Cara Tepat Mengobati Infeksi Parasit pada Anak
Cara mengobati infeksi parasit pada anak bervariasi, tergantung pada organisme yang menjadi penyebabnya.

DAFTAR ISI
- Jenis-Jenis Parasit yang Umum Dialami Anak
- Gejala Infeksi Parasit pada Anak yang Perlu Diwaspadai
- Penyebab Infeksi Parasit pada Anak
- Cara Tepat Mengobati Infeksi Parasit pada Anak
- Pilihan Obat-obatan untuk Mengatasi Infeksi Parasit
- Langkah-Langkah Pencegahan Infeksi Parasit pada Anak
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
- Pertanyaan Umum Seputar Infeksi Parasit pada Anak
Infeksi parasit pada anak adalah kondisi ketika parasit masuk dan berkembang biak di dalam tubuh anak.
Parasit dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, gigitan serangga, atau kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi.
Infeksi parasit dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan pencernaan hingga masalah yang lebih serius.



Jenis-Jenis Parasit yang Umum Dialami Anak
Ada tiga jenis organisme yang bisa menyebabkan infeksi parasit pada anak, yaitu:
- Protozoa
Protozoa adalah organisme bersel tunggal yang bisa hidup dan berkembang biak di dalam tubuh. Beberapa infeksi yang bisa disebabkan oleh protozoa, antara lain giardiasis, kriptosporidiosis, malaria, dan toksoplasmosis.
- Cacing
Cacing adalah organisme bersel banyak yang bisa hidup di dalam atau di luar tubuh manusia. Mereka termasuk cacing pipih, cacing pita, cacing kremi dan cacing gelang. Baik anak-anak usia prasekolah maupun usia sekolah berisiko terkena infeksi cacing.
- Ektoparasit
Ektoparasit adalah organisme bersel banyak yang hidup dan mendapatkan makanan dengan mengisap darah manusia. Beberapa contoh ektoparasit, antara lain kutu rambut, kutu kemaluan, scabies atau kudis.
Anak-anak usia sekolah biasanya lebih rentan terkena kutu kepala atau kudis, karena keduanya bisa ditularkan melalui kontak dekat dengan orang-orang yang terinfeksi yang biasanya terjadi saat bermain.
Gejalanya Infeksi Parasit pada Anak
Gejala infeksi parasit pada anak bervariasi tergantung pada jenis parasit dan lokasi infeksi. Beberapa gejala umum meliputi:
- Diare.
- Sakit perut.
- Mual dan muntah.
- Kembung.
- Penurunan berat badan.
- Kelelahan.
- Gatal di sekitar anus (terutama pada malam hari).
- Anemia.
- Ruam kulit.
Pada beberapa kasus, infeksi parasit tidak menimbulkan gejala sama sekali.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika anak mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika anak memiliki riwayat bepergian ke daerah dengan sanitasi yang buruk atau kontak dengan orang yang terinfeksi.
Penyebab Infeksi Parasit pada Anak
Infeksi parasit pada anak dapat disebabkan oleh berbagai jenis parasit. Berikut adalah beberapa penyebab umum infeksi parasit pada anak:
- Makanan dan minuman yang terkontaminasi. Makanan dan minuman yang tidak diolah dengan benar atau disimpan dengan tidak bersih dapat menjadi sumber penularan parasit.
- Kontak dengan tanah atau air yang terkontaminasi. Beberapa parasit dapat hidup di tanah atau air yang terkontaminasi. Anak-anak yang bermain di tanah atau air yang terkontaminasi berisiko terinfeksi.
- Gigitan serangga. Beberapa serangga, seperti nyamuk, dapat menularkan parasit penyebab malaria atau penyakit lainnya.
- Kontak dengan hewan yang terinfeksi. Hewan peliharaan atau hewan liar dapat membawa parasit yang dapat menular ke manusia.
- Sanitasi yang buruk. Kondisi sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko penularan parasit melalui feses atau air yang terkontaminasi.
- Kurangnya kesadaran menjaga kebersihan diri. Tidak mencuci tangan setelah dari toilet atau sebelum makan dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi parasit pada anak.
Ibu jangan panik dulu jika Si Kecil Digigit Serangga, Ini Cara Mengatasinya
Cara Tepat Mengobati Infeksi Parasit pada Anak
Pengobatan infeksi parasit pada anak tergantung pada jenis parasit yang menyebabkan infeksi dan tingkat keparahan gejala.
