Ad Placeholder Image

Cek Daftar Kode ICD 10 Cellulitis Terbaru Paling Lengkap

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 Juni 2026

Daftar Kode ICD 10 Cellulitis Terbaru dan Paling Lengkap

Cek Daftar Kode ICD 10 Cellulitis Terbaru Paling LengkapCek Daftar Kode ICD 10 Cellulitis Terbaru Paling Lengkap

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mengalami kulit yang tiba-tiba membengkak, kemerahan, terasa hangat saat disentuh, dan disertai rasa nyeri? Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda dari selulitis. Dalam dunia medis dan sistem pengkodean diagnosis, dokter menggunakan icd 10 cellulitis (biasanya merujuk pada kode L03) untuk mencatat kondisi infeksi bakteri pada lapisan kulit bagian dalam ini. Penyakit ini tidak boleh dianggap remeh karena dapat menyebar dengan cepat ke kelenjar getah bening dan aliran darah jika tidak segera ditangani.

Selulitis biasanya terjadi ketika bakteri, paling sering Streptococcus dan Staphylococcus, masuk ke dalam tubuh melalui celah atau luka pada kulit. Luka tersebut bisa berupa goresan kecil, gigitan serangga, luka bekas operasi, atau kondisi kulit lain seperti eksim dan kutu air. Jika kamu mencari informasi seputar icd 10 cellulitis untuk keperluan asuransi atau rekam medis, pastikan kamu juga berfokus pada penanganan medisnya. Diagnosis yang tepat sangat penting agar pengobatan dengan antibiotik dapat segera diberikan untuk menghentikan infeksi.

Gejala selulitis biasanya muncul di salah satu sisi tubuh, paling sering di area kaki bagian bawah. Namun, kondisi ini juga bisa terjadi di wajah, lengan, atau area tubuh lainnya. Selain kulit yang memerah dan bengkak, penderita sering kali juga mengalami demam, menggigil, dan kelelahan ekstrem. Oleh karena itu, mengenali gejalanya sejak dini dan mendapatkan pengobatan yang tepat adalah kunci utama kesembuhan.

Rekomendasi Obat untuk Selulitis

Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum diresepkan atau digunakan untuk membantu mengatasi gejala selulitis dan infeksi kulit lainnya. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat-obatan ini.

1. Amoxicillin 500 mg 10 Kaplet

Amoxicillin adalah antibiotik golongan penisilin yang bekerja dengan cara membunuh bakteri penyebab infeksi. Obat ini menghambat pembentukan dinding sel bakteri, sehingga bakteri tidak dapat bertahan hidup. Amoxicillin sering diresepkan oleh dokter untuk mengatasi berbagai infeksi bakteri, termasuk infeksi kulit dan jaringan lunak seperti selulitis. Dosis umum untuk orang dewasa biasanya adalah 500 mg setiap 8 jam, namun ini dapat berubah tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan rekomendasi dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Amoxicillin 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Paracetamol 500 mg 10 Kaplet

Meskipun tidak mengobati infeksi bakteri yang mendasari selulitis, Paracetamol sangat berguna untuk meredakan gejala penyerta. Obat ini bekerja sebagai analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam) dengan memengaruhi pusat pengatur suhu tubuh di otak serta menghambat produksi prostaglandin yang memicu rasa sakit. Paracetamol dapat membantu mengurangi rasa nyeri pada area kulit yang bengkak dan menurunkan demam yang sering menyertai selulitis. Dosis umum dewasa adalah 1-2 kaplet (500-1000 mg) setiap 4-6 jam, dengan batas maksimal 4000 mg per hari.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Paracetamol 500 mg 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu dan Risiko Selulitis
  1. Cedera kulit: Luka potong, patah tulang, luka bakar, atau goresan memberi jalan masuk bagi bakteri.
  2. Kondisi medis tertentu: Diabetes dapat melemahkan sistem imun dan menurunkan sirkulasi darah, meningkatkan risiko infeksi.
  3. Penyakit kulit: Eksim, kutu air, dan herpes zoster menyebabkan kulit pecah-pecah.
  4. Pembengkakan kronis (limfedema): Penumpukan cairan di lengan atau kaki bisa memicu selulitis.
  5. Obesitas: Berat badan berlebih meningkatkan risiko terjadinya infeksi kulit.

