi semakin parah.

Baca juga: Begini Cara Mengatasi Keputihan Bau Amis

  1. Hindari Penggunaan Sabun Pembersih Kewanitaan

Produk sabun pembersih kewanitaan mungkin menjanjikan Miss V yang bersih dan harum, bahkan mengatasi keputihan. Padahal, membersihkan Miss V idealnya cukup dengan menggunakan air bersih, tidak perlu pakai sabun apapun. Sebab, bukannya mengatasi keputihan, penggunaan sabun pembersih kewanitaan justru dapat membuat kulit Miss V yang sensitif jadi semakin rentan iritasi dan terinfeksi.

Selain itu, sabun pembersih kewanitaan juga bisa mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di dalam Miss V. Jika menggunakan air saja dirasa kurang bersih, pakailah sabun yang netral atau tidak mengandung wewangian, zat antiseptik, pewarna, dan bahan kimia lainnya. Kalau masih ragu, kamu bisa tanyakan pada dokter di aplikasi Halodoc, sabun seperti apa yang aman digunakan untuk membersihkan Miss V.

  1. Mengonsumsi Yogurt

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy, diungkapkan bahwa kandungan bakteri baik atau probiotik dalam yogurt, bisa bantu mengembalikan keseimbangan bakteri dan jamur di dalam Miss V. Jadi, jika kamu mengalami keputihan, cobalah rutin mengonsumsi yogurt setiap harinya.

Baca juga: Agar Tetap Percaya Diri, Atasi Keputihan dengan Yoga

  1. Periksakan Diri ke Dokter

Berbagai cara tersebut hanyalah perawatan rumahan, sehingga mungkin tidak akan benar-benar menghilangkan masalah keputihan. Untuk mengetahui penyebab pasti dari keputihan yang dialami dan cara mengatasinya, kamu tetap perlu memeriksakan diri ke dokter. Umumnya, keputihan abnormal disebabkan oleh infeksi pada Miss V.

Jadi, jika setelah mencoba tips perawatan rumahan tadi keputihan tak kunjung membaik, segeralah buat janji dengan dokter di rumah sakit, untuk memeriksakan diri lebih lanjut. Dokter mungkin akan membantu meresepkan obat dan jenis perawatan lain yang lebih ampuh untuk mengatasi masalah keputihan.

Atasi Keputihan dengan GYNOGEL

Bicara soal obat keputihan, kamu bisa coba GYNOGEL. Obat keputihan ini berbentuk gel dalam kemasan tube, yang digunakan dengan cara dimasukkan langsung ke dalam Miss V. Dengan begitu, pengobatan keputihan jadi lebih efektif dan tepat pada sasaran. GYNOGEL memiliki kandungan asam laktat, sehingga bisa membantu mengembalikan keseimbangan pH Miss V dengan cepat.

GYNOGEL dapat digunakan untuk mengatasi keputihan pada pasien pasca mengidap infeksi Miss V (vaginal restoration), keputihan akibat penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim jangka panjang, serta dapat digunakan setiap setelah menstruasi untuk mencegah atau mengatasi keputihan akibat perubahan hormon.

Gel GYNOGEL ini juga bisa digunakan oleh wanita dengan berbagai rentang usia termasuk saat sudah menopause. Bagi wanita menopause atau yang sedang menggunakan kontrasepsi jangka panjang, GYNOGEL juga bisa digunakan untuk perawatan dan pencegahan keputihan akibat perubahan pH.

Referensi:

NHS Choices UK. Diakses pada 2020. Vaginal Discharge.

WebMD. Diakses pada 2020. Vaginal Discharge: Causes, Types, Diagnosis and Treatment of Vaginal Discharge.

Journal of Antimicrobial Chemotherapy, Volume 58, Issue 2, August 2006, Pages 266–272. Diakses pada 2020. Probiotics for prevention of recurrent vulvovaginal candidiasis: a review.