Beberapa jenis infeksi parasit dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi sebagian besar memerlukan pengobatan dengan obat antiparasit.
Penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan pengobatan yang sesuai.
Jangan memberikan obat antiparasit kepada anak tanpa resep dokter, karena beberapa obat dapat memiliki efek samping yang berbahaya.
Selain pengobatan medis, menjaga kebersihan diri dan sanitasi lingkungan juga penting untuk mencegah penyebaran infeksi parasit.
Pilihan Obat-obatan untuk Mengatasi Infeksi Parasit
Berikut adalah beberapa obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi infeksi parasit pada anak:
- Albendazole. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.
- Mebendazole. Obat ini juga digunakan untuk mengobati infeksi cacing gelang, cacing cambuk, cacing tambang, dan cacing kremi.
- Pyrantel pamoate. Obat ini efektif untuk mengobati infeksi cacing kremi dan cacing gelang.
- Metronidazole. Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi parasit seperti Giardia dan Entamoeba histolytica.
- Tinidazole. Obat ini juga digunakan untuk mengobati infeksi parasit seperti Giardia dan Entamoeba histolytica.
Langkah-Langkah Pencegahan Infeksi Parasit pada Anak
Pencegahan adalah kunci untuk melindungi anak dari infeksi parasit. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:
- Cuci tangan secara teratur. Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan setelah bermain di luar rumah.
- Masak makanan dengan benar. Pastikan makanan, terutama daging dan ikan, dimasak hingga matang sempurna.
- Cuci buah dan sayuran. Cuci buah dan sayuran dengan air bersih sebelum dikonsumsi.
- Gunakan air bersih. Minumlah air yang telah dimasak atau disaring.
- Kendalikan serangga. Gunakan kelambu dan obat nyamuk untuk melindungi anak dari gigitan serangga.
- Jaga kebersihan lingkungan. Pastikan lingkungan rumah dan sekolah bersih dan sanitasi terjaga.
- Periksakan hewan peliharaan ke dokter hewan. Hewan peliharaan harus diperiksa secara teratur oleh dokter hewan dan diberikan obat cacing sesuai kebutuhan.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah langkah penting dalam mencegah infeksi parasit. WHO juga merekomendasikan peningkatan sanitasi dan kebersihan untuk mengurangi penyebaran penyakit parasit.
Ibu bisa cari tahu juga, Ini 7 Cara Ampuh Mencegah Infeksi Virus pada Anak.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa anak ke dokter jika mengalami gejala infeksi parasit seperti diare berkepanjangan, sakit perut parah, muntah terus-menerus, penurunan berat badan yang tidak jelas penyebabnya, atau demam tinggi.
Selain itu, penting untuk mencari pertolongan medis jika anak memiliki riwayat bepergian ke daerah dengan risiko tinggi infeksi parasit atau memiliki kontak dengan orang yang terinfeksi. Diagnosis dan pengobatan dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Kesimpulan
Infeksi parasit pada anak adalah masalah kesehatan yang umum terjadi, tetapi dapat dicegah dan diobati dengan tepat.
Jaga kebersihan diri dan lingkungan, masak makanan dengan benar, dan gunakan air bersih untuk mencegah infeksi parasit.
Segera konsultasikan dengan dokter jika anak mengalami gejala infeksi parasit. Deteksi dan pengobatan dini dapat mencegah komplikasi yang serius.
Konsultasi dengan dokter spesialis anak kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc.
Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!
Referensi:
Healthline. Diakses pada 2025. Parasitic Infections.
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2025. Parasitic Infections in Children.
MSD Manuals. Diakses pada 2025. Overview of Parasitic Infections.
Children’s National. Diakses pada 2025. Pediatric Parasitic Infections.
Pertanyaan Umum Seputar Infeksi Parasit pada Anak
- Apakah infeksi parasit selalu menimbulkan gejala?
Tidak, beberapa infeksi parasit tidak menimbulkan gejala sama sekali.
- Bagaimana cara mengetahui jika anak saya terinfeksi parasit?
Dokter dapat melakukan pemeriksaan tinja atau darah untuk mendeteksi infeksi parasit.
- Apakah infeksi parasit menular?
Ya, beberapa infeksi parasit dapat menular melalui makanan, minuman, atau kontak langsung dengan orang atau hewan yang terinfeksi.
- Bagaimana cara mencegah infeksi parasit pada anak?
Jaga kebersihan diri dan lingkungan, masak makanan dengan benar, dan gunakan air bersih.


