• Home
  • /
  • Kesehatan
  • /
  • Ascariasis

Ascariasis

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Ascariasis

Pengertian Ascariasis

Ascariasis adalah jenis infeksi akibat cacing gelang. Cacing ini adalah parasit yang menggunakan tubuh manusia sebagai inang untuk pertumbuhan dari larva atau telur hingga menjadi cacing dewasa. Dalam tubuh manusia, cacing gelang dewasa yang berkembang biak bisa memiliki panjang hingga lebih dari 30 sentimeter.

Ascariasis juga tercatat sebagai salah satu infeksi cacing yang paling umum di seluruh dunia. Sayangnya, kebanyakan orang yang terinfeksi memiliki kasus ringan tanpa gejala. Namun, infestasi berat bisa menyebabkan gejala serius dan komplikasi. Ascariasis paling sering terjadi pada anak-anak di daerah tropis dan subtropis di dunia, terutama di daerah dengan sanitasi dan kebersihan yang buruk.

Faktor Risiko Ascariasis

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami ascariasis, antara lain:

  • Usia. Kebanyakan orang yang menderita ascariasis berusia 10 tahun atau lebih muda. Anak-anak dalam kelompok usia ini mungkin berisiko lebih tinggi karena mereka lebih sering bermain di tanah.
  • Iklim yang Hangat. Negara dengan iklim hangat seperti Indonesia lebih rentan mengalami penyakit cacing gelang ini. 
  • Sanitasi yang Buruk. Ascariasis akan lebih tersebar luas di negara berkembang di mana kotoran manusia dibiarkan bercampur dengan tanah setempat.

Penyebab Ascariasis

Ascariasis tidak menyebar langsung dari orang ke orang. Sebaliknya, seseorang harus bersentuhan dengan tanah yang bercampur dengan kotoran manusia atau babi yang mengandung telur ascariasis atau air yang terinfeksi. 

Di beberapa negara berkembang, kotoran manusia digunakan untuk pupuk, atau fasilitas sanitasi yang buruk memungkinkan kotoran manusia bercampur dengan tanah di pekarangan, parit, dan ladang. Seseorang juga bisa mendapatkannya dari makan babi atau hati ayam mentah yang terinfeksi.

Anak kecil sering bermain di tanah, dan infeksi dapat terjadi jika mereka memasukkan jari kotor ke dalam mulut. Buah atau sayuran yang tidak dicuci yang ditanam di tanah yang terkontaminasi juga dapat menularkan telur ascariasis.

Begini siklus hidup cacing gelang tersebut:

  1. Proses Menelan. Telur ascariasis kecil (mikroskopis) tidak dapat menjadi infektif tanpa bersentuhan dengan tanah. Orang dapat secara tidak sengaja menelan tanah yang terkontaminasi melalui kontak tangan ke mulut atau dengan memakan buah atau sayuran mentah yang ditanam di tanah yang terkontaminasi.
  2. Migrasi. Larva menetas dari telur di usus kecil dan kemudian pergi melalui dinding usus untuk melakukan perjalanan ke jantung dan paru-paru melalui aliran darah atau sistem limfatik. Setelah matang selama sekitar 10 sampai 14 hari di paru-paru, larva masuk ke saluran napas dan naik ke tenggorokan.
  3. Pematangan. Begitu mereka kembali ke usus, parasit tumbuh menjadi cacing jantan atau betina. Cacing betina bisa lebih dari 40 sentimeter panjangnya dengan diameter sekitar 6 milimeter. Sementara cacing jantan umumnya berukuran lebih kecil.
  4. Reproduksi. Cacing betina dapat menghasilkan 200.000 telur sehari jika ada cacing betina dan jantan di usus, dan telur meninggalkan tubuh dalam tinja. Telur yang dibuahi harus berada di tanah setidaknya selama dua hingga empat minggu sebelum menjadi infektif.

Seluruh proses, mulai dari menelan telur hingga menyimpan telur, akan memakan waktu sekitar dua atau tiga bulan. Cacing ascariasis dapat hidup di dalam tubuh selama satu atau dua tahun.

Gejala Ascariasis

Kebanyakan orang yang terinfeksi ascariasis tidak memiliki tanda atau gejala. Infestasi sedang hingga berat menyebabkan berbagai tanda atau gejala, tergantung pada bagian tubuh mana yang terkena.

  1. Di Paru-Paru

Setelah seseorang menelan telur ascariasis kecil, mereka menetas di usus kecil dan larva bermigrasi melalui aliran darah atau sistem limfatik ke paru-paru. Pada tahap ini, seseorang mungkin mengalami tanda dan gejala yang mirip dengan asma atau pneumonia, termasuk:

  • Batuk terus menerus;
  • Sesak napas;
  • Mengi.

Setelah menghabiskan 10 sampai 14 hari di paru-paru, larva melakukan perjalanan ke tenggorokan, di mana seseorang akan batuk dan kemudian menelannya.

  1. Di Usus

Larva dewasa menjadi cacing dewasa di usus kecil, dan cacing dewasa biasanya hidup di usus sampai mereka mati. Pada ascariasis ringan atau sedang, infestasi usus dapat menyebabkan:

  • Sakit perut yang tidak jelas;
  • Mual dan muntah;
  • Diare atau tinja berdarah.