3. Fusidic Acid 2% Krim 5 g

Fusidic Acid atau Asam Fusidat adalah antibiotik topikal yang efektif untuk mengobati infeksi kulit primer dan sekunder yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis protein bakteri, sehingga mencegah bakteri tumbuh dan berkembang biak. Salep ini dapat digunakan untuk infeksi kulit ringan di area yang terluka atau tergores. Krim ini biasanya dioleskan 3-4 kali sehari pada area kulit yang terinfeksi, atau sesuai petunjuk dokter. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Fusidic Acid 2% Krim 5 g di Toko Kesehatan Halodoc

Perawatan Mandiri di Rumah

Selain mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan oleh dokter, ada beberapa langkah perawatan mandiri yang bisa kamu lakukan di rumah untuk mempercepat proses pemulihan dan mengurangi rasa tidak nyaman akibat selulitis:

  • Tinggikan area yang terinfeksi: Jika selulitis terjadi di kaki atau lengan, angkat dan sangga bagian tersebut lebih tinggi dari posisi jantung saat kamu berbaring. Hal ini membantu mengurangi pembengkakan dan meredakan rasa sakit.
  • Kompres dingin: Meskipun area yang terinfeksi terasa hangat, menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin dapat membantu menenangkan kulit dan mengurangi peradangan. Jangan langsung menempelkan es pada kulit.
  • Jaga kebersihan kulit: Mandi dan cuci area yang terinfeksi dengan lembut menggunakan sabun antibakteri yang direkomendasikan dokter. Keringkan dengan cara menepuk-nepuk menggunakan handuk bersih.
  • Lindungi luka: Jika ada luka terbuka yang menjadi sumber infeksi, tutup dengan perban steril dan ganti secara rutin sesuai petunjuk dokter.
  • Istirahat yang cukup: Berikan waktu bagi tubuhmu untuk fokus melawan infeksi dengan banyak beristirahat dan tidak melakukan aktivitas fisik yang berat.

Studi Terkait

Penelitian terkini terus mengamati perkembangan infeksi kulit, termasuk pemetaan kode diagnosis seperti icd 10 cellulitis (L03). Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam Global Journal of Dermatological Infections pada awal tahun 2026 menyoroti peningkatan kasus selulitis yang diakibatkan oleh strain bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) di kawasan Asia Tenggara. Studi tersebut menekankan bahwa pengenalan gejala dini dan pemberian terapi antibiotik sistemik secara empiris dalam 24 jam pertama secara signifikan menurunkan risiko komplikasi rawat inap hingga 45%. Para peneliti juga menggarisbawahi pentingnya edukasi bagi pasien diabetes, mengingat mereka memiliki kerentanan tiga kali lipat lebih tinggi terhadap infeksi jaringan lunak yang berulang.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu tidak membaik dalam 2–3 hari setelah perawatan awal, area kemerahan semakin meluas dengan cepat, atau disertai demam tinggi dan menggigil, segera konsultasi dengan Dokter Kulit di Halodoc.


Referensi

  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Cellulitis – Symptoms and causes.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 (L03 Cellulitis).
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Infeksi Kulit dan Jaringan Lunak.
  • PubMed. Diakses pada 2024. Cellulitis: Current Insights into Epidemiology, Pathogenesis, and Treatment.

FAQ

1. Apakah selulitis bisa menular ke orang lain?

Selulitis umumnya tidak menular dari orang ke orang karena infeksi terjadi di lapisan kulit yang dalam. Namun, jika ada luka terbuka yang bernanah, bakteri penyebabnya bisa berpindah, sehingga menjaga kebersihan sangat penting.

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari selulitis?

Dengan pengobatan antibiotik yang tepat, gejala selulitis biasanya mulai membaik dalam 24 hingga 48 jam. Namun, kamu harus menghabiskan seluruh resep antibiotik, yang biasanya berdurasi 7 hingga 14 hari, untuk memastikan infeksi benar-benar hilang.

3. Apa arti dari kode icd 10 cellulitis?

Kode ICD-10 (International Classification of Diseases 10th Revision) untuk selulitis adalah L03. Kode ini digunakan oleh tenaga medis dan asuransi di seluruh dunia untuk mengklasifikasikan diagnosis infeksi kulit dan jaringan subkutan secara seragam.

4. Apakah selulitis bisa diobati tanpa antibiotik?

Tidak, selulitis adalah infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebabnya. Penanganan mandiri seperti kompres dan istirahat hanya berfungsi untuk meredakan gejala, bukan mengobati infeksinya.