Ad Placeholder Image

Ciri dan Cara Mengatasi Laktosa Intoleran dengan Mudah

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 29 Juli 2026

Cara Mengatasi Gejala Laktosa Intoleran dengan Aman dan Efektif Setiap Hari

Ciri dan Cara Mengatasi Laktosa Intoleran dengan MudahCiri dan Cara Mengatasi Laktosa Intoleran dengan Mudah

DAFTAR ISI


Intoleransi laktosa atau laktosa intoleran adalah kondisi ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa, yaitu jenis gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya. Kondisi ini terjadi akibat tubuh kurang menghasilkan enzim laktase, yang diproduksi oleh usus halus untuk memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa agar bisa diserap oleh tubuh.

Ketika seseorang dengan intoleransi laktosa mengonsumsi produk susu, laktosa yang tidak terurai akan masuk ke dalam usus besar. Di dalam usus besar, bakteri meragi laktosa tersebut dan menghasilkan gas serta asam. Proses pencernaan yang terganggu ini menimbulkan berbagai keluhan tidak nyaman seperti perut kembung, sering buang angin, kram perut, hingga diare.

Meskipun intoleransi laktosa bukan kondisi yang membahayakan nyawa, gejalanya tentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan kondisi ini berfokus pada pengaturan pola makan serta penanganan gejala gastrointestinal seperti kembung dan diare agar pencernaan tetap nyaman.

Untuk membantu meredakan keluhan dan menjaga kenyamanan sistem pencernaan kamu setelah tak sengaja mengonsumsi produk olahan susu, berikut adalah beberapa rekomendasi obat dan suplemen pendukung yang bisa kamu gunakan.

Rekomendasi Obat dan Suplemen Penanganan Laktosa Intoleran

1. Xepazym 10 Kaplet

Xepazym mengandung gabungan enzim pencernaan (Pancreatin) dan Simethicone. Kombinasi ini bekerja dengan cara membantu proses pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein di saluran pencernaan sekaligus memecah gelembung gas di dalam perut. Obat ini sangat bermanfaat untuk meredakan kembung, rasa begah, dan gangguan pencernaan akibat produksi gas berlebih.

Dosis penggunaan umum adalah 1-2 kaplet saat makan atau segera setelah makan. Obat ini dikonsumsi secara utuh bersama air putih.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Xepazym 10 Kaplet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Disflatyl 40 mg 10 Tablet

Disflatyl mengandung zat aktif Simethicone yang efektif menurunkan tegangan permukaan gelembung gas di dalam lambung dan usus. Akibatnya, gas lebih mudah dikeluarkan dari saluran pencernaan sehingga gejala perut kembung, begah, dan sering kentut akibat reaksi laktosa dapat berkurang signifikan.

Dosis yang disarankan adalah 2 tablet yang dikunyah setelah makan dan sebelum tidur, atau sesuai petunjuk penggunaan pada kemasan.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Disflatyl 40 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu dan Gejala Intoleransi Laktosa
  1. Berkurangnya produksi enzim laktase seiring bertambahnya usia.
  2. Kerusakan dinding usus halus akibat infeksi pencernaan atau penyakit celiac.
  3. Pengeluaran gas berlebih di usus yang memicu mual, kram, dan buang angin.
  4. Feses menjadi encer dan asam akibat proses fermentasi laktosa oleh bakteri usus.

3. New Diatabs 4 Tablet

Jika intoleransi laktosa memicu reaksi diare, New Diatabs dapat digunakan sebagai penanganan awal. Mengandung Attapulgite aktif, obat ini bekerja dengan cara mengikat racun, bakteri, serta cairan berlebih di dalam usus, sekaligus memadatkan feses dan mengurangi frekuensi buang air besar.

Dosis dewasa dan anak di atas 12 tahun adalah 2 tablet setiap kali selesai buang air besar (maksimal 12 tablet dalam 24 jam).

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan New Diatabs 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

4. Oralit 200 4.1 g 1 Sachet

Diare berulang akibat ketidakmampuan mencerna laktosa berisiko menyebabkan kehilangan cairan dan elektrolit. Oralit 200 mengandung campuran Glukosa anhidrat, Natrium klorida, Kalium klorida, dan Trisodium sitrat yang dirancang khusus untuk mencegah serta mengatasi dehidrasi ringan hingga sedang.