Jika seseorang memiliki banyak cacing di usus, ia mungkin akan mengalami: 

  • Sakit perut yang parah;
  • Kelelahan;
  • Mual dan muntah;
  • Penurunan berat badan atau malnutrisi;
  • Terdapat cacing di muntahan atau tinja.

Diagnosis Ascariasis

Untuk mendiagnosis ascariasis, dokter mungkin akan meninjau gejala dan meminta seseorang melakukan beberapa tes. Pada infestasi berat, cacing dapat ditemukan setelah batuk atau muntah. Cacing bisa keluar dari lubang tubuh lain, seperti mulut atau lubang hidung. Jika ini terjadi, bawa cacing ke dokter sehingga ia dapat mengidentifikasi dan meresepkan pengobatan yang tepat.

  • Pemeriksaan Tinja

Cacing ascariasis betina dewasa di usus mulai bertelur. Telur-telur ini berjalan melalui sistem pencernaan dan akhirnya dapat ditemukan di tinja. Untuk mendiagnosis ascariasis, dokter akan memeriksa tinja untuk mencari telur dan larva (mikroskopis) kecil. Namun, telur tidak akan muncul di tinja sampai setidaknya 40 hari setelah terinfeksi. Jika seseorang hanya terinfeksi cacing jantan, ia tidak akan memiliki telur.

  • Tes Darah

Darah dapat dites untuk mengetahui adanya peningkatan jumlah jenis sel darah putih tertentu yang disebut eosinofil. Ascariasis dapat meningkatkan eosinofil, tetapi juga jenis masalah kesehatan lainnya.

  • Tes Pencitraan

Ada beberapa tes pencitraan yang bisa dilakukan:

  • Sinar X. Jika seseorang tubuhnya telah penuh dengan cacing, massa cacing mungkin terlihat pada rontgen perut. Bahkan dalam beberapa kasus, rontgen dada dapat mengungkapkan larva di paru-paru.
  • USG. Ultrasonografi dapat menunjukkan cacing di pankreas atau hati. Teknologi ini menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar organ dalam.
  • CT Scan atau MRI. Kedua jenis tes membuat gambar rinci dari struktur internal, yang dapat membantu dokter mendeteksi cacing yang menghalangi saluran di hati atau pankreas. CT scan menggabungkan gambar sinar-X yang diambil dari berbagai sudut. MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet yang kuat.

Komplikasi Ascariasis

Kasus ascariasis ringan biasanya tidak menyebabkan komplikasi. Jika seseorang memiliki infestasi berat, komplikasi yang berpotensi berbahaya mungkin termasuk:

  • Pertumbuhan Melambat. Kehilangan nafsu makan dan penyerapan yang buruk dari makanan yang dicerna membuat anak-anak dengan ascariasis berisiko tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, yang dapat memperlambat pertumbuhan.
  • Penyumbatan Usus dan Perforasi. Pada infestasi ascariasis berat, sejumlah besar cacing dapat menyumbat sebagian usus. Hal ini dapat menyebabkan kram perut yang parah dan muntah. Penyumbatan tersebut bahkan dapat membuat lubang pada dinding usus atau usus buntu sehingga menyebabkan pendarahan dalam (hemorrhage) atau radang usus buntu.
  • Penyumbatan Saluran. Dalam beberapa kasus, cacing dapat menyumbat saluran sempit hati atau pankreas sehingga menyebabkan rasa sakit yang parah.

Pengobatan Ascariasis

Biasanya, hanya infeksi yang menyebabkan gejala yang perlu diobati. Dalam beberapa kasus, ascariasis akan sembuh dengan sendirinya.

  1. Obat-obatan

Obat anti-parasit adalah pengobatan lini pertama terhadap ascariasis. Obat yang paling umum adalah:

  • Albendazole;
  • Ivermectin;
  • Mebendazol.

Obat-obatan ini, diminum selama satu sampai tiga hari, membunuh cacing dewasa. Efek samping termasuk sakit perut ringan atau diare. Sementara itu, wanita hamil dapat mengonsumsi pirantel pamoat.

2, Pembedahan

Dalam kasus infestasi berat, pembedahan mungkin diperlukan untuk menghilangkan cacing dan memperbaiki kerusakan yang disebabkannya. Penyumbatan atau lubang usus, penyumbatan saluran empedu, dan radang usus buntu adalah komplikasi yang mungkin memerlukan pembedahan.

Pencegahan Ascariasis

Pertahanan terbaik melawan ascariasis adalah kebersihan yang baik. Berikut ini adalah beberapa tips ini untuk menghindari infeksi:

  • Praktekkan Kebersihan yang Baik. Sebelum menangani makanan, selalu cuci tangan dengan sabun dan air. Cuci buah dan sayuran segar secara menyeluruh.
  • Berhati-Hatilah saat Bepergian. Gunakan hanya air kemasan, dan hindari sayuran mentah kecuali kamu bisa mengupas dan mencucinya.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi dengan dokter apabila merasakan gejala-gejala yang tadi disebutkan. Ingat, penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Kamu pun bisa buat janji pemeriksaan dengan dokter di rumah sakit menggunakan Halodoc. Ambil smartphone-mu sekarang dan download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Ascariasis. 
Medical News Today. Diakses pada 2021. Everything You Need to Know About Ascariasis.
Web MD. Diakses pada 2021. Ascariasis.

Diperbarui pada tanggal 24 Desember 2021.