
Cegah Penyakit Ginjal, Ini Fungsi Tes Kadar Ureum dalam Tubuh
Ada beberapa fungsi tes kadar ureum dalam tubuh, mulai dari mendeteksi gangguan ginjal sedari dini, hingga membantu mendiagnosa masalah kesehatan tertentu lainnya.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Ureum Darah Rendah?
- Penyebab Ureum Darah Rendah
- Gejala yang Perlu Diwaspadai
- Langkah Penanganan dan Pencegahan
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu memperhatikan hasil tes laboratorium darahmu dan menemukan bahwa kadar ureum berada di bawah angka normal? Banyak orang mungkin lebih familiar dengan kondisi ureum tinggi yang sering dikaitkan dengan masalah ginjal. Namun, ureum darah rendah atau hipouremia juga merupakan indikator kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini sering kali memberikan sinyal tersembunyi mengenai status nutrisi atau fungsi organ hati kamu.
Ureum adalah produk limbah sisa metabolisme protein yang dibentuk di hati dan dikeluarkan melalui ginjal dalam bentuk urine. Ketika kadar zat ini menurun drastis dalam darah, hal tersebut bisa menandakan adanya gangguan pada proses pembentukannya atau adanya pengenceran cairan dalam tubuh. Memahami penyebab di balik rendahnya ureum sangat penting agar kamu bisa mengambil langkah medis yang tepat sejak dini.
Meskipun jarang menimbulkan gejala yang spesifik dan dramatis secara langsung, ureum rendah bisa menjadi “bendera merah” untuk kondisi yang lebih serius seperti malnutrisi berat atau penyakit hati kronis. Penanganan yang tepat biasanya melibatkan diagnosis mendalam oleh tenaga medis dan penyesuaian gaya hidup serta pola makan. Jika kamu merasa bingung dengan hasil pemeriksaan laboratorium, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan penjelasan yang akurat.
Nah, mau tahu apa saja faktor pemicu, gejala, dan langkah penanganan untuk ureum darah rendah? Berikut ulasannya!
Apa Itu Ureum Darah Rendah?
Ureum, atau sering disebut sebagai BUN (Blood Urea Nitrogen) dalam konteks tes darah, adalah zat kimia yang dihasilkan ketika hati memecah protein. Setelah protein dipecah menjadi asam amino, proses ini menghasilkan amonia. Karena amonia bersifat racun bagi tubuh, hati segera mengubahnya menjadi ureum yang lebih aman. Ureum ini kemudian dilepaskan ke aliran darah, disaring oleh ginjal, dan dibuang melalui urine.
Kadar normal ureum pada orang dewasa biasanya berkisar antara 7 hingga 20 mg/dL (miligram per desiliter). Angka ini dapat bervariasi tergantung pada usia, jenis kelamin, dan laboratorium yang melakukan pengujian. Ketika hasil tes menunjukkan angka di bawah 7 mg/dL, kamu dianggap mengalami ureum darah rendah. Kondisi ini jarang terjadi dibandingkan dengan ureum tinggi, namun signifikansi klinisnya tetap tinggi, terutama dalam mendeteksi gangguan metabolisme protein.
Perlu dipahami bahwa ureum rendah bukanlah sebuah penyakit mandiri, melainkan sebuah tanda atau gejala dari kondisi kesehatan lain yang mendasarinya. Hati yang sehat adalah kunci pembentukan ureum yang optimal, sementara ginjal yang sehat memastikan ureum dibuang dengan benar. Jika terjadi ketidakseimbangan, maka kadar ureum dalam darah akan bergejolak.
Penyebab Ureum Darah Rendah
Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan kadar ureum dalam darah menjadi rendah. Secara garis besar, hal ini berkaitan dengan kurangnya produksi ureum di hati atau pengenceran volume darah.
1. Pola Makan Rendah Protein
Karena ureum adalah hasil akhir dari metabolisme protein, maka asupan protein yang sangat rendah dalam jangka waktu lama akan menyebabkan kadar ureum menurun. Hal ini sering ditemukan pada pelaku diet vegetarian atau vegan yang tidak menyeimbangkan asupan proteinnya, atau pada individu yang mengalami malnutrisi berat (seperti marasmus atau kwashiorkor).
2. Penyakit Hati Berat
Hati adalah pabrik utama pembuatan ureum. Jika organ hati mengalami kerusakan parah, misalnya akibat sirosis hati, hepatitis kronis, atau gagal hati, maka kemampuannya untuk mengubah amonia menjadi ureum akan terganggu. Akibatnya, kadar ureum dalam darah menurun, sementara kadar amonia justru meningkat, yang bisa berbahaya bagi fungsi otak.
3. Overhidrasi (Kelebihan Cairan)
Minum air dalam jumlah yang sangat berlebihan atau mendapatkan terapi cairan infus yang terlalu banyak dapat menyebabkan efek pengenceran (dilusi) pada darah. Hal ini membuat konsentrasi ureum dalam darah tampak lebih rendah dari yang sebenarnya, meskipun fungsi hati dan ginjal mungkin masih normal.
4. Kehamilan
Pada ibu hamil, kadar ureum darah rendah sering kali dianggap normal secara fisiologis. Hal ini terjadi karena peningkatan volume plasma darah yang signifikan selama kehamilan serta peningkatan laju filtrasi ginjal untuk membuang limbah janin. Biasanya, kadar ureum akan kembali normal setelah persalinan.
5. Sindrom Malabsorpsi
Kondisi seperti penyakit Celiac atau penyakit Crohn yang mengganggu penyerapan nutrisi di usus halus dapat menyebabkan tubuh kekurangan bahan baku (protein) untuk membentuk ureum. Meskipun seseorang mengonsumsi protein, jika protein tersebut tidak terserap, kadar ureum tetap akan rendah.
