Ad Placeholder Image

Ciri-ciri Kekurangan Vitamin B12: Waspada Gejala!

8 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   15 Juni 2026

Ciri kekurangan vitamin B yakni kelelahan ekstrem, kulit pucat, kesemutan, gangguan konsentrasi, hingga masalah penglihatan.

Ciri-ciri Kekurangan Vitamin B12: Waspada Gejala!Ciri-ciri Kekurangan Vitamin B12: Waspada Gejala!

DAFTAR ISI


Kekurangan vitamin B12 atau defisiensi kobalamin merupakan kondisi yang terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup vitamin esensial ini.

Vitamin B12 memiliki peran vital dalam pembentukan sel darah merah, fungsi saraf yang sehat, serta produksi energi dalam tubuh.

Akibatnya, defisiensi vitamin B12 dapat menimbulkan berbagai gejala yang memengaruhi fisik dan mental secara perlahan, bahkan memburuk seiring waktu jika tidak segera ditangani.

Apa itu Defisiensi Vitamin B12?

Defisiensi vitamin B12 adalah kondisi medis ketika kadar vitamin B12 dalam tubuh berada di bawah batas normal.

Vitamin B12 tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari makanan atau suplemen.

Kekurangan asupan atau gangguan penyerapan vitamin ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, mulai dari gangguan saraf hingga anemia.

Ciri-Ciri Kekurangan Vitamin B12 yang Harus Diwaspadai

Mengenali ciri-ciri kekurangan vitamin B12 sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Gejala defisiensi B12 seringkali tidak spesifik dan berkembang secara bertahap, sehingga seringkali diabaikan. Berikut adalah beberapa tanda umum yang perlu diperhatikan:

  • Kelelahan Ekstrem dan Lemas. Salah satu ciri paling umum adalah rasa lemas yang berkepanjangan dan mudah lelah. Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan vitamin B12 untuk memproduksi sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, pasokan oksigen ke jaringan dan organ menjadi tidak optimal, menyebabkan tubuh terasa kurang bertenaga.
  • Kulit Pucat atau Kekuningan. Kekurangan sel darah merah yang sehat dapat menyebabkan kulit terlihat lebih pucat dari biasanya. Pada beberapa kasus, kulit juga bisa tampak sedikit kekuningan, terutama pada bagian sklera mata atau kulit. Ini merupakan tanda anemia megaloblastik, jenis anemia yang disebabkan oleh defisiensi B12.
  • Kesemutan atau Mati Rasa (Parestesia). Vitamin B12 berperan penting dalam menjaga kesehatan saraf. Kekurangannya dapat merusak selubung mielin yang melindungi saraf, menyebabkan sensasi kesemutan, mati rasa, atau seperti tertusuk jarum, terutama di tangan dan kaki.
  • Gangguan Memori dan Konsentrasi. Fungsi kognitif juga dapat terganggu akibat defisiensi vitamin B12. Seseorang mungkin mengalami kesulitan mengingat sesuatu, kurang fokus, atau merasa “kabut otak”. Kondisi ini dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan produktivitas.
  • Lidah Merah, Perih, dan Bengkak (Glositis). Lidah yang meradang, berwarna merah terang, terasa perih, dan bengkak adalah ciri lain dari kekurangan B12. Kondisi ini dikenal sebagai glositis. Selain itu, penderita mungkin juga mengalami sariawan atau ulserasi di dalam mulut.
  • Perubahan Suasana Hati. Defisiensi vitamin B12 juga dapat memengaruhi kesehatan mental. Seseorang bisa menjadi lebih mudah tersinggung, mengalami depresi, atau menunjukkan perubahan suasana hati yang signifikan. Vitamin B12 terlibat dalam sintesis neurotransmitter yang mengatur suasana hati.
  • Masalah Penglihatan. Dalam kasus yang parah, kekurangan vitamin B12 dapat merusak saraf optik, menyebabkan penglihatan kabur atau gangguan penglihatan lainnya. Ini adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera.

Yuk, Mengenal Suplemen Vitamin B12 dan Manfaatnya untuk Kesehatan.

Penyebab Umum Kekurangan Vitamin B12

Beberapa faktor dapat menyebabkan seseorang mengalami defisiensi vitamin B12, antara lain:

  • Pola Makan Vegetarian atau Vegan. Vitamin B12 banyak ditemukan dalam produk hewani, sehingga individu yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan berisiko tinggi mengalami kekurangan jika tidak mengonsumsi suplemen atau makanan yang difortifikasi.
  • Anemia Pernisiosa. Ini adalah kondisi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel di lambung yang memproduksi faktor intrinsik. Faktor intrinsik sangat penting untuk penyerapan vitamin B12.
  • Penyakit Pencernaan. Kondisi seperti penyakit Crohn, penyakit celiac, operasi bariatrik, atau radang usus dapat mengganggu penyerapan vitamin B12 di usus halus.
  • Usia Lanjut. Produksi asam lambung cenderung menurun seiring bertambahnya usia, yang dapat menghambat pelepasan vitamin B12 dari makanan dan penyerapannya.
  • Penggunaan Obat Tertentu. Beberapa obat, seperti metformin (untuk diabetes) atau obat penghambat pompa proton (untuk asam lambung), dapat mengganggu penyerapan vitamin B12 jika digunakan dalam jangka panjang.

