• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 5 Gejala OCD yang Perlu Ditangani Dokter
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Catat, Ini 5 Gejala OCD yang Perlu Ditangani Dokter

Catat, Ini 5 Gejala OCD yang Perlu Ditangani Dokter

4 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 07 September 2022

“Obsessive-compulsive disorder (OCD) melibatkan gejala obsesi dan kompulsi yang bisa sangat menyiksa kehidupan pengidapnya. Bila gejala OCD sudah sampai mengganggu kehidupan, menurunkan produktivitas, dan mengganggu kesehatan fisik, maka pengobatan dari dokter diperlukan.”

Catat, Ini 5 Gejala OCD yang Perlu Ditangani DokterCatat, Ini 5 Gejala OCD yang Perlu Ditangani Dokter

Halodoc, Jakarta – Apakah selama masa pandemi COVID-19 ini, kamu jadi sangat takut kotor dan cenderung mencuci tangan berulang kali? Mungkin saja itu adalah gejala OCD. OCD adalah kondisi psikologis yang ditandai dengan perilaku berulang, yang didorong oleh ketakutan dan pikiran yang tidak masuk akal. 

Pengidap OCD mungkin tahu bahwa tindakannya tersebut berlebihan atau bersifat obsesif, tapi mereka tidak bisa menahan dorongan dari diri mereka untuk melakukan tindakan tersebut. Itulah mengapa kondisi ini seringkali mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan penderitaan yang signifikan pada pengidapnya. 

Lantas, kapan gejala OCD perlu ditangani oleh dokter? Cari tahu jawabannya di sini.

Dua Jenis Gejala OCD

Obsessive-compulsive disorder (OCD) biasanya mencakup obsesi (pola pikir atau ketakutan yang tidak diinginkan), dan kompulsif (perilaku berulang-ulang). Namun, pengidap OCD juga bisa hanya mengalami gejala obsesi atau hanya gejala kompulsi saja.

OCD sering kali berpusat di sekitar tema tertentu. Misalnya, pada orang yang memiliki ketakutan berlebihan akan terkontaminasi kuman. Untuk meredakan ketakutannya tersebut, mereka bisa mencuci tangan secara kompulsif sampai tangan memerah, bahkan hingga berdarah. 

Obsesi OCD bisa muncul dalam bentuk pikiran, desakan, atau gambaran berulang, terus menerus dan tidak diinginkan, yang mengganggu dan menyebabkan pengidapnya menderita atau cemas. Gejala OCD obsesi sering kali memiliki tema, seperti berikut:

  • Takut kontaminasi atau kotoran.
  • Kesulitan menoleransi ketidakpastian.
  • Obsesi akan hal-hal yang teratur dan simetris.
  • Pikiran agresif tentang kehilangan kendali dan melukai diri sendiri atau orang lain.
  • Pikiran yang tidak diinginkan, seperti agresi, subjek seksual, atau agama.

Contoh gejala OCD obsesi:

  • Takut terkontaminasi dengan menyentuh benda-benda yang sudah disentuh orang lain.
  • Keraguan bahwa kamu sudah mengunci pintu atau mematikan kompor.
  • Stres yang intens ketika ada objek yang tidak teratur atau menghadap ke arah tertentu.
  • Pikiran tentang meneriakkan kata-kata kotor atau bertindak tidak pantas di depan umum.
  • Gambar seksual yang tidak menyenangkan.

Nah, sebagai respon terhadap kecemasan atau ketakutan yang dimiliki, pengidap OCD akan terdorong untuk melakukan perilaku berulang (kompulsi). Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi kecemasan terkait obsesi yang dimiliki. Namun, kompulsi hanya bisa meredakan kecemasan sesaat.

Contoh gejala OCD kompulsi:

  • Mencuci tangan berkali-kali, bahkan sampai kulit berdarah.
  • Memeriksa pintu berulang kali untuk memastikannya terkunci.
  • Memeriksa kompor berulang kali untuk memastikannya mati.
  • Menghitung dalam pola tertentu.

Gejala OCD yang Perlu Ditangani Dokter

Meskipun tingkat keparahannya bisa bervariasi, gejala OCD sering kali sangat menyiksa, dan memberi dampak signifikan pada kehidupan pengidapnya. Gejala kondisi psikologis tersebut juga bisa memburuk saat pengidap mengalami stres. Oleh karena itu, terkadang bantuan ahli kesehatan mental diperlukan untuk meredakan gejala OCD, sehingga pengidap bisa beraktivitas kembali.

Berikut adalah beberapa gejala OCD yang perlu ditangani dokter:

1. Mengalami kecemasan yang parah

Bila kamu mengalami kecemasan atau kekhawatiran yang berlebihan sampai tidak bisa tidur, sebaiknya segera cari bantuan profesional, seperti psikolog atau psikiater. Kecemasan yang dimiliki pengidap OCD sering kali berlebihan dan tidak bisa dikendalikan. 

Misalnya, khawatir pintu belum dikunci, kompor belum dimatikan, dan lain-lain. Meskipun pengidap mungkin mengetahui hal itu tidak masuk akal, tapi mengendalikannya tidak semudah itu. Nah, ahli kesehatan mental, seperti psikolog atau psikiater, bisa memberikan kombinasi terapi dan obat-obatan untuk membantu kamu mengendalikan pola pikir tersebut.

2. Tidak bisa beraktivitas dengan baik

Bila gejala OCD sampai mengganggu aktivitas kamu, kamu juga dianjurkan untuk menemui dokter. Gejala OCD kompulsi, seperti mencuci tangan berulang kali, bisa menghalangi kamu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan penanganan dari ahlinya agar kamu bisa beraktivitas dengan baik.

3. Mengganggu kesehatan fisik

Bila kesehatanmu mulai menurun akibat ketakutan yang kamu miliki atau gejala kompulsi yang tidak bisa dikendalikan, kamu perlu menemui dokter.

4. Memicu perilaku yang membahayakan atau melanggar norma

Gejala OCD juga bisa berupa keinginan yang membahayakan atau melanggar norma. Misalnya, ingin menabrakkan mobil ke tengah-tengah kerumunan atau meneriakkan kata-kata yang tidak pantas. Bila kamu memiliki pikiran-pikiran tersebut, sebaiknya segera temui dokter.

5. Ingin bunuh diri

OCD bisa memberi dampak yang signifikan bagi kesehatan mental. Bila kamu mengalami stres atau bahkan ingin bunuh diri akibat kondisi tersebut, sebaiknya segera bicarakan pada psikiater atau psikolog.

Itulah gejala OCD yang perlu ditangani dokter. Nah, untuk mendapatkan obat dan vitamin yang kamu butuhkan untuk mengatasi masalah kesehatanmu, gunakan saja aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play untuk mendapatkan solusi kesehatan terlengkap dengan mudah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Obsessive-compulsive disorder (OCD).
DocDoc. Diakses pada 2022. What is Obsessive Compulsive Disorder: Symptoms, Causes, Diagnosis, and Treatment.
Share Care. Diakses pada 2022. When should I call my doctor if I have obsessive-compulsive disorder (OCD)?