Faktor Risiko Tambahan
- Penggunaan obat-obatan tertentu yang memengaruhi fungsi hati.
- Kondisi genetik langka yang mengganggu siklus urea di hati.
- Gaya hidup sedenter yang ekstrem yang menyebabkan atrofi otot.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Ureum rendah sendiri sering kali tidak menimbulkan gejala langsung. Keluhan yang muncul biasanya berasal dari penyebab dasarnya. Misalnya, jika ureum rendah disebabkan oleh penyakit hati, kamu mungkin akan merasakan:
- Kelelahan yang luar biasa (fatigue).
- Mual dan kehilangan nafsu makan.
- Warna kulit dan mata menguning (jaundice).
- Perut membesar karena penumpukan cairan (asites).
- Kebingungan mental atau sulit berkonsentrasi jika kadar amonia meningkat.
Sedangkan jika penyebabnya adalah malnutrisi, gejalanya bisa berupa penurunan berat badan yang drastis, rambut rontok, dan pembengkakan pada kaki (edema) akibat kekurangan protein albumin.
Langkah Penanganan dan Pencegahan
Penanganan ureum darah rendah harus berfokus pada perbaikan kondisi yang menyebabkannya. Kamu tidak bisa sekadar “meminum obat” untuk menaikkan ureum tanpa mengetahui akarnya.
1. Konsultasi Medis Mendalam
Dokter biasanya akan melakukan tes lanjutan seperti tes fungsi hati (SGOT, SGPT, Bilirubin) dan tes elektrolit untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit serius. Jika penyebabnya adalah faktor gaya hidup, dokter akan memberikan panduan nutrisi.
2. Perbaikan Asupan Nutrisi
Meningkatkan asupan protein berkualitas tinggi (seperti telur, daging tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan) sangat disarankan bagi mereka yang mengalami malnutrisi. Untuk mendukung pemulihan tubuh, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah terutama untuk kebutuhan vitamin atau suplemen pendukung metabolisme.
3. Mengatur Hidrasi
Pastikan kamu minum air sesuai kebutuhan tubuh, tidak kurang dan tidak berlebihan secara ekstrem. Standar umum adalah 2 liter per hari, namun ini bisa bervariasi tergantung aktivitas fisik dan kondisi kesehatan masing-masing.
4. Pemantauan Penyakit Kronis
Bagi penderita penyakit hati, kepatuhan terhadap terapi dokter sangat krusial. Hindari konsumsi alkohol yang dapat memperparah kerusakan hati dan konsultasikan setiap obat yang dikonsumsi untuk memastikan tidak bersifat hepatotoksik.
Studi Mengenai Ureum Darah Rendah
Journal of Clinical Medicine menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa kadar Blood Urea Nitrogen (BUN) yang rendah secara konsisten pada pasien lanjut usia dapat menjadi prediktor kuat terhadap rendahnya massa otot dan risiko malnutrisi fungsional.
Penelitian tersebut menekankan bahwa ureum rendah tidak boleh hanya dianggap sebagai variasi normal, melainkan harus dikorelasikan dengan kadar albumin serum untuk mendapatkan gambaran kesehatan nutrisi yang utuh. Hal ini membantu tenaga medis dalam melakukan intervensi gizi lebih dini sebelum terjadi komplikasi lebih lanjut.
Kapan Harus Menghubungi Dokter?
Segera hubungi tenaga medis jika hasil tes darah rendah kamu disertai dengan gejala-gejala berikut:
1. Perubahan Kesadaran
Merasa sering mengantuk, bingung, atau disorientasi bisa menandakan penumpukan amonia yang seharusnya diubah menjadi ureum.
2. Perubahan Fisik yang Signifikan
Adanya pembengkakan pada perut atau kaki, serta perubahan warna urine yang menjadi sangat gelap (seperti teh).
Kesehatan adalah aset yang sangat berharga. Jika kamu memiliki kekhawatiran mengenai hasil pemeriksaan lab atau merasakan gejala yang tidak biasa, jangan menunda-nunda. Kamu juga bisa mendapatkan kebutuhan kesehatan seperti vitamin atau suplemen pendukung di Toko Kesehatan Halodoc.
FAQ
1. Apakah ureum darah rendah berbahaya?
Kondisi ini sendiri tidak berbahaya, namun penyebab dasarnya—seperti gagal hati atau malnutrisi berat—bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
2. Apakah ibu hamil normal jika kadar ureumnya rendah?
Ya, pada sebagian besar kasus, kadar ureum yang sedikit di bawah rentang normal pada ibu hamil adalah kondisi fisiologis yang wajar akibat peningkatan volume darah.
3. Makanan apa yang bisa meningkatkan ureum?
Makanan tinggi protein seperti daging merah, ayam, telur, susu, dan kacang-kacangan dapat membantu meningkatkan kadar ureum jika penyebab rendahnya adalah kurang gizi.
4. Apa perbedaan ureum rendah dan ureum tinggi?
Ureum tinggi biasanya menandakan ginjal tidak berfungsi dengan baik dalam membuang limbah, sedangkan ureum rendah biasanya menandakan hati tidak memproduksi limbah tersebut dengan cukup atau adanya pengenceran darah.
Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Blood Urea Nitrogen (BUN) Test.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. BUN test: Why it’s done and results.
National Kidney Foundation. Diakses pada 2026. Understanding Your Lab Values.
Medscape. Diakses pada 2026. Hypouremia: Clinical Significance and Pathophysiology.
## Punya Keluhan Kesehatan atau Hasil Lab yang Membingungkan? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan atau baru saja menerima hasil laboratorium tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.




