Ad Placeholder Image

Catat, Ini 3 Gejala Rabies pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 21 September 2026

“Gejala rabies baru mulai muncul ketika virus sudah mencapai ke otak. Penyakit tersebut menimbulkan gejala yang mirip flu pada awalnya, dan bisa berkembang menyerang otak dan menyebabkan perubahan tingkah laku dan emosi.”

Catat, Ini 3 Gejala Rabies pada Manusia yang Perlu DiwaspadaiCatat, Ini 3 Gejala Rabies pada Manusia yang Perlu Diwaspadai

DAFTAR ISI


Rabies adalah infeksi virus yang menyerang sistem saraf pusat dan umumnya menular melalui gigitan atau cakaran hewan terinfeksi. Penyakit ini dapat berakibat fatal setelah gejala muncul, tetapi kematian akibat rabies dapat dicegah jika pertolongan diberikan sedini mungkin.

Anjing, kucing, kelelawar, dan mamalia lain dapat menularkan virus rabies melalui air liurnya. Tidak semua luka gigitan langsung menunjukkan gejala, sehingga tindakan setelah terpapar tetap penting meskipun luka tampak kecil.

Gejala dan Penanganan Rabies

Gejala awal rabies pada manusia dapat menyerupai flu, seperti demam, sakit kepala, lemas, mual, dan rasa tidak nyaman di sekitar bekas gigitan. Sebagian orang juga mengalami kesemutan, nyeri, rasa terbakar, atau gatal pada area luka.

Ketika infeksi berkembang, dapat muncul kecemasan, kebingungan, sulit menelan, kejang otot tenggorokan, halusinasi, dan kelumpuhan. Hidrofobia atau takut air terjadi karena kejang saat mencoba menelan, sedangkan aerofobia dapat berupa kejang ketika terkena hembusan udara.

Jika tergigit atau tercakar hewan yang dicurigai rabies, segera cuci luka menggunakan sabun dan air mengalir selama sekitar 15 menit, lalu gunakan antiseptik bila tersedia. Setelah itu, segera pergi ke fasilitas kesehatan untuk penilaian risiko dan kemungkinan pemberian vaksin antirabies serta serum antirabies sesuai kondisi paparan.

Antibiotik tidak mengobati virus rabies dan tidak boleh digunakan sebagai pengganti vaksinasi pascapajanan. Karena itu, obat untuk rabies harus ditentukan tenaga kesehatan berdasarkan jenis luka, lokasi luka, kondisi hewan, dan riwayat vaksinasi.

Cara Mencegah Rabies

  • Hindari menyentuh atau mendekati hewan liar maupun hewan yang berperilaku tidak biasa.
  • Pastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi rabies sesuai anjuran dokter hewan.
  • Ajarkan anak untuk tidak mengganggu hewan saat makan, tidur, atau merawat anaknya.
  • Jangan menunda pemeriksaan setelah gigitan, cakaran, atau kontak air liur hewan dengan luka terbuka.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam atau datang ke fasilitas kesehatan setelah mengalami gigitan, cakaran, atau jilatan hewan pada kulit yang terluka. Jangan menunggu gejala rabies muncul karena penanganan paling efektif dilakukan sebelum virus mencapai sistem saraf.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Kamu dapat berkonsultasi mengenai risiko paparan, perawatan luka, dan kebutuhan vaksin antirabies dengan dokter Halodoc. Konsultasi tidak menggantikan pemeriksaan langsung apabila luka dalam, perdarahan sulit berhenti, atau kondisi memburuk.

Referensi
World Health Organization. Diakses pada 2026. Rabies.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pencegahan dan Pengendalian Rabies.
PubMed. Diakses pada 2026. Rabies Post-Exposure Prophylaxis.
WebMD. Diakses pada 2026. Rabies: Symptoms and Treatment.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Keamanan Obat dan Vaksin.

FAQ

Apakah rabies dapat disembuhkan?

Rabies hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul. Namun, penyakit ini dapat dicegah dengan pertolongan luka dan profilaksis pascapajanan sebelum gejala berkembang.

Apakah semua gigitan anjing menyebabkan rabies?

Tidak semua gigitan anjing menyebabkan rabies. Risikonya bergantung pada kondisi hewan, status vaksinasi, jenis paparan, dan apakah air liur masuk ke luka atau mukosa.

Berapa lama setelah gigitan harus mendapat vaksin antirabies?

Vaksin antirabies sebaiknya diberikan sesegera mungkin setelah paparan. Tenaga kesehatan akan menentukan jadwal dan kebutuhan serum berdasarkan tingkat risiko.

Apakah luka gigitan perlu ditutup?

Luka perlu segera dicuci dengan sabun dan air mengalir, tetapi jangan mengoleskan bahan iritan atau menjahit luka sendiri. Pemeriksaan medis diperlukan untuk menentukan perawatan lanjutan.