Pengobatan dan Pencegahan Defisiensi Vitamin B12

Pengobatan defisiensi vitamin B12 bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Jika disebabkan oleh kurangnya asupan, suplemen oral biasanya cukup efektif.

Namun, jika ada masalah penyerapan, suntikan vitamin B12 mungkin diperlukan untuk memastikan tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup. Dokter akan menentukan dosis dan frekuensi yang sesuai.

Untuk pencegahan, konsumsi makanan kaya vitamin B12 seperti daging, ikan, telur, produk susu, atau sereal yang difortifikasi sangat dianjurkan.

Bagi individu dengan risiko tinggi, seperti vegetarian/vegan atau lansia, suplemen vitamin B12 dapat menjadi pilihan yang bijak setelah berkonsultasi dengan profesional kesehatan.

Kamu bisa cari tahu juga,  Ini Deretan Sayuran yang Mengandung Vitamin B12 Tinggi.

Rekomendasi Vitamin B12 di Halodoc

Berikut ini rekomendasi vitamin B12 di Halodoc:

  • Neurobion. Neurobion merupakan suplemen kombinasi vitamin B1, B6, dan B12 untuk menjaga kesehatan sistem saraf dan mencegah kerusakan saraf. Kami bisa mengonsumsinya 1 tablet, diminum 1 kali per hari.
  • Blackmores Multivitamins + Minerals 30 Tablet. Suplemen kesehatan yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian tubuh yang tidak tercukupi dari makanan. Formula sinergis di dalamnya bekerja efektif untuk menjaga stamina, mendukung metabolisme, serta memulihkan kondisi tubuh setelah sakit atau beraktivitas padat.
  • Moloco Plus B12. Dikombinasikan dengan vitamin B12, produk ini tidak hanya mendukung kecukupan ASI bagi bayi, tetapi juga membantu mencegah risiko anemia dan menjaga kebugaran tubuh sang ibu.
  • Vitamin B12 IPI 45 Tablet. Suplemen tablet yang diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin B12 (Sianokobalamin) tubuh secara praktis. Konsumsi rutin suplemen ini sangat penting untuk mendukung pembentukan sel darah merah, menjaga kesehatan fungsi sistem saraf, serta mencegah gejala anemia megaloblastik.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Mewaspadai ciri-ciri kekurangan vitamin B12 adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan. Jika mengalami gejala yang disebutkan di atas, penting untuk segera mencari bantuan medis.

Halodoc merekomendasikan untuk tidak mendiagnosis diri sendiri, melainkan berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang tepat.

Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis, melakukan tes laboratorium untuk memeriksa kadar vitamin B12, dan mendapatkan resep suplemen jika diperlukan, semuanya dari kenyamanan rumah.

Hubungi Dokter Ini untuk Konsultasikan Dosis Vitamin B12

Untuk memastikan dosis vitamin B12 yang aman dan sesuai dengan kebutuhan tubuh secara akurat serta mendapatkan panduan medis yang tepat, kamu bisa berkonsultasi langsung dengan dokter umum.

Berikut adalah rekomendasi dokter umum di Halodoc yang bisa kamu hubungi:

  • dr. Septianus Hermanto: Dokter umum dengan pengalaman 16 tahun. Lulusan Fakultas Kedokteran UKRIDA (2007). Kini berpraktik di Bekasi, Jawa Barat. Anggota IDI dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.
  • dr. Nuriati Harahap: Dokter umum dengan pengalaman 14 tahun. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara (2010). Saat ini berpraktik di Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Anggota IDI dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.dr. Septianus Hermanto: Dokter umum dengan pengalaman 16 tahun. Lulusan Fakultas Kedokteran UKRIDA (2007). Kini berpraktik di Bekasi, Jawa Barat. Anggota IDI dan tersedia untuk konsultasi di Halodoc.

Dokter tersebut tersedia selama 24 jam di Halodoc sehingga kamu bisa lakukan konsultasi dari mana saja dan kapan saja.
Namun, jika dokter sedang tidak tersedia atau offline, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi melalui aplikasi Halodoc.
Tunggu apalagi? Ayo, pakai Halodoc sekarang juga!

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Keluhan kesehatan bisa datang kapan saja. Daripada bingung mencari informasi sendiri, konsultasikan langsung dengan dokter umum dan spesialis di Halodoc:

✅ Dokter tersedia 24 jam.

✅ Dokter memiliki lisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP).

✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 

✅ Bisa dicover asuransi.

✅ Privasi terjaga: Data kesehatan terlindungi dengan aman.

✅ Bisa dapat resep resmi. Kamu bisa dapat resep obat online dan menebusnya setelah chat. 

✅ Bisa juga beli obat langsung lewat WhatsApp Halodoc, tanpa download aplikasi, tanpa log in, dan produk yang diterima dijamin asli 100%. 

Tunggu apa lagi? Yuk hubungi dokter di Halodoc sekarang! 

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.  

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc. 

  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis! 
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.  
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
Referensi:
Journal of Nutrients MDPI. Diakses pada 2026. Vitamin B12 in Health and Disease. 
National Institute of Health. Diakses pada 2026. Vitamin B12.
National Cancer Institute. Diakses pada 2026. Cobalamin.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Vitamin B-12.