Larutkan 1 sachet Oralit ke dalam 200 ml air matang. Minum perlahan sesuai kebutuhan saat atau setelah mengalami diare.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Oralit 200 4.1 g 1 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Buscopan 10 mg 10 Tablet

Proses fermentasi laktosa yang parah kerap menyebabkan otot usus berkontraksi secara berlebihan, memicu kram perut hebat. Buscopan mengandung Hyoscine butylbromide yang bersifat antispasmodik untuk merelaksasi otot polos di usus dan meredakan rasa mulas atau kram abdomen.

Dosis umum dewasa adalah 1-2 tablet, 3-4 kali sehari sesuai anjuran medis.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Buscopan 10 mg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Cara Mengatasi dan Mencegah Gejala Intoleransi Laktosa

Selain mengonsumsi obat-obatan penunjang gejala, kamu dapat mengelola intoleransi laktosa dengan langkah-langkah mandiri berikut:

  • Batasi Porsi Produk Olahan Susu: Sebagian besar penderita intoleransi laktosa masih dapat menoleransi susu dalam porsi kecil jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan lain.
  • Pilih Alternatif Bebas Laktosa: Gunakan produk susu berlabel lactose-free atau susu nabati seperti susu kedelai, susu almon, susu oat, atau susu beras.
  • Konsumsi Suplemen Enzim Laktase: Mengonsumsi tablet enzim laktase sebelum mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa dapat membantu mencerna gula susu dengan lebih baik.
  • Perhatikan Label Kemasan Makanan: Laktosa sering ditambahkan pada makanan olahan, seperti biskuit, sereal, sosis, dan saus. Cermati komposisi kemasan sebelum membeli.
  • Jaga Kecukupan Kalsium dan Vitamin D: Karena membatasi susu, pastikan kebutuhan kalsium terpenuhi dari sumber lain seperti sayuran hijau, ikan dengan tulang, dan makanan terfortifikasi.

Studi Terkait

Berdasarkan riset klinis mengenai gangguan pencernaan dan intoleransi makanan (2026), pengelolaan intoleransi laktosa berfokus pada pencegahan fermentasi berlebih di usus besar. Studi menyoroti bahwa kombinasi pengurangan asupan laktosa harian dan penggunaan penangan gejala, seperti agen antiflatulen (simethicone) dan enzim pencernaan tambahan, terbukti secara nyata menurunkan insiden distensi abdomen, rasa begah, serta frekuensi diare pada pasien dengan defisiensi laktase.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika gejalamu seperti diare terus berlanjut, nyeri perut terasa kram hebat tak kunjung membaik, atau kamu menunjukkan tanda dehidrasi parah, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Halodoc.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
  • Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc +62 815-8830-780, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada.
  • Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melalui layanan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kamu bisa bertanya mengenai gangguan pencernaan kapan saja dan di mana saja. Dokter berlisensi siap membantu memberikan diagnosa, panduan pola makan, hingga resep obat yang tepat tanpa perlu repot keluar rumah.

Referensi

Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Lactose intolerance: Symptoms, causes, and diagnosis.
WebMD. Diakses pada 2026. What Is Lactose Intolerance?
PubMed Central. Diakses pada 2026. Digestive Enzymes and Management of Lactose Malabsorption.
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Mengenal Intoleransi Laktosa dan Penanganannya.

FAQ

1. Apa bedanya intoleransi laktosa dan alergi susu?
Intoleransi laktosa adalah masalah sistem pencernaan akibat kekurangan enzim laktase untuk memecah gula susu. Sementara itu, alergi susu adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap protein susu yang bisa memicu reaksi gatal, sesak napas, hingga syok anafilaksis.

2. Apakah penderita intoleransi laktosa tidak boleh makan produk olahan susu sama sekali?
Tidak selalu. Toleransi setiap orang berbeda-beda. Beberapa orang masih bisa mengonsumsi produk susu berfermentasi seperti yoghurt atau keju keras dalam jumlah sedang karena kadar laktosanya lebih rendah.

3. Berapa lama gejala intoleransi laktosa biasanya bertahan?
Gejala biasanya muncul antara 30 menit hingga 2 jam setelah mengonsumsi produk susu dan dapat bertahan hingga laktosa sepenuhnya terdorong keluar dari saluran pencernaan, biasanya dalam waktu 12 hingga 24 jam.

4. Bisakah intoleransi laktosa disembuhkan secara total?
Sebagian besar kasus intoleransi laktosa primer bersifat permanen karena berkaitan dengan penurunan enzim secara genetik atau penuaan. Namun, gejalanya sangat mudah dikontrol dengan penyesuaian diet dan suplemen yang tepat.